Radar Tulungagung – Infinix kembali mengguncang pasar smartphone kelas menengah lewat kehadiran Infinix Note Edge. Ponsel ini langsung mencuri perhatian karena membawa desain yang disebut-sebut “rasa iPhone”, dipadukan dengan baterai jumbo 6500 mAh dalam bodi super tipis.
Sejak awal kemunculannya, Infinix Note Edge memang menarik perhatian publik. Selain tampil beda dari seri Note sebelumnya, HP ini juga mengklaim diri sebagai smartphone dengan baterai 6500 mAh paling tipis di kelasnya, yakni hanya 7,2 mm. Dengan harga sekitar Rp3,5 jutaan, banyak yang penasaran apakah perangkat ini benar-benar worth it atau justru sekadar gimmick desain.
Pada tiga paragraf awal saja, satu hal langsung terasa: Infinix mencoba menggabungkan gaya premium dengan harga terjangkau. Infinix Note Edge tidak hanya menjual tampilan, tapi juga membawa sejumlah fitur unggulan yang biasanya ada di kelas lebih tinggi.
Desain Tipis, Stylish, dan Mirip iPhone
Secara tampilan, Infinix Note Edge tampil elegan dengan desain minimalis. Bagian depan hingga antarmuka (UI) sangat terinspirasi dari iOS, mulai dari lockscreen, ikon, hingga control center yang menyerupai gaya “liquid glass”.
Bodi belakang menggunakan material polikarbonat, namun finishing-nya dibuat mengilap sehingga terlihat premium. Varian warna biru menjadi yang paling mencolok, meski tersedia juga pilihan lain seperti hitam, hijau, dan titanium.
Dengan bobot hanya 185 gram, HP ini terasa ringan di tangan. Ditambah layar melengkung (curved display), pengalaman menggenggam jadi lebih nyaman dan terlihat modern.
Layar AMOLED 1.5K dan Fitur Lengkap
Infinix Note Edge dibekali layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 120Hz. Tingkat kecerahan mencapai 1600 nits, cukup terang untuk penggunaan di luar ruangan.
Perlindungan layar menggunakan Gorilla Glass 7i, serta didukung fitur PWM dimming tinggi 2160Hz yang lebih nyaman di mata. Sensor fingerprint sudah tertanam di layar (in-display), menambah kesan flagship.
Fitur lain seperti NFC, gyro hardware, IR blaster, hingga speaker stereo JBL juga turut melengkapi pengalaman pengguna.
Performa Dimensity 7100, Cukup Tapi Bukan Tercepat
Dari sisi dapur pacu, Infinix Note Edge menjadi HP pertama yang menggunakan chipset MediaTek Dimensity 7100 5G. Skor AnTuTu berada di kisaran 768 ribu hingga 800 ribuan, setara Snapdragon 7s Gen 2.
Untuk penggunaan harian dan game ringan seperti Mobile Legends, performanya cukup lancar hingga 90 fps. Namun untuk game berat, performanya masih terbatas di 30–40 fps dengan setting grafis rendah.
Kelebihannya, suhu perangkat tetap terjaga di kisaran 40 derajat, sehingga tidak mudah panas saat digunakan lama.
Kamera 50MP: Jago Malam, Kurang Maksimal Siang
Infinix Note Edge hanya dibekali satu kamera utama 50MP. Hasil foto cukup menarik, terutama dalam kondisi low light yang mampu menghasilkan gambar bersih dengan warna yang tetap hidup.
Namun saat kondisi terang, hasilnya justru kurang maksimal. Dynamic range terasa terbatas, dengan kontras yang kurang seimbang antara area terang dan gelap.
Untuk video, kamera depan mampu merekam hingga resolusi 2K. Sayangnya, stabilisasi hanya tersedia di 1080p dan membuat hasil video sedikit terpotong (crop).
Kesimpulan: Menarik, Tapi Bukan Pilihan Terbaik
Secara keseluruhan, Infinix Note Edge adalah HP dengan konsep unik. Menggabungkan baterai besar dalam bodi tipis, desain premium, serta fitur lengkap di harga terjangkau.
Namun, dengan harga Rp3,5 jutaan, perangkat ini belum bisa disebut sebagai pilihan terbaik. Masih ada alternatif dari seri Infinix sendiri seperti Note 50s yang menawarkan performa lebih kencang dan kamera lebih unggul dengan harga lebih murah.
Infinix Note Edge lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan desain tipis, baterai besar, dan tampilan stylish. Sementara untuk performa dan kamera, masih ada opsi yang lebih seimbang di kelasnya.
Editor : Maylanni Diana Fitri