JAKARTA - Kehadiran Poco X8 Pro resmi Indonesia akhirnya menjawab penantian para penggemar smartphone kelas menengah. Seri X Pro dari Poco dikenal sebagai “flagship killer” dengan harga agresif, namun tahun ini situasinya berubah di tengah tren kenaikan harga gadget.
Dalam peluncuran terbarunya, Poco X8 Pro resmi Indonesia dibanderol mulai Rp4.999.000. Namun berbeda dari generasi sebelumnya, varian dasar kini hanya menawarkan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. Untuk mendapatkan konfigurasi setara pendahulunya, pengguna harus merogoh kocek lebih dalam.
Meski begitu, Poco X8 Pro resmi Indonesia tetap membawa sejumlah peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada desain, layar, dan performa. Lantas, apakah masih layak disebut yang terbaik di kelasnya?
Baca Juga: Review Kamera dan Harga Samsung A56 Turun Drastis: Masih Worth It Dibeli di 2026?
Desain Naik Kelas, Kini Pakai Rangka Metal
Salah satu peningkatan paling terasa ada pada sektor desain. Poco X8 Pro kini menggunakan rangka metal yang memberikan kesan lebih premium dan solid dibanding generasi sebelumnya yang masih plastik.
Tampilan belakangnya dibuat minimalis dengan finishing matte dan modul kamera yang lebih sederhana tanpa bingkai mencolok. Tambahan aksen merah di tombol power juga memberikan sentuhan khas.
Menariknya, Poco menyematkan LED RGB di sekitar kamera yang berfungsi sebagai notifikasi, indikator pengisian daya, hingga efek visual saat memutar musik. Fitur ini terbilang unik meski belum terlalu fleksibel dalam pengaturannya.
Layar Lebih Terang dan Nyaman
Poco X8 Pro hadir dengan layar AMOLED 6,59 inci, sedikit lebih kecil dari pendahulunya, namun membuatnya lebih nyaman digenggam. Layar ini sudah mendukung refresh rate 120 Hz, HDR10+, dan Dolby Vision.
Peningkatan juga terlihat pada tingkat kecerahan dan teknologi PWM dimming 3840Hz yang membuat mata lebih nyaman saat penggunaan dalam kondisi redup. Perlindungan Gorilla Glass 7i turut menambah daya tahan layar.
Performa Meningkat, Tapi Tidak Signifikan
Di sektor dapur pacu, Poco X8 Pro menggunakan chipset Dimensity 8500 yang diklaim sekitar 10 persen lebih kencang dibanding generasi sebelumnya.
Untuk penggunaan sehari-hari hingga gaming seperti Mobile Legends, performanya sangat mulus di 120 fps tanpa kendala berarti. Namun saat menjalankan game berat seperti Genshin Impact di setting tinggi, performa masih belum stabil di 60 fps dan cenderung turun setelah penggunaan lama.
Artinya, peningkatan performa ada, tetapi tidak terlalu signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Baterai Lebih Besar, Pengisian Tetap Ngebut
Dari sisi daya, Poco X8 Pro dibekali baterai 6500 mAh, naik dari generasi sebelumnya. Kapasitas ini tergolong besar, apalagi dengan bodi yang lebih ringkas.
Pengisian cepat 100W juga menjadi nilai tambah. Dalam pengujian, baterai dapat terisi 37 persen dalam 15 menit dan penuh dalam waktu kurang dari satu jam.
Kamera Masih Sama, Jadi Catatan
Sayangnya, sektor kamera tidak mengalami peningkatan. Poco X8 Pro masih mengandalkan kamera utama 50 MP dengan OIS dan ultrawide 8 MP.
Hasil foto dari kamera utama tergolong tajam dengan warna cerah, namun cenderung kurang akurat. Sementara kamera ultrawide dinilai kurang optimal, terutama dalam kondisi minim cahaya.
Kesimpulan: Masih Kencang, Tapi Tak Lagi Sendirian
Poco X8 Pro tetap menjadi pilihan menarik di kelas harga Rp5 jutaan, terutama bagi pengguna yang mengutamakan performa tinggi, desain premium, dan baterai besar.
Namun, posisinya kini tidak lagi dominan. Sejumlah kompetitor seperti Redmi Note 15 Pro 5G atau Tecno Camon 50 Pro 5G menawarkan keunggulan di sektor lain seperti kamera dan harga yang lebih kompetitif.
Dengan kata lain, Poco X8 Pro masih layak dibeli, tetapi bukan lagi “raja tanpa lawan” seperti generasi sebelumnya.
Editor : Novica Satya Nadianti