Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wajib Tahu! Fakta Baterai Lithium vs VRLA di Motor Listrik, Ternyata Ini Alasan Kenapa Harus Segera Upgrade

Cholifatun Nisak • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:27 WIB
Perbandingan baterai lithium vs VRLA ungkap alasan kenapa lithium lebih ringan, awet, dan efisien untuk motor listrik.
Perbandingan baterai lithium vs VRLA ungkap alasan kenapa lithium lebih ringan, awet, dan efisien untuk motor listrik.

 

RADAR TULUNGAGUNG- Perdebatan soal baterai lithium vs VRLA kembali mencuat di kalangan pengguna motor listrik dan sepeda listrik. Dalam penjelasan teknis terbaru, penggunaan baterai lithium vs VRLA disebut menjadi faktor utama yang menentukan performa, efisiensi, hingga umur pakai kendaraan listrik modern.

Banyak pengguna masih menggunakan baterai VRLA karena alasan harga yang lebih murah. Namun, di sisi lain, baterai lithium vs VRLA menunjukkan perbedaan signifikan dari segi bobot, kapasitas, hingga usia pakai yang membuat teknologi lithium semakin direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang.

Seiring perkembangan teknologi kendaraan listrik, baterai lithium vs VRLA kini menjadi perbandingan utama dalam menentukan efisiensi energi. Pengguna disarankan mulai mempertimbangkan transisi ke lithium karena keunggulan teknis yang lebih unggul dibanding teknologi baterai lama.

Baterai VRLA: Murah Tapi Berat dan Terbatas

Baterai VRLA atau aki kering masih banyak digunakan pada motor listrik generasi awal karena faktor ekonomis. Namun, dari sisi teknis, baterai jenis ini memiliki kelemahan signifikan.

Satu unit baterai VRLA 12 volt 12Ah bisa memiliki berat sekitar 4–5 kilogram. Untuk sistem 36 volt, bobot total bisa mencapai 15 kilogram hanya untuk kapasitas yang relatif kecil. Hal ini membuat kendaraan menjadi lebih berat dan kurang efisien.

Selain itu, usia pakai baterai VRLA juga terbatas. Secara teori hanya mampu bertahan sekitar 300 siklus pengisian. Dalam penggunaan harian, umur efektifnya bahkan bisa jauh lebih pendek tergantung pola pemakaian.

Baca Juga: HP Buat Ojol Terbaik 2026: Realme C71 hingga Poco M7 Jadi Pilihan Favorit, Baterai Jumbo dan Fast Charging Jadi Andalan Driver Online

Lithium vs VRLA: Perbedaan Berat dan Kapasitas Sangat Jauh

Perbandingan baterai lithium vs VRLA menunjukkan selisih yang sangat besar. Dengan kapasitas yang sama, baterai lithium bisa memiliki bobot hanya sekitar seperlima dibanding VRLA.

Sebagai contoh, baterai lithium 60 volt 20Ah hanya berbobot sekitar 8–10 kilogram. Sementara versi VRLA bisa mencapai lebih dari 30 kilogram untuk kapasitas yang sama.

Dari sisi kapasitas riil, lithium juga lebih unggul. Jika VRLA hanya mampu digunakan sekitar 70 persen dari kapasitas tertulis, baterai lithium dapat digunakan hampir penuh hingga mendekati nol persen dengan bantuan Battery Management System (BMS) yang melindungi sel dari kerusakan.

Umur Pakai Lithium Jauh Lebih Panjang

Salah satu keunggulan utama dalam perbandingan baterai lithium vs VRLA adalah usia pakai. VRLA rata-rata hanya bertahan 300 siklus pengisian, sedangkan lithium bisa mencapai 2000 hingga 3000 siklus.

Artinya, baterai lithium dapat digunakan bertahun-tahun lebih lama dibanding VRLA meskipun harga awalnya lebih tinggi. Dalam jangka panjang, biaya penggantian justru lebih hemat karena tidak perlu sering mengganti baterai.

Selain itu, lithium juga lebih stabil dalam menjaga performa. Tegangan tidak mudah turun drastis seperti VRLA yang menyebabkan kecepatan kendaraan ikut menurun saat baterai mulai habis.

Keamanan dan Perawatan Lebih Praktis

Dalam pembahasan baterai lithium vs VRLA, aspek keamanan juga menjadi perhatian penting. Baterai lithium modern sudah dilengkapi sistem BMS yang berfungsi mengatur arus, suhu, dan mencegah overcharge.

Selain itu, perawatan lithium lebih sederhana. Pengguna hanya perlu memastikan baterai tidak dibiarkan kosong dalam waktu lama dan tetap melakukan pengisian secara rutin.

Berbeda dengan VRLA yang lebih rentan mengembung, panas berlebih, dan cepat rusak jika salah dalam proses pengisian.

Kesimpulan: Lithium vs VRLA, Saatnya Beralih Teknologi

Dari seluruh perbandingan baterai lithium vs VRLA, terlihat jelas bahwa lithium menawarkan keunggulan signifikan dalam hal bobot, kapasitas, umur pakai, dan efisiensi.

Meski VRLA masih digunakan karena harga yang lebih murah, tren kendaraan listrik menunjukkan pergeseran ke teknologi lithium sebagai standar baru.

Pengguna kendaraan listrik disarankan mulai mempertimbangkan upgrade ke lithium untuk mendapatkan performa yang lebih stabil, ringan, dan tahan lama dalam penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: Perbedaan Baterai LiFePO4 dan Lithium Ion untuk Sepeda Listrik, Mana yang Lebih Awet dan Stabil?

Editor : Cholifatun Nisak
#baterai motor listrik #LiFePO4 #baterai lithium vs VRLA #aki VRLA #konversi baterai lithium