JAKARTA - Vivo Y28 menjadi salah satu HP murah yang cukup menarik perhatian di pasar Indonesia. Dibanderol di kisaran Rp2 jutaan, ponsel ini hadir dengan sejumlah keunggulan seperti baterai jumbo 6000 mAh, fitur NFC, hingga sertifikasi tahan air IP64. Namun di balik kelebihannya, ada beberapa kekurangan yang membuatnya sulit bersaing dengan rival di kelas harga yang sama.
Di tengah gempuran smartphone murah dari brand seperti Infinix, Tecno, dan itel yang menawarkan performa tinggi, Vivo tampak tetap santai dengan pendekatannya sendiri. Vivo Y28 lebih mengedepankan pengalaman penggunaan harian dibanding performa gaming ekstrem.
Salah satu daya tarik utama Vivo Y28 ada pada kapasitas baterainya yang besar. Dengan baterai 6000 mAh, Vivo mengklaim ponsel ini mampu bertahan hingga dua hari pemakaian normal. Kapasitas jumbo tersebut juga didukung teknologi fast charging 44 watt yang memungkinkan pengisian daya hingga 50 persen hanya dalam waktu 30 menit.
Layar 90 Hz dan Desain Stylish
Vivo Y28 mengusung layar IPS LCD berukuran 6,68 inci dengan refresh rate 90 Hz. Meski belum menggunakan panel AMOLED, pergerakan animasi dan scrolling tetap terasa cukup mulus dibanding layar standar 60 Hz.
Resolusi layarnya masih HD Plus atau 720 x 1608 piksel dengan tingkat kecerahan mencapai 1000 nits. Vivo juga menyematkan sertifikasi TÜV Rheinland Low Blue Light untuk mengurangi paparan cahaya biru yang membuat mata cepat lelah saat menatap layar dalam waktu lama.
Dari sisi desain, Vivo Y28 tampil cukup modern dengan sudut bodi melengkung yang nyaman digenggam. Frame flat juga membuat ponsel terasa lebih kokoh dan tidak mudah licin saat digunakan. Bobotnya memang mencapai 199 gram, tetapi ketebalannya masih tergolong tipis di angka 7,99 mm untuk ukuran HP dengan baterai besar.
Cocok untuk Driver Ojol karena Tahan Air
Keunggulan lain yang cukup menarik adalah sertifikasi IP64 yang membuat Vivo Y28 tahan terhadap debu dan percikan air. Fitur Wet Touch juga memungkinkan layar tetap responsif meski terkena tetesan air hujan.
Karena itulah, Vivo Y28 dinilai cocok digunakan oleh pengemudi ojek online atau pengguna dengan mobilitas tinggi di luar ruangan. Kehadiran fitur NFC juga menjadi nilai tambah penting karena memudahkan pengguna mengecek dan mengisi saldo e-money atau e-toll langsung dari smartphone.
Selain NFC, Vivo Y28 turut dibekali Bluetooth 5.1, WiFi dual band, USB OTG, sensor fingerprint di samping bodi, serta jack audio 3,5 mm yang kini mulai jarang ditemukan di smartphone terbaru.
Kamera 50 MP, Tapi Video Masih 30 FPS
Untuk sektor fotografi, Vivo Y28 mengandalkan kamera utama 50 MP ditemani kamera depth 2 MP. Kamera ini sudah mendukung mode malam untuk membantu pengambilan gambar di kondisi minim cahaya.
Sementara kamera depan 8 MP mampu merekam video hingga resolusi 1080p 30 FPS. Kamera belakangnya juga hanya mendukung perekaman video Full HD 30 FPS.
Di sinilah salah satu kekurangan Vivo Y28 mulai terasa. Pada harga Rp2 jutaan, banyak kompetitor sudah mampu merekam video 1080p 60 FPS yang menghasilkan gerakan lebih mulus. Selain itu, absennya kamera ultrawide juga dianggap cukup disayangkan karena fitur tersebut mulai umum hadir di kelas harga serupa.
Chipset Helio G85 Jadi Sorotan
Kelemahan terbesar Vivo Y28 ada pada sektor performa. Smartphone ini masih menggunakan chipset MediaTek Helio G85 dengan fabrikasi 12 nm. Padahal, di tahun saat ini banyak HP Rp2 jutaan sudah memakai chipset yang lebih modern seperti Helio G99.
Chipset Helio G85 memang masih cukup untuk aktivitas harian seperti media sosial, streaming, dan multitasking ringan. Konfigurasinya terdiri dari dua inti Cortex-A75 berkecepatan 2.0 GHz dan enam inti Cortex-A55 1.8 GHz yang dipadukan GPU Mali-G52 MP2.
Vivo menyediakan beberapa pilihan RAM mulai 4 GB, 6 GB, hingga 8 GB dengan penyimpanan internal 128 GB dan 256 GB. Namun penggunaan storage eMMC 5.1 juga dinilai kurang kompetitif dibanding rival yang sudah memakai UFS untuk performa baca tulis lebih cepat.
Secara keseluruhan, Vivo Y28 memang menawarkan kelebihan di sektor baterai, desain, audio, dan fitur ketahanan air. Namun untuk pengguna yang mencari performa tinggi di kelas Rp2 jutaan, smartphone ini mungkin bukan pilihan paling ideal.
Editor : Novica Satya Nadianti