RADAR TULUNGAGUNG - Samsung kembali meramaikan pasar smartphone kelas menengah melalui Samsung Galaxy A17 5G.
Meski bukan rilisan terbaru, ponsel ini masih menarik perhatian karena menawarkan spesifikasi kompetitif di harga Rp3 jutaan.
Dalam video unboxing dan review, Samsung Galaxy A17 5G dibeli di harga Rp3,5 juta untuk varian RAM 8GB dan penyimpanan 256GB.
Menariknya, Samsung tetap mempertahankan strategi penjualan dengan kepala charger terpisah.
Namun, pengguna tetap mendapatkan travel adapter 25 watt secara gratis dalam paket pembelian.
Desain Simpel, Tapi Tetap Elegan
Dari segi desain, Samsung Galaxy A17 5G tampil minimalis dengan ketebalan hanya 7,5 mm.
Bagian belakang menggunakan material fiberglass dengan finishing doff, sehingga tidak mudah meninggalkan sidik jari.
Tersedia tiga pilihan warna, yaitu blue, grey, dan black. Varian grey disebut paling menarik karena memberikan kesan elegan.
Modul kamera dibuat simpel dengan tiga lensa tanpa frame besar, mengikuti tren desain Samsung terbaru.
Namun, ada catatan pada build quality. Beberapa bagian backdoor terasa agak kopong saat diketuk, meskipun tidak memengaruhi fungsi utama perangkat.
Layar AMOLED, Tapi Terlihat Jadul
Masuk ke bagian layar, Samsung Galaxy A17 5G mengusung panel Super AMOLED 6,7 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 90Hz.
Secara kualitas warna dan kecerahan hingga 800 nits, layar ini masih sangat layak digunakan di luar ruangan.
Namun, desain layar menjadi salah satu kekurangan. Ponsel ini masih menggunakan model poni dengan bezel cukup tebal, terutama di bagian bawah. Hal ini membuat tampilannya terlihat tertinggal dibanding kompetitor di kelas harga yang sama.
Performa Standar untuk Kelasnya
Dari sisi performa, Samsung Galaxy A17 5G ditenagai chipset Exynos 1330 dengan fabrikasi 5nm.
Hasil benchmark menunjukkan skor AnTuTu sekitar 627 ribu, sementara Geekbench mencatat skor 971 (single-core) dan 2.190 (multi-core).
Performa ini tergolong standar untuk smartphone Rp3 jutaan, cukup untuk aktivitas harian seperti media sosial, multitasking, dan gaming ringan.
Fitur AI dan Update Panjang Jadi Nilai Jual
Salah satu keunggulan utama Samsung Galaxy A17 5G ada pada software.
Ponsel ini sudah menggunakan One UI 8 berbasis Android 16 dan dijanjikan mendapat update OS hingga 6 kali.
Fitur AI juga mulai dihadirkan, seperti Circle to Search dan asisten berbasis AI Gemini. Namun, fitur AI di galeri seperti AI Eraser belum tersedia, yang cukup disayangkan.
Kamera 50 MP dengan OIS, Hasil Stabil
Di sektor kamera, Samsung Galaxy A17 5G dibekali kamera utama 50 MP dengan OIS, didukung lensa ultrawide 5 MP dan makro 2 MP. Kamera depan memiliki resolusi 13 MP.
Hasil foto dan video dinilai cukup baik, dengan warna natural dan tidak berlebihan. Fitur OIS terbukti membantu menghasilkan video yang stabil, terutama saat berjalan.
Meski begitu, perpindahan antar lensa terasa kurang halus, dan kualitas zoom digital hingga 10x tidak terlalu optimal.
Baterai Awet dengan Fast Charging
Untuk daya tahan, Samsung Galaxy A17 5G membawa baterai 5.000 mAh yang cukup untuk penggunaan seharian.
Dukungan fast charging 25 watt juga membantu pengisian daya lebih cepat.
Layak Dibeli atau Tidak ?
Samsung Galaxy A17 5G menawarkan kombinasi menarik antara desain elegan, kamera dengan OIS, serta dukungan update panjang.
Namun, kekurangan pada desain layar dan beberapa detail build quality bisa menjadi pertimbangan.
Bagi pengguna yang mengutamakan software dan kamera stabil, HP ini masih layak dilirik di kelas Rp3 jutaan.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan