RADAR TULUNGAGUNG - Nubia Neo 5 GT mulai mencuri perhatian menjelang peluncurannya di pasar Asia Tenggara. Smartphone ini digadang-gadang menjadi salah satu HP gaming Rp3 jutaan paling menarik, terutama karena membawa fitur yang jarang ditemui di kelasnya, yakni kipas pendingin aktif langsung di bodi perangkat.
Keberadaan kipas ini bukan sekadar gimmick. Nubia Neo 5 GT menghadirkan sistem pendingin yang berbeda dari kebanyakan smartphone.
Jika umumnya kipas atau cooling system berada di dalam perangkat, Nubia justru menempatkannya di sisi samping bodi.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pembuangan panas, terutama saat digunakan untuk gaming berat.
Baca Juga: 5 HP Tecno Terbaik dengan Performa Gaming Gahar, Ini Rekomendasi dan Harga Terbarunya!
Nubia juga memadukan kipas tersebut dengan cooling chamber berukuran 29,50 mm² untuk menjaga suhu tetap stabil dalam berbagai skenario penggunaan.
Dengan kombinasi tersebut, Nubia Neo 5 GT berpotensi menawarkan performa yang lebih konsisten dibandingkan smartphone lain di kelas harga yang sama.
Layar AMOLED 144Hz, Visual Lebih Mulus
Selain sektor pendingin, Nubia Neo 5 GT juga unggul di bagian layar. Smartphone ini dibekali panel AMOLED berukuran 6,8 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate tinggi mencapai 144 Hz.
Spesifikasi ini membuat pengalaman visual terasa lebih halus, baik saat scrolling maupun bermain game. Tingkat kecerahan maksimalnya bahkan diklaim mencapai 4.500 nits, menjadikannya tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari.
Desain layarnya juga tampil modern dengan bezel tipis, memberikan kesan luas dan imersif. Di bagian atas, terdapat punch hole yang menampung kamera depan beresolusi 16 megapiksel.
Performa Kencang dengan Dimensity 7400
Di sektor dapur pacu, Nubia Neo 5 GT ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7400 yang dipadukan dengan RAM LPDDR berkecepatan tinggi hingga 6400 Mbps.
Kombinasi ini diklaim mampu menghadirkan performa yang responsif untuk multitasking maupun gaming. Nubia menyediakan dua varian memori, yakni RAM 12 GB dengan penyimpanan 256 GB dan 512 GB.
Baca Juga: HP Gaming Dimensity Harga Terjangkau 2026, Performa Ngebut Mulai 1 Jutaan Bikin Gamer Wajib Lirik
Dengan spesifikasi tersebut, Nubia Neo 5 GT diproyeksikan mampu bersaing di segmen mid-range yang semakin kompetitif.
Kamera dan Fitur Pendukung
Untuk sektor fotografi, Nubia Neo 5 GT membawa konfigurasi tiga kamera belakang. Kamera utamanya memiliki resolusi 50 megapiksel, didampingi sensor tambahan 2 megapiksel serta LED flash.
Meski bukan fokus utama, konfigurasi ini cukup untuk kebutuhan fotografi sehari-hari. Sementara itu, fitur pendukung lainnya tergolong lengkap.
Mulai dari sensor sidik jari di dalam layar, NFC, Bluetooth 5.4, hingga sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan terhadap debu dan percikan air.
Tak ketinggalan, Nubia juga menyematkan fitur AI Copilot 2.0 untuk menunjang produktivitas pengguna. Sistem operasinya pun sudah berbasis Android 16, menjadikannya salah satu perangkat yang cukup futuristik di kelasnya.
Baterai Besar dan Fast Charging 80W
Dari sisi daya, Nubia Neo 5 GT dibekali baterai berkapasitas 6.210 mAh. Kapasitas ini tergolong besar dan mendukung penggunaan seharian penuh, bahkan untuk aktivitas gaming intensif.
Baca Juga: 4 HP Oppo Rp3 Jutaan Terbaik, Desain Premium dan Performa Kencang Jadi Andalan!
Smartphone ini juga sudah mendukung fast charging 80 watt, sehingga waktu pengisian daya menjadi lebih singkat. Fitur bypass charging juga hadir, memungkinkan perangkat tetap dingin saat digunakan sambil diisi daya.
Harga dan Potensi di Pasar
Meski belum resmi dirilis, Nubia Neo 5 GT dikabarkan akan meluncur lebih dulu di Filipina dengan harga mulai dari sekitar 17.000 peso, atau setara Rp3 jutaan.
Jika benar masuk ke Indonesia dengan harga serupa, perangkat ini berpotensi menjadi “game changer” di segmen HP gaming murah.
Pasalnya, kombinasi kipas aktif, layar 144Hz, dan baterai besar masih sangat jarang ditemukan di rentang harga tersebut.
Dengan semua keunggulan itu, Nubia Neo 5 GT bukan hanya sekadar alternatif, tetapi bisa menjadi ancaman serius bagi brand lain di kelas menengah.
Editor : Manda Dwi Agustin