RADAR TULUNGAGUNG - Tes tanjakan Polytron Fox 350 kembali menarik perhatian publik, terutama bagi calon pengguna motor listrik yang penasaran dengan performa di medan ekstrem. Dalam sebuah uji coba terbaru, Polytron Fox 350 diuji menaklukkan tanjakan curam di kawasan Cinomati dengan berbagai skenario beban. Hasilnya cukup mengejutkan.
Uji performa ini dilakukan oleh seorang konten kreator otomotif yang ingin membuktikan langsung kemampuan tenaga Polytron Fox 350, khususnya saat menghadapi tanjakan tajam dengan beban berat. Pengujian dilakukan dalam kondisi motor standar tanpa modifikasi, sehingga hasilnya bisa merepresentasikan performa asli dari pabrikan.
Baca Juga: Tes Jarak Tempuh Polytron Fox 350: Bawa Beban 160 Kg, Motor Listrik Ini Masih Sisa 21% di 70 Km!
Sejak awal, pengujian difokuskan pada kekuatan motor saat membawa beban berat. Dengan total bobot mencapai 160 kilogram—terdiri dari dua penumpang dan tambahan baterai—Polytron Fox 350 langsung diuji di tanjakan ekstrem yang dikenal memiliki elevasi tinggi dan tikungan tajam.
Uji Tanjakan dengan Beban 160 Kg
Pengujian pertama dilakukan dengan total beban sekitar 160 kilogram. Motor dijalankan menggunakan mode S (Sport), yang dirancang untuk memberikan tenaga maksimal. Di awal tanjakan, motor masih mampu melaju dengan cukup mulus, bahkan pada tikungan pertama dan kedua performanya terlihat stabil.
Namun, saat memasuki tanjakan paling curam, tenaga motor mulai terasa menurun. Meski sempat dipaksa untuk terus menanjak, akhirnya motor tidak mampu melanjutkan perjalanan hingga puncak. Indikator overheat pun muncul di panel, menandakan bahwa sistem motor mengalami panas berlebih.
Kondisi ini memaksa pengendara untuk berhenti dan menurunkan beban. Overheat menjadi faktor utama kegagalan pada skenario ini, yang menunjukkan bahwa beban 160 kilogram berada di luar batas ideal untuk tanjakan ekstrem.
Percobaan Kedua: Beban Dikurangi Jadi 140 Kg
Setelah melakukan pendinginan mesin, pengujian dilanjutkan dengan mengurangi beban sekitar 18 kilogram. Total beban kini menjadi sekitar 140 kilogram, yang terdiri dari dua penumpang tanpa tambahan beban lain.
Masih menggunakan mode S, motor kembali diuji di jalur yang sama. Kali ini, performa terlihat lebih meyakinkan. Meski sempat terasa berat di beberapa titik, terutama menjelang puncak tanjakan, Polytron Fox 350 berhasil menaklukkan seluruh jalur hingga atas.
Namun, menariknya, setelah berhasil mencapai puncak, indikator overheat kembali muncul. Meski demikian, motor tetap bisa dikendalikan dan tidak mengalami kegagalan total seperti pada percobaan pertama.
Fitur Hill Assist Jadi Penyelamat
Dalam pengujian ini, fitur hill assist juga turut diuji. Fitur ini berfungsi untuk menahan motor agar tidak mundur saat berhenti di tanjakan. Dengan menekan rem beberapa detik, sistem akan aktif secara otomatis.
Fitur ini terbukti sangat membantu, terutama saat pengendara harus berhenti di tengah tanjakan. Dengan hill assist, motor tetap stabil tanpa risiko mundur, sehingga memudahkan pengendara untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Kesimpulan: Beban Ideal untuk Tanjakan Ekstrem
Dari hasil pengujian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Polytron Fox 350 masih mampu menghadapi tanjakan ekstrem, namun dengan batasan tertentu. Beban ideal untuk kondisi seperti ini berada di kisaran 130 hingga 140 kilogram.
Jika beban melebihi angka tersebut, risiko overheat akan meningkat dan performa motor menurun drastis. Hal ini penting menjadi perhatian bagi pengguna, terutama yang sering melintasi jalur pegunungan atau membawa beban berat.
Secara keseluruhan, performa Polytron Fox 350 cukup impresif untuk kategori motor listrik. Meski belum sempurna di kondisi ekstrem, motor ini tetap menawarkan tenaga yang kompetitif, fitur modern, serta pengalaman berkendara yang nyaman.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina