RADAR TULUNGAGUNG- Motor listrik murah menjadi sorotan utama di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS). Sejumlah merek menghadirkan kendaraan listrik dengan harga yang sangat terjangkau, bahkan ada yang dibanderol mulai Rp3 jutaan setelah subsidi pemerintah.
Fenomena tersebut langsung menarik perhatian masyarakat karena harga motor listrik kini mulai setara dengan smartphone kelas menengah. Namun di balik harga murah itu, muncul pertanyaan soal kualitas, keamanan, hingga ketahanan kendaraan untuk penggunaan harian.
Subsidi kendaraan listrik sebesar Rp7 juta per KTP masih menjadi faktor utama yang mendorong turunnya harga motor listrik di pasaran. Selain itu, banyak produsen mulai menggunakan baterai SLA atau Sealed Lead Acid untuk memangkas biaya produksi agar harga jual semakin rendah.
Berikut sejumlah motor listrik murah yang mencuri perhatian di IIMS dengan harga mulai Rp3 jutaan hingga belasan juta rupiah.
Baca Juga: 5 Sepeda Listrik Terbaik Harga Rp2 Jutaan hingga Rp3 Jutaan, Cocok Buat Kerja dan Mobilitas Harian
ZPT Nimbas Jadi Motor Listrik Termurah
ZPT Nimbas menjadi salah satu motor listrik paling murah yang hadir di pameran otomotif tersebut. Setelah subsidi, motor ini dijual mulai Rp2,9 jutaan dan menjadi incaran pengunjung yang mencari kendaraan ekonomis.
Motor listrik ini menggunakan hub drive 1.000 watt dengan kecepatan maksimal sekitar 60 kilometer per jam di speedometer. Namun kecepatan riilnya diperkirakan berada di kisaran 45 hingga 50 kilometer per jam.
Baterai yang digunakan masih berjenis SLA 48 volt 25 Ah. Meski lebih berat dan memiliki usia pakai lebih pendek dibanding baterai lithium, biaya penggantiannya dinilai lebih murah.
Dari sisi desain, ZPT Nimbas mengusung gaya skuter klasik dengan bodi compact. Motor ini dinilai cocok untuk kebutuhan jarak dekat seperti pergi ke pasar atau mengantar anak sekolah.
Greentech Unity Tawarkan Build Quality Lebih Solid
Greentech Unity hadir di kelas Rp5 jutaan dengan desain yang lebih modern dibanding motor listrik entry level lainnya. Harga setelah subsidi berada di kisaran Rp5,3 jutaan.
Motor listrik ini masih menggunakan baterai SLA 60 volt 32 Ah, tetapi kapasitasnya lebih besar sehingga mampu menempuh jarak hingga 80 sampai 90 kilometer berdasarkan klaim pabrikan. Dalam penggunaan normal, jarak realistisnya diperkirakan sekitar 60 kilometer.
Greentech Unity juga menawarkan ergonomi yang lebih nyaman untuk pengendara dewasa. Kualitas finishing rangka dan cat disebut lebih rapi dibanding beberapa kompetitor di kelas harga serupa.
Dengan dukungan pabrik perakitan lokal, ketersediaan suku cadang kendaraan ini dinilai lebih terjamin.
Exotic Sterrato Cocok untuk Anak Muda
Exotic Sterrato menjadi pilihan menarik bagi pengguna muda yang membutuhkan motor listrik compact untuk penggunaan dalam kota. Harganya berada di kisaran Rp5,5 jutaan setelah subsidi.
Motor listrik ini menggunakan baterai 60 volt 20,2 Ah dan motor 800 watt. Dimensinya yang kecil membuat kendaraan ini lincah digunakan di jalanan padat.
Namun suspensinya tergolong pendek sehingga guncangan akan terasa lebih keras saat melintasi jalan berlubang. Meski demikian, Exotic Sterrato tetap menawarkan fitur menarik seperti remote alarm dan mode mundur.
Motor listrik ini dinilai cocok digunakan pelajar maupun mahasiswa yang baru mulai menggunakan kendaraan listrik.
Volta 401 Lite Dinilai Paling Cocok untuk Ojol
Volta 401 Lite menjadi salah satu motor listrik murah yang dianggap paling serius untuk kebutuhan kerja harian. Harga promonya di IIMS berada di kisaran Rp8 jutaan setelah subsidi.
Motor ini memiliki dimensi layaknya motor bensin 110 cc dengan ground clearance tinggi dan dek luas. Salah satu keunggulan utamanya adalah sistem ganti baterai yang memudahkan pengguna mengurangi kekhawatiran kehabisan daya di jalan.
Build quality Volta 401 Lite juga dinilai lebih kokoh dibanding motor listrik entry level lainnya. Karena itu, kendaraan ini dianggap cocok untuk pengemudi ojek online maupun kurir.
United Avand dan Polytron Fox S Tawarkan Performa Lebih Baik
United turut menghadirkan motor listrik entry level melalui seri Avand SC121 dan SC122. Motor ini menggunakan hub drive 1.200 watt dengan performa lebih responsif dibanding motor murah lain di kelasnya.
Harga setelah subsidi diperkirakan berada di kisaran Rp9 jutaan. Desainnya yang modern dan futuristik membuat kendaraan ini menyasar konsumen muda.
Sementara itu, Polytron Fox S menjadi pilihan bagi pengguna yang menginginkan kenyamanan lebih. Motor listrik bergaya maxi scooter ini menawarkan posisi berkendara santai dengan performa yang lebih tinggi.
Kecepatan maksimalnya mencapai sekitar 80 kilometer per jam. Menariknya, Polytron Fox S menggunakan sistem sewa baterai dengan biaya sekitar Rp125 ribu per bulan.
Meski harga awalnya lebih tinggi dibanding motor listrik murah lainnya, kendaraan ini menawarkan kenyamanan dan durabilitas yang lebih baik untuk perjalanan jarak jauh.
Di balik maraknya motor listrik murah, masyarakat tetap diminta memperhatikan kualitas komponen seperti baterai, controller, hingga sistem pengereman. Sebab, kendaraan dengan harga terlalu murah berpotensi memiliki daya tahan yang lebih rendah jika digunakan dalam jangka panjang.
Editor : Cholifatun Nisak