Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tes Sepeda Listrik Jarak 44 Km, Baterai Masih 30 Persen dan Top Speed Tembus 50 Km/Jam

Cholifatun Nisak • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:18 WIB
Tes sepeda listrik jarak jauh ini tembus 44 km dengan sisa baterai 30 persen dan top speed hingga 50 km/jam.
Tes sepeda listrik jarak jauh ini tembus 44 km dengan sisa baterai 30 persen dan top speed hingga 50 km/jam.

 

RADAR TULUNGAGUNG- Sepeda listrik jarak jauh kini semakin diminati masyarakat karena menawarkan kendaraan hemat biaya dengan performa yang makin modern. Selain cocok digunakan untuk aktivitas harian, sejumlah sepeda listrik terbaru juga mulai dibekali fitur canggih dan kemampuan jelajah yang lebih jauh.

Salah satu pengujian menarik dilakukan terhadap sebuah sepeda listrik yang dibeli melalui marketplace dengan harga lebih murah dibanding dealer resmi. Pengujian tersebut memperlihatkan bagaimana performa baterai, kenyamanan suspensi, hingga kemampuan kendaraan saat digunakan menempuh perjalanan puluhan kilometer.

Dalam pengujian tersebut, sepeda listrik mampu melaju hingga kecepatan 50 kilometer per jam dengan konsumsi baterai yang cukup efisien. Hasil ini membuat banyak pengguna mulai melirik sepeda listrik sebagai alternatif kendaraan harian yang praktis dan ekonomis.

Lampu Terang dan Stabil Dipakai Berkendara

Pengguna mengawali pengujian setelah baterai sepeda listrik terisi penuh 100 persen. Salah satu hal yang langsung mencuri perhatian adalah kualitas pencahayaan lampu utama yang dinilai cukup terang untuk penggunaan malam hari.

Lampu sepeda listrik tersebut sudah menggunakan sistem cut off sehingga tidak terlalu menyilaukan pengendara lain. Namun posisi sorot lampu bawaan disebut masih terlalu rendah sehingga perlu penyetelan tambahan agar jangkauan cahaya lebih jauh.

Selain itu, kestabilan kendaraan juga menjadi poin positif. Pengendara mengaku sepeda listrik tetap stabil meski dikendarai menggunakan satu tangan. Hal tersebut diduga karena penggunaan ban berukuran lebar serta dukungan shock breaker hidrolis.

Kombinasi tersebut membuat kendaraan terasa lebih aman dibanding beberapa sepeda listrik lain yang cenderung mudah bergoyang saat melaju.

Baca Juga: 5 HP Ojol Terbaik April 2026, Baterai 7000 mAh hingga Fast Charging 45 Watt, Realme C71 dan Poco M7 Jadi Favorit

Top Speed Tembus 50 Kilometer per Jam

Saat digunakan berkendara, sepeda listrik ini mampu mempertahankan kecepatan maksimal hingga 50 kilometer per jam. Pada jarak tempuh delapan kilometer, baterai tercatat masih tersisa sekitar 91 persen.

Setelah perjalanan mencapai 12 kilometer, kapasitas baterai turun menjadi 84 persen. Pengguna kemudian melakukan penyesuaian tekanan angin ban agar suspensi terasa lebih nyaman saat melintasi jalan kasar.

Menurut pengujian tersebut, tekanan angin yang terlalu keras membuat hentakan jalan terasa lebih kuat sehingga mengurangi kenyamanan berkendara. Setelah tekanan dikurangi, kendaraan disebut terasa lebih empuk dan stabil.

Menariknya, performa kendaraan tetap stabil meski baterai terus berkurang. Pada jarak 16 kilometer dengan sisa baterai 77 persen, sepeda listrik masih mampu melaju di kecepatan 50 kilometer per jam.

Konsumsi Baterai Dinilai Cukup Efisien

Efisiensi baterai menjadi salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam pengujian ini. Setelah menempuh perjalanan sejauh 19 kilometer, baterai tercatat tersisa 71 persen.

Pengguna menilai pola penurunan baterai mirip dengan smartphone. Saat kapasitas masih berada di atas 50 persen, konsumsi daya terasa lebih stabil. Namun setelah melewati angka tersebut, penurunan baterai diperkirakan akan berlangsung lebih cepat.

Perjalanan kemudian dilanjutkan hingga mencapai 27 kilometer dengan sisa baterai sekitar 59 persen. Meski digunakan dalam kondisi jalan bervariasi, kendaraan tetap mampu mempertahankan performa yang cukup baik.

Fitur cruise control juga menjadi nilai tambah karena membantu pengendara mengurangi rasa pegal pada tangan kanan saat perjalanan jauh. Fitur tersebut dapat diaktifkan dengan menekan tombol khusus selama beberapa detik.

Masih Kuat Dipakai Tanjakan

Pengujian juga dilakukan di jalur menanjak untuk mengetahui kemampuan tenaga sepeda listrik. Pada kondisi baterai sekitar 33 persen dan jarak tempuh mencapai 42 kilometer, kendaraan masih mampu melibas tanjakan dengan cukup baik.

Meski tidak digunakan dengan ancang-ancang, sepeda listrik tetap bisa menanjak pada kecepatan sekitar 20 kilometer per jam. Saat gas dibuka penuh di tanjakan, kecepatannya masih mampu menyentuh angka sekitar 38 kilometer per jam.

Perjalanan akhirnya berakhir setelah menempuh total jarak sekitar 44 kilometer dengan sisa baterai 30 persen. Hasil tersebut dinilai cukup impresif untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak menengah.

Namun pengendara memberikan catatan pada sektor suspensi belakang yang dinilai terlalu keras. Sementara suspensi depan disebut terlalu empuk hingga mudah mentok saat melewati jalan rusak.

Meski demikian, sepeda listrik ini tetap dianggap nyaman digunakan dan memiliki performa yang menarik di kelasnya. Dengan sedikit upgrade pada bagian suspensi, kendaraan disebut bisa memberikan pengalaman berkendara yang jauh lebih baik.

Meningkatnya kemampuan sepeda listrik jarak jauh menunjukkan bahwa kendaraan listrik kini tidak hanya sekadar alat transportasi ringan, tetapi juga mulai mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian dengan efisien dan nyaman.

Baca Juga: Perbedaan Baterai LiFePO4 dan Lithium Ion untuk Sepeda Listrik, Mana yang Lebih Awet dan Stabil?

Editor : Cholifatun Nisak
#sepeda listrik jarak jauh #top speed sepeda listrik #baterai sepeda listrik #cruise control #shock breaker sepeda listrik