RADAR TULUNGAGUNG - Tecno kembali meramaikan pasar smartphone kelas Rp 2 jutaan lewat seri terbarunya, Tecno Pova 7. Ponsel ini digadang-gadang sebagai HP gaming murah dengan baterai besar dan fitur lengkap. Namun, kehadirannya langsung dibandingkan dengan “saudara sendiri”, yakni Tecno Camon 40 yang lebih dulu mencuri perhatian.
Lalu, apakah Tecno Pova 7 masih layak jadi pilihan terbaik di kelasnya? Atau justru kalah saing?
Desain Gaming Kental, Mirip Nothing Phone
Dari sisi desain, Tecno Pova 7 langsung menunjukkan identitasnya sebagai HP gaming. Tampilan bodinya dipenuhi aksen futuristik, garis-garis unik, hingga detail menyerupai sekrup yang memberi kesan “mechanical”.
Menariknya, varian warna putih terlihat cukup premium dan sekilas mengingatkan pada desain Nothing Phone. Ada pula elemen estetika seperti tulisan POVA yang berubah tampilan tergantung sudut pandang, memberi kesan unik di kelas harga terjangkau.
Ponsel ini juga mengusung modul kamera berbentuk segitiga dan bodi cukup tebal. Wajar, mengingat baterai yang dibawa berkapasitas jumbo 7000 mAh.
Layar 120 Hz, Tapi Kurang Cerah
Tecno Pova 7 dibekali layar 6,78 inci Full HD+ dengan refresh rate 120 Hz. Secara spesifikasi, ini sudah cukup untuk kebutuhan gaming maupun scrolling harian.
Namun, dalam penggunaan nyata, kualitas layar masih terasa “standar”. Warna terlihat kurang cerah dibanding kompetitor, bahkan kalah dari Camon 40. Brightness juga tidak terlalu tinggi, sehingga agak sulit dilihat di bawah sinar matahari langsung.
Untuk penggunaan indoor, layar masih nyaman. Tapi untuk outdoor, ini jadi salah satu kekurangan utama.
Performa Gaming Stabil, Tapi Belum Maksimal
Di sektor dapur pacu, Tecno Pova 7 menggunakan chipset MediaTek Helio G100. Chipset ini memang dikenal stabil dan efisien, terutama untuk gaming di kelas menengah.
Saat digunakan bermain Mobile Legends, performa terasa lancar di setting tinggi dengan frame rate stabil di kisaran 60 fps. Namun untuk PUBG Mobile, performanya masih terkunci di 40 fps meski sudah setting smooth-ultra.
Padahal, secara kemampuan, Helio G100 seharusnya bisa lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa optimasi software masih belum maksimal.
Untuk game berat seperti Genshin Impact, performa berada di kisaran 30 fps. Masih playable, tapi bukan yang paling mulus.
Baterai 7000 mAh Jadi Senjata Utama
Salah satu keunggulan utama Tecno Pova 7 adalah baterainya. Dengan kapasitas 7000 mAh, daya tahannya benar-benar impresif.
Dalam pengujian:
- Main Genshin Impact 30 menit hanya menguras 6–7%
- Mobile Legends 30 menit sekitar 5%
- Streaming YouTube 1 jam hanya 5%
Dipadukan dengan pengisian cepat 45W, ponsel ini jelas unggul untuk pengguna yang butuh daya tahan ekstra, terutama gamer.
Fitur Lengkap: NFC, Stereo Speaker, hingga IR Blaster
Di luar performa, Tecno Pova 7 juga unggul dari sisi fitur. Mulai dari NFC, stereo speaker, IR blaster, hingga gyro hardware untuk gaming, semuanya sudah tersedia.
Masih ada pula headphone jack yang kini mulai jarang ditemukan. Ini tentu jadi nilai tambah bagi gamer yang masih menggunakan headset kabel.
Kamera 108 MP, Cukup di Kelasnya
Untuk fotografi, Tecno Pova 7 dibekali kamera utama 108 MP. Hasil fotonya cukup baik di kondisi terang, dengan detail yang tajam.
Namun, ponsel ini tidak memiliki kamera ultrawide. Di kondisi low light, kualitas foto juga menurun cukup signifikan.
Kamera depan mampu merekam hingga resolusi 2K, meski tanpa stabilisasi. Jika menggunakan stabilisasi, resolusi turun ke 1080p.
Lebih Murah, Tapi Layak Dipilih?
Dibanding Tecno Camon 40, Pova 7 memang lebih murah sekitar Rp 500 ribu. Namun, perbedaan kualitasnya cukup terasa.
Camon 40 unggul di layar AMOLED, desain lebih tipis, kamera lebih lengkap, dan fitur tambahan seperti OIS serta sertifikasi IP lebih tinggi.
Sementara itu, Tecno Pova 7 lebih cocok untuk pengguna yang fokus pada baterai besar dan kebutuhan gaming.
Kesimpulan
Tecno Pova 7 adalah pilihan menarik di kelas HP Rp 2 jutaan, terutama bagi gamer yang butuh baterai tahan lama. Performanya stabil, fiturnya lengkap, dan daya tahan jadi nilai jual utama.
Namun, jika punya budget lebih, Tecno Camon 40 masih jadi pilihan yang lebih seimbang secara keseluruhan.
Editor : Rangga Rizki Saputra