RADAR TULUNGAGUNG- Motor Listrik Polytron Fox R kembali menjadi sorotan setelah diuji dalam sebuah review otomotif yang mengungkap kelebihan sekaligus kekurangannya secara terbuka. Skuter listrik ini menarik perhatian publik karena menawarkan harga yang relatif murah di kelasnya, namun tetap membawa desain ala skuter maxi yang cukup besar dan modern.
Sejak awal kemunculannya, Motor Listrik Polytron Fox R memang langsung mencuri perhatian karena banderol harga yang hanya berada di kisaran jutaan rupiah setelah subsidi (dan lebih tinggi tanpa subsidi). Dengan harga tersebut, konsumen sudah mendapatkan skuter listrik berukuran besar yang menyasar pengguna harian di perkotaan. Namun, di balik harga yang menarik, terdapat sejumlah catatan penting dari sisi performa hingga kenyamanan berkendara.
Performa Motor Listrik Polytron Fox R: Kencang di Mode Sport
Dari sisi performa, Motor Listrik Polytron Fox R dibekali dua mode berkendara, yakni mode D (Drive) dan mode S (Sport). Pada mode D, motor ini mampu melaju hingga 64 km/jam di speedometer, yang dinilai sudah cukup untuk penggunaan harian di dalam kota. Sementara itu, mode S mampu mencapai kecepatan hingga 97 km/jam di speedometer, atau sekitar 95 km/jam berdasarkan GPS.
Akselerasi motor ini juga terbilang cukup kompetitif. Dalam pengujian, catatan 0–60 km/jam berada di angka 7,76 detik. Angka ini dinilai cukup untuk kebutuhan menyalip kendaraan lain di lalu lintas perkotaan. Namun, ada catatan penting pada respons gas yang dianggap kurang halus.
Masalah Respons Gas dan Sistem Cut Off
Salah satu kelemahan yang cukup disorot dari Motor Listrik Polytron Fox R adalah adanya jeda atau delay saat transisi dari kondisi gas tertutup ke akselerasi kembali. Pengendara merasakan adanya “loading” sekitar hampir satu detik sebelum tenaga kembali tersalurkan secara tiba-tiba.
Selain itu, sistem cut off saat pengereman juga menjadi perhatian. Motor ini membatasi akselerasi hingga sekitar 13–15 km/jam saat tuas rem ditekan. Fitur ini memang ditujukan untuk keamanan dan efisiensi, namun dinilai membuat pengalaman berkendara kurang natural dibanding kompetitor lain di kelas motor listrik.
Baterai, Jarak Tempuh, dan Skema Sewa
Dari sisi daya, Motor Listrik Polytron Fox R menggunakan baterai berkapasitas 3,7 kWh dengan motor penggerak 3.000 watt berbasis hub motor. Dalam kondisi optimal, jarak tempuhnya bisa mencapai sekitar 101 km pada mode D dengan gaya berkendara agresif, dan klaim pabrikan bisa mencapai 130 km dalam kondisi tertentu.
Untuk pengisian daya, motor ini membutuhkan waktu sekitar 5 jam dari 0 hingga 100 persen dengan charger 840 watt. Namun, sistem pengisian masih model onboard, sehingga pengguna harus mengisi daya langsung ke motor, bukan sistem swap battery.
Hal yang cukup penting adalah sistem baterai sewa. Pengguna harus membayar sekitar Rp200.000 per bulan untuk baterai, yang membuat biaya kepemilikan jangka panjang perlu dipertimbangkan, terutama bagi pengguna tidak aktif.
Desain, Fitur, dan Kenyamanan Berkendara
Dari sisi desain, Motor Listrik Polytron Fox R mengusung gaya maxi scooter, namun ergonominya dinilai kurang nyaman. Jarak antara dek dan jok terlalu sempit sehingga posisi kaki terasa seperti jongkok, terutama untuk perjalanan jauh. Hal ini menyebabkan pengendara cepat merasa pegal di bagian kaki dan pinggang.
Suspensi depan juga dinilai kurang nyaman karena travel pendek, sehingga benturan jalan terasa cukup keras. Sementara itu, suspensi belakang sedikit lebih baik namun tetap terbatas.
Fitur yang disematkan cenderung sederhana. Panel speedometer masih basic dan akan reset saat motor dimatikan. Lampu utama LED juga dinilai kurang optimal karena arah pencahayaan terlalu menunduk dan kurang fokus.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Motor Listrik Polytron Fox R menawarkan nilai jual menarik dari sisi harga dan efisiensi biaya operasional. Namun, konsumen perlu mempertimbangkan kompromi pada kenyamanan, fitur, dan respons berkendara. Motor ini lebih cocok untuk pengguna harian dengan mobilitas tinggi seperti ojek online atau kurir yang membutuhkan efisiensi biaya, bukan untuk pencari kenyamanan maksimal.
Editor : Cholifatun Nisak