RADAR TULUNGAGUNG – Minerva Electron M1 menjadi sorotan setelah resmi diluncurkan sebagai motor listrik murah dengan teknologi tukar baterai.
Kebangkitan Minerva lewat produk ini langsung menarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air.
Minerva Electron M1 bukan sekadar motor listrik biasa. Skuter nol emisi ini menjadi simbol comeback Minerva setelah lama menghilang dari pasar roda dua nasional sejak 2015.
Peluncuran motor listrik ini dilakukan pada ajang GIIAS 2022. Momentum tersebut menjadi tonggak penting kembalinya Minerva ke industri otomotif Indonesia, namun kali ini dengan pendekatan berbeda: elektrifikasi.
Transformasi Minerva ke Motor Listrik
Berbeda dari era sebelumnya, Minerva kini hadir dengan identitas baru sebagai Minerva Electron. Perubahan nama ini menegaskan fokus perusahaan di segmen kendaraan listrik.
Presiden Direktur PT Bagaskara Mega Langgeng (BML), pemegang merek Minerva di Indonesia, menyebut penggunaan nama Minerva tetap dipertahankan karena sudah dikenal luas oleh masyarakat.
Langkah ini dinilai strategis untuk membangun kembali kepercayaan pasar, sekaligus mengikuti tren kendaraan ramah lingkungan yang terus berkembang di Indonesia.
Kilas Balik Kejayaan Minerva
Minerva pertama kali hadir di Indonesia sekitar 2007 melalui PT Minerva Motor Indonesia. Kala itu, brand ini cukup fenomenal karena menghadirkan motor sport dengan desain mirip pabrikan Jepang, namun dengan harga lebih terjangkau.
Salah satu model paling dikenal adalah Minerva R150 yang sering disebut sebagai “kembaran” Honda CBR150R generasi awal. Motor ini dijual jauh lebih murah dibandingkan versi impor dari Thailand yang saat itu menyentuh harga Rp35 juta hingga Rp40 jutaan.
Selama periode 2007 hingga 2015, Minerva sempat merilis berbagai model, mulai dari motor sport full fairing hingga naked bike. Namun setelah itu, kiprahnya meredup seiring peralihan bisnis ke distribusi motor KTM.
Spesifikasi dan Keunggulan Minerva Electron M1
Kini, Minerva kembali dengan strategi baru melalui Minerva Electron M1. Motor listrik ini dijual dengan harga sekitar Rp16,5 juta OTR Jakarta, menjadikannya salah satu opsi terjangkau di kelasnya.
Salah satu fitur paling menarik adalah sistem swap baterai. Artinya, pengguna tidak perlu melakukan pengisian daya di rumah.
Sebagai gantinya, baterai bisa ditukar di berbagai gerai yang telah bekerja sama, seperti Alfamart, Indomaret, hingga Circle K. Proses penukaran ini diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa detik.
Motor ini menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 64 volt 21 Ah. Sistem ini dinilai praktis, terutama bagi pengguna yang tidak ingin repot dengan proses charging konvensional.
Dari sisi desain, tampilan Minerva Electron M1 cukup modern. Bagian roda menggunakan ring 12 inci dengan ban ukuran 90/90. Sekilas, desainnya mengingatkan pada skuter populer seperti Yamaha NMAX.
Panel instrumen juga sudah digital dengan tampilan angka yang cukup besar dan mudah dibaca. Hal ini memberikan kesan futuristik sekaligus fungsional.
Wajib Pakai Aplikasi dan Sistem Token
Hal unik lainnya dari motor ini adalah penggunaan aplikasi khusus. Pengguna harus menghubungkan motor dengan aplikasi untuk mengoperasikan kendaraan.
Selain itu, sistemnya menggunakan token. Artinya, motor hanya bisa digunakan jika pengguna memiliki saldo yang cukup di aplikasi.
Konsep ini mirip seperti sistem prabayar, di mana pengguna membeli “energi” terlebih dahulu sebelum berkendara. Pendekatan ini menjadi salah satu pembeda utama dibanding motor listrik lain.
Peluang di Pasar Motor Listrik Indonesia
Kehadiran Minerva Electron M1 menjadi bukti bahwa pasar motor listrik di Indonesia semakin kompetitif. Dengan harga terjangkau dan teknologi swap baterai, motor ini berpotensi menarik minat masyarakat luas.
Apalagi, tren kendaraan listrik terus didorong oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan. Hal ini membuka peluang besar bagi brand lama seperti Minerva untuk kembali bersaing.
Ke depan, menarik untuk melihat apakah strategi Minerva ini mampu mengulang kesuksesan masa lalu, atau bahkan menciptakan pasar baru di segmen motor listrik.
Editor : Krisna Pambudi