RADAR TULUNGAGUNG- Tecno Pova Curve 5G kembali menjadi sorotan di pasar smartphone kelas menengah setelah sejumlah reviewer teknologi mengungkap pengalaman penggunaan jangka panjang hingga enam bulan. Smartphone ini hadir dengan strategi berbeda dari kebanyakan ponsel gaming di harga Rp3 jutaan, karena tidak hanya mengandalkan performa, tetapi juga desain layar lengkung AMOLED yang jarang ditemui di kelasnya.
Tecno Pova Curve 5G diposisikan sebagai alternatif smartphone stylish dengan sentuhan premium. Di saat mayoritas ponsel gaming memilih layar datar, Tecno justru menghadirkan desain curved yang membuat tampilannya lebih mewah dan futuristik. Namun, langkah ini sekaligus memunculkan pro dan kontra di kalangan pengguna, terutama soal kenyamanan saat bermain game.
Desain Premium Jadi Daya Tarik Utama
Dari sisi desain, Tecno Pova Curve 5G membawa bodi tipis sekitar 7,5 mm dengan bobot berkisar 176 hingga 188 gram tergantung varian. Materialnya menggunakan Gorilla Glass 7i di bagian depan, frame plastik, serta finishing belakang dengan pola futuristik. Beberapa varian warna seperti Magic Silver dan Geek Black menjadi favorit karena tampil elegan tanpa terlihat berlebihan.
Selain itu, ponsel ini sudah mengantongi sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan debu dan percikan air. Namun, perangkat ini belum mendukung ketahanan untuk kondisi terendam air sepenuhnya.
Layar AMOLED 144Hz Jadi Andalan
Salah satu keunggulan terbesar Tecno Pova Curve 5G ada pada sektor layar. Panel AMOLED 6,78 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate hingga 144Hz memberikan pengalaman visual yang sangat mulus. Meski begitu, sebagian besar aplikasi masih terbatas di 120Hz, sehingga 144Hz dianggap belum sepenuhnya optimal oleh sebagian pengguna.
Kecerahan layar yang mencapai lebih dari 1000 nits membuatnya tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari. Warna yang dihasilkan juga cenderung hidup dengan dukungan color gamut yang luas, menjadikannya unggul untuk konsumsi konten multimedia.
Performa Gaming Cukup Stabil di Kelasnya
Dapur pacu Tecno Pova Curve 5G ditenagai chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate yang mampu mencatat skor AnTuTu sekitar 700 ribu hingga 920 ribu poin tergantung versi pengujian. RAM 8GB dengan ekspansi virtual serta penyimpanan 256GB UFS 2.2 membuat aktivitas multitasking berjalan lancar.
Untuk gaming, performanya tergolong cukup stabil. Game seperti Mobile Legends bisa berjalan di atas 100 FPS, sementara PUBG Mobile mampu mencapai 90 FPS. Namun, game berat seperti Genshin Impact dan Wuthering Waves masih mengalami penurunan FPS ke kisaran 40-an dengan setting rendah.
Suhu perangkat juga relatif terjaga di bawah 42 derajat Celsius berkat sistem pendingin multi-layer, meski dalam sesi gaming panjang perangkat tetap terasa hangat.
Kamera dan Baterai
Di sektor kamera, Tecno Pova Curve 5G dibekali kamera utama 64MP tanpa OIS serta kamera depan 13MP. Hasil foto di kondisi cahaya cukup terbilang tajam dan natural, namun performa menurun drastis di kondisi low light karena muncul noise yang cukup tinggi.
Untuk video, perangkat ini mendukung perekaman hingga 4K 30fps dengan stabilisasi EIS. Hasilnya cukup stabil di siang hari, tetapi kurang optimal saat malam.
Baterai berkapasitas 5500 mAh menjadi salah satu nilai jual utama. Dengan penggunaan normal, screen-on time bisa mencapai 7 hingga 10 jam. Pengisian daya 45W mampu mengisi penuh dalam waktu sekitar 1 jam 15 hingga 1 jam 30 menit.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Tecno Pova Curve 5G menawarkan paket lengkap di kelas harga Rp3 jutaan. Desain premium, layar AMOLED 144Hz, performa stabil, serta baterai awet menjadi keunggulan utama. Namun, kekurangan seperti absennya OIS, tidak adanya lensa ultrawide, serta keterbatasan update software menjadi catatan penting.
Meski begitu, perangkat ini tetap dianggap sebagai salah satu opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan smartphone stylish dengan kemampuan gaming yang cukup mumpuni di kelas menengah.
Editor : Cholifatun Nisak