RADAR TULUNGAGUNG- Sebuah video review penggunaan motor listrik murah 1 jutaan setelah pemakaian 1 tahun viral di media sosial karena menampilkan pengalaman jujur pengguna yang membeberkan kelebihan sekaligus kekurangan kendaraan tersebut secara blak-blakan.
Dalam video tersebut, pengguna menceritakan pengalamannya menggunakan motor listrik murah 1 jutaan setelah pemakaian 1 tahun yang dibeli dengan harga sekitar Rp7 jutaan setelah subsidi. Motor ini disebut-sebut sangat hemat biaya operasional, namun memiliki sejumlah masalah teknis yang cukup mengganggu.
Sejak awal penggunaan, motor listrik murah 1 jutaan setelah pemakaian 1 tahun ini diklaim tidak pernah melakukan servis rutin seperti motor bensin pada umumnya. Tidak ada penggantian oli, kampas rem, maupun perawatan besar lainnya, sehingga biaya operasional sangat rendah.
Desain dan Material: Terlihat Murah
Dari sisi desain, motor listrik ini mendapat kritik karena material bodinya dinilai kurang kokoh. Pengguna menyebut bodi motor terasa “ringkih seperti plastik” dan mudah terlihat rapuh saat digunakan.
Beberapa bagian bahkan sudah dimodifikasi sederhana oleh pemilik untuk menambah kenyamanan, seperti tambahan footstep. Hal ini menunjukkan bahwa secara standar pabrik, kenyamanan masih menjadi kekurangan utama.
Baca Juga: Review Rakata NX8: Desain Sporty, Tinggi Menantang, Tapi Minim Fitur—Layak Buat Touring Santai?
Baterai dan Performa: Hemat tapi Bermasalah
Salah satu keunggulan utama motor listrik murah 1 jutaan setelah pemakaian 1 tahun ini adalah efisiensi biaya. Pengguna mengklaim hanya mengeluarkan sekitar Rp10.000 untuk penggunaan jarak hingga ratusan kilometer, sehingga sangat hemat dibanding motor bensin.
Namun di sisi lain, masalah juga muncul pada sektor baterai. Pengguna mengeluhkan baterai yang sering mengalami gangguan, seperti tiba-tiba tidak bisa digas atau kehilangan respons. Masalah ini disebut berasal dari koneksi baterai dan sistem throttle.
Selain itu, baterai juga dinilai cukup berat dengan bobot sekitar 3 kilogram, sehingga menyulitkan saat harus dilepas atau dibawa.
Masalah Teknis: Sering Mogok
Keluhan paling serius dari motor listrik murah 1 jutaan setelah pemakaian 1 tahun ini adalah seringnya motor mengalami mogok atau mati mendadak. Kondisi ini membuat pengalaman berkendara menjadi tidak stabil, terutama saat digunakan untuk aktivitas harian.
Pengguna juga menyebut bahwa motor ini lebih cocok digunakan untuk perjalanan jarak dekat saja, bukan untuk perjalanan jauh atau kebutuhan mobilitas tinggi.
Fitur dan Panel Kendali
Meski memiliki banyak kekurangan, motor listrik ini tetap dibekali fitur dasar seperti mode kecepatan, indikator baterai, hingga sistem mundur. Terdapat beberapa mode berkendara yang membatasi kecepatan hingga sekitar 45–67 km/jam tergantung pengaturan.
Panel digital juga menampilkan informasi seperti sisa baterai, jarak tempuh, dan mode berkendara. Namun secara keseluruhan, fitur ini dinilai masih sederhana dibanding kendaraan listrik modern lainnya.
Kesimpulan: Hemat Tapi Tidak Ideal untuk Semua Orang
Dari pengalaman satu tahun penggunaan, motor listrik murah 1 jutaan setelah pemakaian 1 tahun memang menawarkan keunggulan dari sisi biaya operasional yang sangat rendah. Namun, kelemahan di sektor kualitas material dan sistem kelistrikan membuatnya kurang ideal untuk penggunaan jangka panjang tanpa risiko gangguan.
Pengguna menyarankan motor ini hanya cocok untuk kebutuhan jarak dekat dan penggunaan ringan. Untuk penggunaan harian dengan mobilitas tinggi, motor bensin atau motor listrik kelas lebih tinggi dinilai lebih aman dan stabil.
Editor : Cholifatun Nisak