RADAR TULUNGAGUNG - POCO X8 Pro Max kembali jadi sorotan setelah diuji menjalankan game PC kelas berat seperti GTA 5 melalui emulator. Smartphone di kelas Rp6 jutaan ini disebut-sebut sebagai “anomali” karena performanya yang jauh melampaui ekspektasi.
Sejak awal, POCO X8 Pro Max memang sudah menunjukkan taringnya. Dalam pengujian sebelumnya, perangkat ini mampu menjalankan berbagai game selama 30 menit tanpa kendala berarti. Dari sisi suhu dan performa, semuanya masih tergolong stabil.
Tak hanya itu, daya tahan baterainya juga menjadi nilai jual utama. Dengan kapasitas sekitar 8.500 mAh, penggunaan dari pagi hingga malam hari masih menyisakan sekitar 36 persen baterai. Ini membuktikan bahwa klaim baterai besar bukan sekadar gimmick.
Uji Emulator: Jalankan Game PC di HP
Pengujian terbaru membawa POCO X8 Pro Max ke level berbeda. Smartphone ini dipaksa menjalankan game PC melalui emulator, bukan sekadar streaming seperti Steam Link.
Dengan bantuan aplikasi GameHub, proses instalasi emulator kini jauh lebih sederhana. Pengguna tidak perlu lagi melakukan konfigurasi rumit seperti dulu. Cukup satu aplikasi, game PC sudah bisa dijalankan langsung di perangkat.
Namun, penting dicatat bahwa metode ini benar-benar mengandalkan performa asli smartphone, bukan koneksi internet.
Performa GTA 5: Bisa, Tapi Belum Nyaman
Hasil pengujian menunjukkan bahwa POCO X8 Pro Max memang mampu menjalankan GTA 5, meski belum sepenuhnya playable.
Pada resolusi 800x600, game berjalan di rata-rata 30 FPS, namun bisa turun hingga 11 FPS di beberapa momen. Sementara pada resolusi Full HD, performa rata-rata berada di bawah 30 FPS, bahkan drop hingga 6 FPS.
Baca Juga: 5 HP Tecno Terbaik dengan Performa Gaming Gahar, Ini Rekomendasi dan Harga Terbarunya!
Artinya, meski secara teknis bisa dijalankan, pengalaman bermain masih jauh dari kata nyaman.
Batasan Chipset Dimensity 9500s
Salah satu faktor pembatas ada pada chipset Dimensity 9500s yang digunakan. Berbeda dengan Snapdragon, arsitektur GPU pada chipset ini membuat beberapa game berat seperti Cyberpunk atau Resident Evil tidak bisa dijalankan.
Hal ini menunjukkan bahwa kompatibilitas masih menjadi tantangan utama dalam emulasi game PC di smartphone.
Tantangan Emulasi: Kerja Ganda Prosesor
Masalah utama bukan hanya soal performa mentah, tetapi juga cara kerja emulator. Smartphone harus menerjemahkan instruksi dari arsitektur PC (x86) ke arsitektur ARM secara real-time.
Proses ini membuat beban kerja menjadi dua kali lipat. Ibarat membaca dokumen dalam bahasa asing, sistem harus menerjemahkan terlebih dahulu sebelum memprosesnya.
Inilah alasan mengapa performa game PC di smartphone masih belum optimal.
Baterai Jadi Keunggulan
Meski performa belum sempurna, POCO X8 Pro Max unggul di sektor daya. Dalam pengujian 30 menit bermain GTA 5, baterai hanya berkurang sekitar 11 persen.
Jika dihitung, pengguna bisa bermain hingga sekitar 4 jam. Angka ini bahkan lebih baik dibandingkan sebagian handheld gaming yang rata-rata hanya bertahan sekitar 2 jam.
Masa Depan Smartphone vs Handheld Gaming
Perkembangan software dan hardware membuat potensi smartphone sebagai perangkat gaming semakin besar. Emulator kini jauh lebih stabil dibanding beberapa tahun lalu.
Jika optimalisasi terus berkembang, bukan tidak mungkin dalam 1–2 tahun ke depan smartphone bisa menyaingi handheld gaming.
Bahkan, perusahaan seperti Valve sudah mulai mengembangkan teknologi translasi dari x86 ke ARM, menandakan arah industri yang semakin serius ke sektor ini.
POCO X8 Pro Max membuktikan bahwa di harga Rp6 jutaan, pengguna sudah bisa merasakan performa mendekati gaming PC.
Meski belum sepenuhnya nyaman untuk game berat, kemampuan menjalankan GTA 5 saja sudah menjadi pencapaian besar.
Dengan baterai besar, performa tinggi, dan potensi ke depan, tak berlebihan jika smartphone ini disebut sebagai salah satu HP paling menarik di kelasnya saat ini.
Editor : Manda Dwi Agustin