JAKARTA - Oppo kembali meramaikan pasar smartphone kelas menengah dengan meluncurkan Oppo A5 Pro. Ponsel ini langsung mencuri perhatian berkat desain premium dan daya tahan ekstrem yang diusungnya. Namun di balik keunggulan tersebut, Oppo A5 Pro juga menuai kritik, terutama dari sisi performa. Lantas, apakah Oppo A5 Pro layak dibeli di harga Rp3 jutaan?
Oppo A5 Pro hadir dengan sejumlah keunggulan yang cukup menarik, terutama bagi pengguna yang menginginkan smartphone tangguh untuk aktivitas sehari-hari. Dari segi desain, Oppo A5 Pro tampil elegan dengan bodi berbahan polikarbonat yang dipoles menyerupai material premium. Finishing-nya memberikan kesan mewah dan modern, membuatnya tetap terlihat berkelas meski bukan berbahan kaca atau metal.
Selain desain, Oppo A5 Pro juga mengedepankan durabilitas. Smartphone ini diklaim telah lolos 14 pengujian standar militer, yang menunjukkan ketahanannya terhadap benturan dan kondisi ekstrem. Oppo bahkan menyematkan bantalan khusus yang berfungsi melindungi komponen internal, serta penutup motherboard berbahan aluminium yang kokoh.
Tidak hanya itu, Oppo A5 Pro juga sudah mengantongi sertifikasi IP69. Artinya, perangkat ini tahan terhadap debu dan air, bahkan diklaim mampu bertahan dari cipratan hingga perendaman air panas dengan suhu mencapai 80 derajat Celcius. Fitur ini menjadi nilai jual utama yang jarang ditemukan di kelas harga Rp3 jutaan.
Masuk ke sektor kamera, Oppo A5 Pro dibekali kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8 yang mampu menghasilkan foto cukup tajam dalam berbagai kondisi. Terdapat juga lensa monokrom 2 MP untuk mendukung hasil foto. Sementara itu, kamera depan 8 MP dinilai cukup standar untuk kebutuhan selfie dan video call.
Dari sisi daya tahan, Oppo A5 Pro dibekali baterai berkapasitas 5.800 mAh yang tergolong besar di kelasnya. Baterai ini didukung teknologi 45W SuperVOOC fast charging, sehingga pengguna tidak perlu khawatir soal waktu pengisian daya. Dengan kombinasi ini, ponsel mampu menemani aktivitas seharian penuh tanpa sering diisi ulang.
Namun, di balik sejumlah kelebihan tersebut, Oppo A5 Pro juga memiliki beberapa kekurangan yang patut diperhatikan. Salah satu yang paling disorot adalah kualitas layarnya. Meski memiliki ukuran cukup luas 6,67 inci, resolusi yang ditawarkan masih HD+ (720 x 1604 piksel). Refresh rate-nya pun hanya mentok di 90Hz, yang terasa kurang maksimal dibanding kompetitor di kelas yang sama.
Kekurangan berikutnya ada pada kemampuan perekaman video. Oppo A5 Pro hanya mampu merekam video hingga resolusi 1080p di 30fps. Di tengah persaingan smartphone Rp3 jutaan yang sudah mendukung fitur lebih tinggi, hal ini dinilai cukup tertinggal.
Bagian paling banyak menuai kritik adalah performa. Oppo A5 Pro menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 1 yang dianggap kurang bertenaga untuk kelas harganya. Chipset ini dinilai belum optimal untuk kebutuhan gaming berat maupun multitasking intensif, sehingga menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli.
Selain itu, absennya fitur NFC juga menjadi kekurangan lain. Padahal, fitur ini kini semakin dibutuhkan untuk berbagai transaksi digital seperti pembayaran non-tunai dan cek saldo e-money.
Secara keseluruhan, Oppo A5 Pro tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain stylish, ketahanan fisik, serta baterai besar. Namun, bagi pengguna yang lebih fokus pada performa tinggi, kemampuan video, dan fitur lengkap seperti NFC, ada baiknya mempertimbangkan alternatif lain di kelas harga yang sama.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Oppo A5 Pro tetap memiliki segmen pasar tersendiri. Kini, keputusan kembali ke kebutuhan masing-masing pengguna.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari