JAKARTA - Oppo kembali meramaikan pasar smartphone kelas menengah melalui Oppo A5 Pro. Ponsel terbaru ini mulai mencuri perhatian karena menawarkan desain premium, sertifikasi tahan air IP69, hingga baterai jumbo yang cocok untuk penggunaan harian. Namun di balik sederet kelebihannya, Oppo A5 Pro juga menuai kritik terutama dari sisi performa chipset dan fitur yang dianggap kurang sebanding dengan harga jualnya.
Oppo A5 Pro hadir sebagai pilihan baru bagi pengguna yang mencari HP tangguh dengan tampilan elegan. Smartphone ini dibanderol di kisaran Rp3 juta hingga Rp3,5 jutaan. Dengan harga tersebut, banyak pengguna mulai membandingkannya dengan kompetitor lain di kelas menengah.
Secara desain, Oppo A5 Pro memang tampil cukup menarik. Meski menggunakan material polikarbonat atau plastik, finishing bodinya dibuat menyerupai material premium sehingga memberikan kesan mewah dan modern. Hal inilah yang menjadi salah satu nilai jual utama dari perangkat terbaru Oppo tersebut.
Baca Juga: Harga Cuma Belasan Juta, MOTOR LISTRIK SELIS IMAX Diuji Jarak 100 Km Lebih! Hasilnya Bikin Kaget
Selain desain, Oppo juga menonjolkan ketahanan bodi sebagai daya tarik utama Oppo A5 Pro. Perangkat ini diklaim telah mengantongi sertifikasi ketahanan tingkat militer dengan 14 pengujian berbeda. Oppo menyebut ponsel ini dilengkapi bantalan bionic yang berfungsi melindungi komponen penting saat terjadi benturan atau jatuh.
Tidak hanya itu, bagian penutup motherboard juga menggunakan material aluminium kokoh serta kaca antipecah yang disebut memiliki perlindungan hingga 160 persen lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Oppo A5 Pro Andalkan Sertifikasi IP69
Salah satu fitur yang cukup mencuri perhatian adalah sertifikasi IP69 yang dimiliki Oppo A5 Pro. Sertifikasi ini membuat perangkat tahan terhadap debu dan air dalam intensitas tertentu.
Oppo bahkan mengklaim smartphone tersebut mampu bertahan dari cipratan air, perendaman, hingga air panas dengan suhu mencapai 80 derajat Celsius. Kehadiran fitur ini membuat Oppo A5 Pro cocok bagi pengguna yang aktif di luar ruangan atau membutuhkan HP tahan banting untuk aktivitas berat.
Di sektor kamera, Oppo A5 Pro dibekali kamera utama 50 MP dengan aperture f/1.8 serta tambahan lensa monokrom 2 MP. Sementara kamera depan memiliki resolusi 8 MP dengan aperture f/2.0.
Hasil foto dari kamera belakang dinilai cukup baik untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari memotret pemandangan hingga objek jarak dekat. Namun kamera depannya dianggap masih standar dan belum terlalu menonjol di kelas harga Rp3 jutaan.
Baterai Besar Jadi Kelebihan Utama
Kelebihan lain Oppo A5 Pro terletak pada kapasitas baterainya yang besar, yakni 5.800 mAh. Baterai jumbo tersebut dipadukan dengan teknologi pengisian cepat 45W SuperVOOC fast charging.
Dengan kombinasi itu, Oppo A5 Pro dinilai mampu mendukung aktivitas seharian tanpa perlu sering mengisi daya. Fitur ini menjadi salah satu alasan mengapa perangkat tersebut cukup menarik bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.
Meski memiliki banyak kelebihan, Oppo A5 Pro tetap tidak luput dari sejumlah kekurangan. Salah satu yang paling disorot adalah kualitas layar. Smartphone ini menggunakan panel berukuran 6,67 inci dengan refresh rate 90Hz, tetapi resolusinya masih HD Plus atau 720 x 1604 piksel.
Banyak pengguna menilai resolusi tersebut terasa kurang maksimal untuk smartphone di rentang harga Rp3 jutaan. Apalagi sejumlah kompetitor sudah menawarkan layar Full HD Plus dengan refresh rate lebih tinggi.
Performa Oppo A5 Pro Jadi Sorotan
Kritik terbesar datang dari sektor performa. Oppo A5 Pro menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 1 dengan GPU Adreno 610. Chipset tersebut dianggap kurang bertenaga untuk smartphone di kelas menengah.
Performa gaming menjadi salah satu aspek yang paling dipertanyakan. Beberapa pengguna menilai chipset yang digunakan terasa kurang kompetitif dibanding HP lain dengan harga serupa.
Baca Juga: Samsung Galaxy A56 5G Resmi Meluncur, Desain Baru Lebih Fresh dan Fast Charging 45 Watt Jadi Sorotan
Selain itu, kemampuan perekaman video juga dianggap masih tertinggal. Oppo A5 Pro hanya mendukung perekaman video hingga 1080p 30fps. Padahal di kelas harga Rp3 jutaan, banyak smartphone lain sudah menawarkan kualitas video lebih tinggi.
Kekurangan lainnya adalah absennya fitur NFC. Padahal fitur tersebut kini semakin dibutuhkan untuk transaksi digital maupun pengecekan kartu elektronik.
Secara keseluruhan, Oppo A5 Pro masih layak dipertimbangkan bagi pengguna yang lebih mengutamakan desain premium, ketahanan bodi, sertifikasi anti air, dan baterai besar. Namun bagi pengguna yang fokus pada performa gaming, kualitas video, dan fitur lengkap, tersedia banyak pilihan lain yang dinilai lebih menarik di kelas harga yang sama.
Editor : Novica Satya Nadianti