JAKARTA - Samsung Galaxy A56 5G kembali mencuri perhatian pecinta gadget di Indonesia. Seri Galaxy A5 memang dikenal sebagai lini smartphone Samsung paling populer di kelas menengah. Bahkan, popularitasnya disebut mampu menyaingi seri flagship Samsung Galaxy S Ultra dari sisi jumlah penonton review di YouTube.
Reviewer Gadgetin, David, menyebut Galaxy A56 5G tetap membawa karakter khas seri A5 yang selama ini dikenal sebagai “HP anti gagal”. Menurutnya, Samsung berhasil mempertahankan keunggulan utama sambil memperbaiki sejumlah kekurangan dari generasi sebelumnya.
Samsung Galaxy A56 5G hadir dengan desain yang kini terasa lebih ergonomis. Sudut bodi dibuat lebih melengkung dibanding Galaxy A55 sehingga lebih nyaman digenggam. Selain itu, Samsung juga menghadirkan desain kamera baru dengan frame yang menyatukan tiga kamera belakang.
Varian warna yang ditawarkan pun terlihat lebih segar, seperti Awesome Olive, Awesome Pink, Graphite, dan Light Grey. Material bodinya masih mempertahankan kesan premium berkat penggunaan Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang serta frame aluminium.
Desain Lebih Tipis dan Ringan
Samsung Galaxy A56 5G kini tampil lebih tipis dan ringan dibanding pendahulunya. Bobotnya berhasil ditekan di bawah 200 gram dengan ketebalan bodi yang lebih ramping.
Bezel layar juga dibuat lebih tipis sehingga memberikan tampilan lebih modern. Meski begitu, bagian dagu layar masih terlihat cukup tebal dibanding sisi lainnya.
Untuk urusan layar, Galaxy A56 5G menggunakan panel Super AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz. Tingkat kecerahan layar meningkat menjadi 1200 nits sehingga lebih nyaman digunakan di bawah sinar matahari.
Fitur Always On Display, fingerprint di dalam layar, serta feedback getaran yang responsif juga tetap dipertahankan Samsung di smartphone ini.
Slot MicroSD Hilang, Pengguna Disarankan Pilih Memori Besar
Salah satu perubahan yang cukup disorot adalah hilangnya slot microSD di Samsung Galaxy A56 5G. Kini pengguna hanya bisa menggunakan dua kartu nano SIM tanpa tambahan kartu memori eksternal.
Karena itu, pengguna disarankan memilih varian memori 256 GB dibanding 128 GB. Terlebih Samsung menjanjikan dukungan update sistem operasi hingga enam tahun ke depan.
Galaxy A56 5G sudah menjalankan Android 15 dengan One UI 7. Jika komitmen update Samsung terpenuhi, smartphone ini diperkirakan masih mendapat pembaruan hingga Android 21.
One UI 7 juga membawa sejumlah fitur baru seperti desain ikon terbaru, control center yang diperbarui, hingga fitur AI berbasis Awesome Intelligence.
Performa Gaming Masih Khas Midrange
Samsung Galaxy A56 5G dibekali chipset Exynos 1580 fabrikasi 4nm. Performanya mengalami peningkatan dibanding Exynos 1480 pada Galaxy A55.
Untuk game ringan seperti Mobile Legends, smartphone ini mampu menjalankan frame rate hingga 120 fps dengan suhu yang relatif stabil. PUBG Mobile juga sudah mendukung pengaturan Smooth Extreme 60 fps.
Namun saat digunakan memainkan game berat seperti Genshin Impact, performanya masih naik turun di kisaran 30 hingga 50 fps. Suhu bodi juga bisa meningkat hingga lebih dari 45 derajat Celsius.
Meski demikian, untuk penggunaan harian seperti media sosial, multitasking, hingga streaming video, Galaxy A56 5G dinilai tetap nyaman digunakan.
Kamera Tetap Jadi Andalan Samsung
Di sektor kamera, Samsung Galaxy A56 5G membawa konfigurasi kamera utama 50 MP, ultrawide 8 MP, dan macro 5 MP. Kamera depan kini menggunakan sensor 12 MP yang sudah mendukung perekaman HDR.
Samsung mengklaim kualitas nightography mengalami peningkatan dibanding Galaxy A55. Hasil foto malam disebut memiliki detail lebih rapi dan pencahayaan lebih stabil.
Meski peningkatannya tidak terlalu drastis, kualitas foto Galaxy A56 tetap dinilai konsisten dengan warna natural, dynamic range baik, dan detail tajam.
Sementara untuk perekaman video selfie, Galaxy A56 5G kembali menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Kamera depan mampu merekam video 4K 30 fps dengan stabilisasi yang baik serta kualitas audio yang jernih.
Fast Charging 45 Watt Jadi Nilai Tambah
Samsung Galaxy A56 5G kini sudah mendukung fast charging 45 watt, meningkat dari generasi sebelumnya yang hanya 25 watt.
Dalam pengujian, pengisian daya selama 30 menit mampu mengisi baterai hingga 61 persen. Sedangkan untuk mencapai 100 persen membutuhkan waktu sekitar 77 menit.
Sayangnya, Samsung masih belum menyertakan charger di dalam paket penjualan. Pengguna hanya mendapatkan kabel USB-C tanpa adaptor charger maupun casing tambahan.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A56 5G dinilai tetap menjadi pilihan aman di kelas midrange. Kombinasi software yang matang, kamera stabil, desain premium, dan dukungan update panjang membuat smartphone ini diprediksi kembali menjadi favorit pasar Indonesia.
Editor : Novica Satya Nadianti