JAKARTA - Poco X7 Pro kembali jadi sorotan setelah memasuki usia sekitar satu tahun pemakaian di pasar. Banyak pengguna mulai mempertanyakan apakah Poco X7 Pro masih tetap kencang, tetap relevan dibanding HP baru, atau justru mulai kehilangan performa. Di sisi lain, Poco X6 Pro yang menjadi pendahulunya juga masih kerap dijadikan pembanding karena performanya yang dulu sangat dominan di kelas menengah.
Hasil pengujian terbaru menunjukkan bahwa Poco X7 Pro masih mempertahankan performa tinggi dengan skor AnTuTu di kisaran 1,6 jutaan, hanya naik tipis dari pengujian awal. Namun yang menarik, di sektor gaming terjadi perubahan pola performa, terutama setelah pembaruan HyperOS terbaru.
Poco X7 Pro kini tidak hanya diuji dari sisi kecepatan, tetapi juga stabilitas suhu, efisiensi daya, hingga pengalaman penggunaan harian setelah satu tahun pemakaian intensif.
Performa Poco X7 Pro Masih Kencang, Tapi Lebih Stabil
Dalam pengujian ulang, Poco X7 Pro menunjukkan performa yang relatif konsisten. Tidak ada peningkatan signifikan, tetapi juga tidak mengalami penurunan berarti di benchmark. Hal ini menunjukkan bahwa chipset Dimensity 8400 Ultra masih sangat kompetitif untuk kelasnya.
Namun perubahan terasa di sisi gaming. Game berat seperti Genshin Impact kini menghasilkan FPS lebih rendah dibanding pengujian awal, dari sekitar 55 FPS turun ke sekitar 50 FPS rata-rata. Penurunan ini diduga bukan karena penurunan performa hardware, melainkan perubahan sistem yang kini lebih memprioritaskan stabilitas suhu.
Gaming & Manajemen Suhu Lebih Agresif
Poco X7 Pro kini lebih agresif dalam mengatur suhu saat gaming. Saat suhu mencapai batas tertentu, sistem akan menurunkan performa untuk menjaga stabilitas perangkat. Akibatnya, FPS cenderung turun ke kisaran 40–45 FPS pada kondisi berat.
Meski terlihat sebagai penurunan performa, strategi ini justru membuat perangkat lebih nyaman digunakan dalam jangka panjang. Suhu tetap terkontrol sehingga potensi throttling ekstrem bisa dihindari.
Namun bagi gamer kompetitif yang mengejar FPS maksimal, perubahan ini bisa terasa sebagai penurunan performa dibanding kondisi awal rilis.
Baterai Poco X7 Pro Masih Tahan Seharian
Dari sisi daya tahan, Poco X7 Pro masih tergolong stabil dengan rata-rata Screen On Time (SOT) sekitar 6 hingga 7 jam. Penggunaan campuran seperti navigasi, media sosial, hotspot, dan gaming ringan masih bisa ditangani tanpa masalah berarti.
Baca Juga: Realme Narzo 80 Pro Jadi HP Midrange Paling Tangguh? Usung Layar OLED 120 Hz dan Baterai 6000 mAh
Dalam pemakaian intensif, konsumsi baterai masih tergolong wajar. Tidak termasuk sangat irit, tetapi cukup untuk penggunaan seharian penuh. Namun yang menjadi perhatian adalah isu baterai kembung yang sempat muncul di beberapa laporan pengguna.
Meski begitu, belum ada indikasi bahwa masalah tersebut terjadi secara luas. Faktor seperti panas berlebih, kebiasaan charging lama di 100%, serta kondisi pemakaian diduga menjadi pemicu utama, bukan masalah sistemik.
Kamera Masih Layak, Tapi Ultrawide Melemah
Sektor kamera Poco X7 Pro masih cukup kompetitif di kelasnya. Kamera utama mampu menghasilkan foto dengan warna hidup dan detail yang baik, terutama untuk kebutuhan media sosial.
Namun kamera ultrawide menjadi titik lemah yang konsisten. Pada kondisi low light, hasil foto terlihat lebih gelap dan soft. Perbedaan kualitas antara kamera utama dan ultrawide cukup terasa.
Selain itu, fenomena “kedutan” pada lensa utama masih ditemukan pada beberapa kondisi, yang diduga berasal dari sistem hardware seperti OIS atau fokus, bukan software.
Baca Juga: Vivo Y28 Bikin Kaget! HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6000 mAh, Desain Mewah dan Stereo Speaker
Software HyperOS Semakin Matang
Poco X7 Pro kini menjalankan HyperOS terbaru dengan berbagai peningkatan fitur seperti Hyper Island, integrasi AI Google, hingga konektivitas lintas perangkat seperti MacBook.
Fitur-fitur ini membuat pengalaman penggunaan terasa lebih modern dan praktis. Namun, masih terdapat catatan seperti integrasi aplikasi pihak ketiga yang belum sempurna serta keberadaan iklan di beberapa aplikasi bawaan.
Meski demikian, Xiaomi menjanjikan dukungan update hingga tiga kali Android upgrade dan empat tahun patch keamanan, yang membuat perangkat ini masih aman untuk pemakaian jangka panjang.
Baca Juga: Vivo Y28 Bikin Kaget! HP Rp2 Jutaan dengan Baterai 6000 mAh, Desain Mewah dan Stereo Speaker
Masih Bisa Bersaing di 2026?
Jika dibandingkan dengan smartphone baru di kelas menengah, Poco X7 Pro masih tergolong kuat. Bahkan beberapa perangkat baru dengan harga lebih tinggi belum tentu bisa menyamai performa chipset dan storage UFS 4.0 yang dimiliki perangkat ini.
Namun kompetitor mulai menawarkan fitur tambahan seperti wireless charging atau kapasitas baterai lebih besar, yang menjadi nilai tambah di segmen lain.
Kesimpulan: Masih Worth It atau Sudah Harus Move On?
Setelah satu tahun penggunaan, Poco X7 Pro masih menjadi salah satu smartphone paling kompetitif di kelas mid-range. Performa tetap kencang, baterai masih stabil, dan fitur software semakin matang.
Meski ada kompromi seperti manajemen suhu yang lebih ketat, kamera ultrawide yang biasa saja, dan isu kecil pada beberapa unit, secara keseluruhan perangkat ini masih sangat layak digunakan.
Editor : Novica Satya Nadianti