JAKARTA - Tecno Pova Curve 5G kembali diuji untuk kemampuan gaming-nya, termasuk menjalankan emulator PS1, PSP hingga PS2. Hasilnya, smartphone kelas menengah ini ternyata masih cukup kuat melibas berbagai game berat meski punya beberapa catatan penting untuk gamer.
Smartphone dengan chipset MediaTek Dimensity 7300 Ultimate tersebut berhasil mencatat skor AnTuTu v11 mencapai 815 ribu poin. Dipadukan RAM 8GB LPDDR4X dan penyimpanan 256GB UFS 2.2, Tecno Pova Curve 5G dinilai cukup mumpuni untuk gaming maupun emulator.
Namun di balik performanya yang kencang, reviewer menilai desain layar curved pada Tecno Pova Curve 5G justru membuat pengalaman bermain game terasa kurang nyaman, terutama saat menggunakan kontrol touchscreen dalam waktu lama.
Lancar Jalankan Emulator PS1 hingga PSP
Dalam pengujian pertama, Tecno Pova Curve 5G digunakan memainkan game Crash Team Racing melalui emulator PS1 DuckStation dengan render grafis 5x PS1 atau setara 1080p.
Hasilnya cukup impresif. Setelah dimainkan selama 10 menit, game berjalan stabil di rata-rata 59,8 FPS dengan suhu perangkat hanya sekitar 29 derajat Celcius.
Pengujian berlanjut menggunakan emulator PSP PPSSPP untuk memainkan God of War dengan render 4x PSP atau 1080p. Lagi-lagi performanya masih stabil di rata-rata 59,8 FPS.
Suhu perangkat memang meningkat menjadi sekitar 33 derajat Celcius, namun masih tergolong aman untuk penggunaan gaming.
Reviewer menyebut Tecno Pova Curve 5G masih sangat nyaman dipakai untuk emulator PS1 dan PSP, apalagi dengan performa chipset Dimensity 7300 Ultimate yang cukup stabil.
Emulator PS2 Masih Bisa, Tapi Jangan Dipaksa
Pengujian berikutnya menggunakan emulator PS2 AetherSX2 dengan game Need for Speed Most Wanted.
Di sini Tecno Pova Curve 5G mulai menunjukkan batas kemampuannya. Reviewer menyarankan render grafis tetap di setting default 1x PS2 agar frame rate tetap stabil.
Baca Juga: Daftar HP 5G Murah 1 Jutaan yang Paling Banyak Dicari, Cocok untuk Pelajar dan Gamer Mobile 2026
Saat dimainkan selama 10 menit, game berjalan di rata-rata 49,9 FPS dengan suhu perangkat menyentuh hampir 39 derajat Celcius.
Frame rate memang masih tergolong playable, namun mulai terlihat fluktuatif di kisaran 40 hingga 50 FPS, terutama pada adegan balapan dengan perpindahan animasi cepat.
Meski begitu, Tecno Pova Curve 5G masih dianggap cukup layak untuk menjalankan emulator PS2 selama pengguna tidak memaksakan setting grafis terlalu tinggi.
Mobile Legends Tembus 100 FPS
Masuk ke game Android, Tecno Pova Curve 5G juga menunjukkan performa cukup baik.
Pada game Mobile Legends dengan setting grafis HD dan frame rate ultra, smartphone ini mampu mencapai FPS maksimal 111 FPS dengan rata-rata 109,7 FPS.
Koneksi WiFi dan respons gyro hardware juga disebut cukup baik saat digunakan bermain PUBG Mobile.
Untuk PUBG Mobile sendiri, pengaturan grafis bisa mencapai Smooth Extreme Plus dengan frame rate sekitar 90 FPS. Namun reviewer merasa respons touchscreen kadang kurang konsisten saat digunakan navigasi menu.
Di game Genshin Impact dengan setting lowest 60 FPS, Tecno Pova Curve 5G menghasilkan rata-rata frame rate sekitar 44 FPS.
Performa tersebut dianggap masih cukup playable untuk smartphone di kelas harga Rp3 jutaan, walaupun belum ideal untuk gamer berat.
Layar Curved Jadi Kekurangan untuk Gaming
Meski performanya cukup baik, reviewer justru menyoroti desain layar curved yang dianggap kurang cocok untuk gaming.
Posisi tombol virtual pada game terasa terlalu dekat dengan area lengkung layar sehingga kadang membuat sentuhan kurang nyaman dan mudah meleset.
Selain itu, layar juga disebut terlalu reflektif saat digunakan di luar ruangan atau bermain game dengan pencahayaan terang.
Namun di luar kekurangan tersebut, Tecno Pova Curve 5G tetap mendapat apresiasi karena manajemen suhu yang cukup baik. Selama pengujian gaming, suhu perangkat jarang melewati 41 derajat Celcius.
Dengan harga yang kini berada di kisaran Rp2,8 jutaan hingga Rp3 jutaan, Tecno Pova Curve 5G masih dianggap menarik untuk pengguna yang mencari HP desain premium dengan performa gaming menengah dan kemampuan emulator yang cukup solid.
Editor : Novica Satya Nadianti