RADAR TULUNGAGUNG - Tes jarak tempuh Polytron Fox 350 kembali menjadi sorotan setelah sebuah uji jalan dilakukan dengan kondisi ekstrem. Motor listrik ini diuji langsung di jalanan dengan membawa beban hingga sekitar 160 kilogram, termasuk penumpang dan barang bawaan. Hasilnya cukup mengejutkan dan memicu perdebatan soal efisiensi baterai.
Dalam video yang beredar, pengujian dimulai dari kondisi baterai penuh 100 persen. Trip meter di-reset dari nol untuk memastikan hasil pengukuran akurat. Pengendara kemudian memulai perjalanan dari kawasan Jelambar menuju Maja, dengan beberapa pemberhentian di tengah perjalanan.
Tes jarak tempuh Polytron Fox 350 ini menarik karena dilakukan dalam kondisi nyata, bukan simulasi. Selain membawa beban berat, motor juga digunakan untuk aktivitas harian seperti membawa barang dan berboncengan, yang tentunya memengaruhi konsumsi baterai.
Perjalanan Awal, Baterai Masih Stabil
Pada kilometer awal, performa baterai terlihat cukup stabil. Setelah menempuh jarak sekitar 5,3 kilometer, indikator baterai masih menunjukkan angka 100 persen. Hal ini menandakan efisiensi awal yang cukup baik, meskipun motor sudah membawa beban tambahan.
Pengendara juga mengungkapkan bahwa motor membawa berbagai barang, termasuk muatan di bagasi depan dan bawah jok. Jika ditotal, beban yang dibawa diperkirakan mencapai 160 kilogram.
Kondisi ini menjadi salah satu faktor penting dalam tes jarak tempuh Polytron Fox 350, karena beban berat biasanya mempercepat konsumsi daya baterai.
Konsumsi Baterai Mulai Terlihat
Memasuki jarak sekitar 25 kilometer, baterai mulai menunjukkan penurunan signifikan. Pada titik ini, kapasitas baterai tersisa sekitar 77 persen. Artinya, sekitar 23 persen daya telah digunakan untuk menempuh jarak tersebut.
Kemudian, saat mencapai 35 kilometer, baterai turun menjadi 64 persen. Penurunan ini menunjukkan pola konsumsi yang cukup konsisten, meski kondisi jalan dan beban tetap menjadi variabel utama.
Saat perjalanan berlanjut ke 45 kilometer, baterai tersisa 53 persen. Angka ini menunjukkan bahwa separuh kapasitas baterai telah digunakan untuk menempuh jarak kurang dari 50 kilometer.
Masuk Jarak Menengah, Efisiensi Diuji
Pada kilometer ke-56, baterai tersisa 40 persen. Ini menjadi titik krusial dalam tes jarak tempuh Polytron Fox 350, karena menunjukkan bagaimana performa baterai saat memasuki penggunaan menengah hingga jauh.
Kemudian di jarak 61,8 kilometer, kapasitas baterai tercatat tinggal 32 persen. Penurunan ini masih tergolong stabil, mengingat motor terus digunakan tanpa pengisian ulang.
Pengujian ini memberikan gambaran realistis mengenai performa motor listrik dalam penggunaan sehari-hari, terutama bagi pengguna yang sering membawa beban tambahan.
Hasil Akhir: 70 Km Masih Sisa Baterai
Pengujian akhirnya selesai saat motor mencapai jarak 70,7 kilometer. Pada titik ini, baterai masih tersisa 21 persen. Hasil ini cukup menarik, mengingat motor digunakan dalam kondisi berat dan tanpa jeda pengisian.
Jika dihitung secara kasar, Polytron Fox 350 berpotensi menempuh jarak lebih dari 80 kilometer dalam kondisi serupa sebelum baterai benar-benar habis. Tentu saja, hasil ini bisa berbeda tergantung gaya berkendara, kondisi jalan, dan beban yang dibawa.
Irit atau Boros? Ini Kesimpulannya
Tes jarak tempuh Polytron Fox 350 ini memunculkan pertanyaan menarik: apakah motor ini tergolong irit atau boros?
Jika melihat kondisi pengujian yang cukup berat, hasil 70 kilometer dengan sisa baterai 21 persen bisa dibilang cukup efisien. Apalagi motor digunakan untuk berboncengan dan membawa banyak barang.
Baca Juga: Review Polytron Fox 350 Setelah 350 Km: Murah, Kencang, Tapi Ada Kekurangan yang Bikin Kaget!
Namun, bagi sebagian pengguna yang mengharapkan jarak tempuh lebih panjang, angka ini mungkin masih dianggap kurang. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa performa motor listrik sangat dipengaruhi oleh banyak faktor.
Secara keseluruhan, Polytron Fox 350 menunjukkan performa yang cukup kompetitif di kelasnya. Motor ini tetap mampu memberikan jarak tempuh yang layak, bahkan dalam kondisi penggunaan yang tidak ringan.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina