RADAR TULUNGAGUNG - Motorola G06 Power menjadi salah satu smartphone Rp1 jutaan yang cukup menarik perhatian di Indonesia. Dengan harga mulai Rp1,4 jutaan, HP ini menawarkan baterai jumbo 7.000 mAh, desain unik ala Motorola, hingga fitur NFC yang masih jarang ditemukan di kelas harga murah.
Sejak kembali resmi masuk ke pasar Indonesia pada 2025, Motorola memang mencoba menghadirkan pengalaman berbeda dibanding brand Tiongkok dan Korea yang mendominasi pasar. Motorola G06 Power menjadi salah satu produk termurah mereka yang kini mulai banyak dilirik pengguna.
Namun pertanyaannya, apakah Motorola G06 Power benar-benar layak dibeli di 2026? Setelah dipakai selama hampir tiga bulan, ada sejumlah alasan yang membuat smartphone ini menarik, tetapi juga ada beberapa kekurangan yang bisa menjadi deal breaker bagi sebagian pengguna.
Desain Unik dan Beda dari Smartphone Lain
Salah satu daya tarik utama Motorola G06 Power ada pada desainnya. Smartphone ini hadir dengan finishing backdoor berbahan kulit sintetis yang membuat tampilannya terasa premium meski dijual di harga Rp1 jutaan.
Motorola juga menghadirkan pilihan warna yang berbeda dari kebanyakan smartphone lain di pasaran. Bahkan, hampir semua lini terbaru Motorola tidak lagi memakai warna hitam standar sehingga terlihat lebih unik dan eksklusif.
Selain itu, UI khas Motorola juga menjadi nilai tambah. Antarmukanya terasa simpel, bersih, dan minim bloatware maupun iklan yang sering mengganggu di smartphone murah.
Bagi pengguna yang mulai bosan dengan tampilan smartphone mainstream, Motorola G06 Power menawarkan pengalaman yang terasa lebih segar.
Baterai 7.000 mAh Jadi Nilai Jual Utama
Motorola G06 Power dibekali baterai jumbo 7.000 mAh yang menjadi salah satu keunggulan terbesarnya. Dalam penggunaan normal, smartphone ini bahkan bisa bertahan hingga dua hari tanpa perlu dicas ulang.
Hal ini membuat HP tersebut cocok dipakai pekerja lapangan, kurir, hingga pengguna yang sering bepergian dan membutuhkan baterai tahan lama.
Selain baterai besar, Motorola G06 Power juga sudah dibekali sertifikasi IP64 yang membuatnya tahan debu dan cipratan air. Layarnya pun sudah dilindungi Corning Gorilla Glass 3 sehingga lebih aman dari goresan ringan.
Fitur NFC juga tersedia di smartphone ini. Kehadiran NFC menjadi nilai plus karena pengguna bisa mengecek dan top up kartu e-toll langsung dari smartphone tanpa harus pergi ke minimarket.
Performa Harian Masih Nyaman
Di sektor performa, Motorola G06 Power menggunakan chipset MediaTek Helio G81 Ultra yang dipadukan RAM 4 GB dan storage 128 GB.
Untuk penggunaan harian seperti media sosial, browsing, streaming, dan chatting, performanya masih terasa cukup nyaman. Scrolling aplikasi juga cukup responsif.
Namun untuk multitasking berat, keterbatasan RAM mulai terasa. Membuka tiga sampai empat aplikasi sekaligus sering membuat aplikasi lain tertutup dan harus reload ulang.
Saat dipakai gaming, performanya sebenarnya masih lumayan untuk kelas harga Rp1 jutaan. PUBG Mobile bahkan masih bisa dimainkan di setting Smooth Ultra.
Sayangnya gameplay terkadang mengalami frame drop cukup terasa, terutama karena kapasitas RAM yang tergolong kecil untuk ukuran 2026.
Meski begitu, pengalaman audio menjadi salah satu kejutan menyenangkan. Motorola G06 Power sudah dibekali dual speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos yang menghasilkan suara lantang dan jernih.
Cas Lama Jadi Kekurangan Besar
Di balik baterai jumbo 7.000 mAh, Motorola G06 Power ternyata memiliki kelemahan pada sektor pengisian daya.
Smartphone ini hanya mendukung charging 18 watt meski charger bawaan yang diberikan berdaya 20 watt. Akibatnya, proses pengisian baterai dari kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.
Bagi pengguna yang tidak sabar menunggu proses charging lama, hal ini bisa menjadi kekurangan yang cukup mengganggu.
Untungnya, daya tahan baterainya memang sangat awet sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi ulang daya.
Baca Juga: Moto G06 Power Diuji Main Mobile Legends hingga PUBG, Baterai 7.000 mAh Ternyata Tahan Segini
Banyak Sensor Penting Tidak Tersedia
Kekurangan lain yang cukup disorot adalah absennya beberapa sensor penting. Motorola G06 Power ternyata tidak memiliki gyroscope dan sensor kompas.
Hal ini membuat smartphone kurang ideal untuk game berbasis gyro, video VR, hingga navigasi penunjuk arah dan arah kiblat.
Bagi sebagian pengguna, absennya sensor tersebut mungkin bukan masalah besar. Namun bagi pengguna yang membutuhkan fitur navigasi lengkap, ini bisa menjadi pertimbangan serius sebelum membeli.
Kamera Sekadar Cukup
Motorola G06 Power membawa kamera utama 50 MP yang hasilnya masih tergolong standar untuk kelas entry level.
Hasil fotonya cukup baik untuk kebutuhan media sosial dan dokumentasi ringan, tetapi tidak menawarkan fitur spesial seperti kamera ultrawide atau makro.
Perekaman video juga maksimal hanya di resolusi 1080p 30 fps tanpa stabilisasi.
Secara keseluruhan, Motorola G06 Power cocok untuk pengguna yang mencari smartphone murah dengan baterai super awet, desain unik, speaker bagus, dan fitur NFC. Namun bagi pengguna yang membutuhkan multitasking berat, charging cepat, dan sensor lengkap, smartphone ini mungkin kurang cocok.
Baca Juga: Review Moto G06 Power: HP Rp1 Jutaan dengan Baterai 7.000 mAh, Gaming Lancar dan Speaker Mengejutkan
Editor : Fadhilah Salsa Bella