Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Motor Listrik Uwinfly T3 Dimodif Baterai Lithium, Jarak Tempuh Tembus 63 Km dan Charging Cuma 2 Jam!

Cholifatun Nisak • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:21 WIB
Modifikasi baterai motor listrik Uwinfly T3 ke lithium membuat jarak tempuh 63 km dan charging hanya 2 jam lebih efisien.
Modifikasi baterai motor listrik Uwinfly T3 ke lithium membuat jarak tempuh 63 km dan charging hanya 2 jam lebih efisien.

 

RADAR TULUNGAGUNG- Modifikasi baterai motor listrik Uwinfly T3 menjadi sorotan setelah seorang kreator melakukan penggantian dari baterai SLA ke lithium iron phosphate atau LiFePO4. Perubahan ini disebut memberikan peningkatan signifikan pada efisiensi, kepraktisan, hingga waktu pengisian daya kendaraan listrik tersebut.

Motor listrik Uwinfly T3 awalnya menggunakan baterai SLA atau aki kering yang dikenal memiliki bobot berat dan waktu pengisian cukup lama. Dalam kondisi standar, baterai jenis ini membutuhkan waktu sekitar 12 jam untuk terisi penuh, sehingga dinilai kurang praktis untuk penggunaan harian yang intensif.

Setelah dilakukan modifikasi menggunakan baterai lithium LiFePO4, performa motor listrik Uwinfly T3 mengalami perubahan terutama pada sisi efisiensi dan kemudahan penggunaan. Meski kapasitas dan tegangan tetap sama, pengalaman penggunaan menjadi jauh lebih fleksibel dibanding baterai bawaan pabrik.

Baterai SLA Berat dan Lambat, Lithium Jauh Lebih Ringkas

Dalam kondisi bawaan, Uwinfly T3 menggunakan baterai SLA dengan bobot mencapai sekitar 30 kilogram. Ukurannya yang besar membuat komponen ini sulit dilepas dan dibawa, sehingga pengguna harus melakukan pengisian langsung pada motor.

Selain berat, kelemahan utama baterai SLA terletak pada waktu pengisian yang lama. Berdasarkan buku panduan, pengisian penuh membutuhkan waktu hingga 12 jam, membuatnya kurang efisien untuk penggunaan mobilitas harian.

Sebaliknya, setelah diganti dengan baterai lithium LiFePO4, bobot baterai menjadi jauh lebih ringan dan dapat diangkat dengan satu tangan. Selain itu, baterai juga bersifat removable sehingga dapat dilepas dan dibawa ke dalam ruangan untuk diisi daya.

Baca Juga: 5 Sepeda Listrik Terbaik Harga Rp2 Jutaan hingga Rp3 Jutaan, Cocok Buat Kerja dan Mobilitas Harian

Charging Lebih Cepat, Hanya Sekitar 2 Jam

Salah satu peningkatan paling signifikan dari hasil modifikasi ini adalah waktu pengisian daya. Jika baterai SLA membutuhkan waktu hingga 12 jam, baterai lithium hanya membutuhkan sekitar 2 jam untuk terisi penuh.

Namun, pengisian cepat tersebut memerlukan charger khusus berteknologi fast charging dengan daya lebih besar. Charger yang digunakan memiliki output hingga 60 volt 12 ampere dan mampu menarik daya listrik hingga sekitar 800 watt.

Meski begitu, sistem pengisian tidak langsung menarik daya maksimum. Pada awal proses charging, konsumsi listrik berada di kisaran 300 watt dan kemudian meningkat secara bertahap hingga stabil di 800 watt.

Dengan demikian, pengguna disarankan memiliki instalasi listrik rumah yang memadai agar proses pengisian berjalan optimal.

Jarak Tempuh Capai 63 Km dalam Pengujian

Dalam pengujian lapangan, motor listrik Uwinfly T3 yang sudah dimodifikasi baterainya digunakan untuk perjalanan dari Cikarang menuju Jakarta Barat. Perjalanan tersebut mencatat jarak tempuh sekitar 50 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.

Setelah itu, motor masih memiliki sisa daya yang cukup untuk menempuh tambahan perjalanan sekitar 13 kilometer. Secara total, jarak yang berhasil ditempuh mencapai sekitar 63 kilometer dalam satu kali pengisian baterai lithium.

Menariknya, pengujian dilakukan dalam kondisi jalan beragam, termasuk hujan deras, tanjakan, hingga jalan bergelombang. Meski demikian, motor tetap mampu beroperasi dengan stabil tanpa kendala berarti.

Lebih Praktis untuk Penggunaan Harian

Keunggulan lain dari baterai lithium adalah kemudahan dalam penggunaan sehari-hari. Karena bersifat removable, baterai dapat dilepas dan dibawa ke dalam ruangan untuk diisi daya, berbeda dengan baterai SLA yang harus diisi langsung pada motor.

Hal ini dinilai sangat membantu pengguna yang tinggal di apartemen atau rumah tanpa akses parkir dengan colokan listrik. Selain itu, bobot yang lebih ringan juga membuat proses bongkar pasang menjadi jauh lebih mudah.

Dari sisi performa, meski tidak mengalami peningkatan kecepatan signifikan karena tegangan tetap sama, motor listrik menjadi lebih praktis dan efisien dalam hal operasional harian.

Kesimpulan Modifikasi: Lebih Efisien dan Fungsional

Modifikasi baterai dari SLA ke lithium pada Uwinfly T3 membuktikan bahwa peningkatan teknologi baterai dapat memberikan dampak besar pada kenyamanan pengguna. Dengan waktu charging yang jauh lebih singkat, bobot lebih ringan, serta fitur removable, motor listrik menjadi lebih fleksibel digunakan.

Meski begitu, penggunaan charger berdaya tinggi dan biaya awal baterai lithium tetap perlu menjadi pertimbangan. Namun secara keseluruhan, modifikasi ini dinilai memberikan nilai tambah signifikan terutama bagi pengguna yang membutuhkan kendaraan listrik praktis untuk mobilitas harian.

Baca Juga: Perbedaan Baterai LiFePO4 dan Lithium Ion untuk Sepeda Listrik, Mana yang Lebih Awet dan Stabil?

Editor : Cholifatun Nisak
#baterai lithium #Uwinfly T3 #LiFePO4 #motor listrik modifikasi #sepeda listrik baterai SLA