RADAR TULUNGAGUNG - Kebutuhan akan hp kamera stabil untuk video terus meningkat seiring maraknya tren konten digital. Tidak hanya kreator, pengguna biasa pun kini mulai mempertimbangkan fitur stabilisasi seperti OIS agar hasil video lebih halus dan profesional.
Menariknya, di tahun 2026, pilihan hp kamera stabil untuk video tidak lagi terbatas pada kelas menengah ke atas. Sejumlah pabrikan telah menghadirkan teknologi OIS di segmen harga 2 jutaan, membuat kualitas kamera semakin kompetitif.
OIS atau Optical Image Stabilization menjadi fitur penting karena mampu meredam guncangan saat pengambilan gambar. Dengan teknologi ini, foto terlihat lebih tajam dan video menjadi lebih stabil meskipun direkam sambil berjalan.
Poco M6 Pro Andalkan Kamera 64 MP dengan OIS
Poco M6 Pro hadir dengan konfigurasi tiga kamera, termasuk kamera utama 64 MP yang sudah dilengkapi OIS dan PDAF. Hasil foto terlihat natural dengan pemisahan objek yang baik.
Untuk video, meskipun hanya mendukung hingga 1080p 60 fps, kombinasi OIS dan EIS membuat hasil rekaman tetap stabil. Kamera depan 16 MP juga cukup mumpuni untuk kebutuhan selfie dan konten.
Infinix Note 50 Tawarkan Video Stabil hingga 2K
Infinix Note 50 membawa kamera utama 50 MP dengan OIS serta kemampuan perekaman hingga 2K. Saat stabilisasi aktif, hasil video terlihat lebih smooth terutama di resolusi 1080p.
Teknologi AI RAW yang disematkan juga membantu meningkatkan detail foto, terutama di kondisi minim cahaya. Kamera depan 13 MP mendukung kebutuhan konten harian.
Infinix Note 40 Pro Plus 5G Unggul di Resolusi Kamera
Dengan kamera utama 108 MP dan dukungan OIS, perangkat ini mampu menghasilkan foto detail tinggi. Perekaman video hingga 2K juga menjadi nilai tambah.
Meski warna terkadang kurang mencolok, fitur AI enhancer dapat membantu meningkatkan kualitas visual secara keseluruhan.
Samsung Galaxy A17 4G Stabil untuk Video Harian
Samsung menghadirkan Galaxy A17 dengan kamera utama 50 MP yang sudah didukung OIS. Hasil foto di siang hari terlihat tajam dengan noise yang terkendali.
Untuk video, resolusi 1080p 30 fps cukup stabil berkat dukungan OIS, menjadikannya pilihan aman untuk pengguna yang mencari hp kamera stabil untuk video dari brand besar.
Poco M7 Pro 5G Tawarkan Detail dan Dynamic Range Baik
Poco M7 Pro 5G mengusung kamera utama 50 MP dengan OIS serta fitur zoom lossless. Hasil foto terlihat tajam dengan warna yang cukup hidup.
Namun, perekaman video masih terbatas di 1080p. Meski begitu, kualitasnya tetap layak di kelas harga 2 jutaan.
Tecno Camon 40 Fokus pada Fotografi Natural
Tecno Camon 40 membawa kamera utama 50 MP dengan sensor Sony dan OIS. Karakter warna yang dihasilkan cenderung natural tanpa oversharpening.
Untuk video, perekaman hingga 2K tersedia, namun stabilisasi terbaik tetap di 1080p.
Realme 13 Cocok untuk Fotografi Low Light
Realme 13 hadir dengan sensor Sony dan OIS yang membantu menghasilkan foto lebih stabil di kondisi minim cahaya. Detail tetap terjaga dengan noise yang terkendali.
Kemampuan video 1080p juga cukup stabil untuk kebutuhan vlog ringan.
Tecno Spark 30 Pro Tetap Kompetitif di Kelasnya
Meski lebih dikenal di kelas 1 jutaan, Tecno Spark 30 Pro tetap masuk daftar berkat kamera 108 MP dan dukungan EIS.
Perekaman hingga 2K membuatnya cukup menarik untuk pengguna yang ingin hasil video lebih tajam.
Nubia Focus 2 5G Andalkan Kamera 108 MP dan Video 4K
Nubia Focus 2 5G menawarkan kamera 108 MP dengan dukungan fitur AI. Perekaman video bahkan mencapai 4K 30 fps, menjadi salah satu yang tertinggi di kelasnya.
Fitur tambahan seperti AI snapshot dan magic eraser membuat pengalaman fotografi semakin lengkap.
Infinix Note 40 Pro Lengkap dengan Video 4K
Infinix Note 40 Pro membawa kamera 108 MP dengan OIS serta perekaman hingga 4K. Hasil foto terlihat cerah dengan pemisahan objek yang rapi.
Kamera depan 32 MP juga mendukung pembuatan konten dengan detail yang baik.
Secara keseluruhan, pilihan hp kamera stabil untuk video di harga 2 jutaan semakin menarik. Dengan hadirnya OIS dan peningkatan teknologi kamera, pengguna kini bisa menghasilkan konten berkualitas tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula