RADAR TULUNGAGUNG- Pengujian sepeda listrik untuk perjalanan jarak jauh dilakukan dengan rute Cempaka Putih menuju Alam Sutera dan kembali lagi ke Jakarta. Hasilnya, sepeda listrik bermotor 250 watt dengan baterai 24 volt mampu menempuh jarak hingga 81 kilometer tanpa kendala berarti di jalan datar maupun tanjakan flyover.
Pengujian tersebut dilakukan untuk mengetahui efektivitas sepeda listrik sebagai kendaraan rekreasi dan transportasi antarkota. Selain menguji daya tahan baterai, perjalanan ini juga membuktikan bahwa motor kecil 250 watt masih cukup nyaman digunakan untuk gowes jarak jauh.
Baca Juga: 10 Sepeda Listrik Terbaik dari Xiaomi hingga United, Jarak Tempuhnya Tembus 100 Kilometer
Motor 250 Watt Dinilai Cukup untuk Perjalanan Jarak Jauh
Dalam pengujian ini, sepeda yang digunakan merupakan MTB lawas dengan roda 26 inci yang dipasangi motor listrik mini berdaya 250 watt. Sistem yang dipakai menggunakan pedal assist tanpa mengandalkan trotel penuh.
Pengendara memilih pengaturan arus 10 ampere dengan baterai 24 volt untuk menjaga efisiensi daya selama perjalanan. Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga sekitar 240 watt yang dianggap cukup untuk kebutuhan touring santai.
“Motor 250 watt ternyata masih sangat oke untuk perjalanan jauh,” ujar penguji dalam video tersebut.
Selama perjalanan, sepeda listrik mampu mempertahankan kecepatan rata-rata 22 hingga 27 km/jam di jalur datar. Bahkan di jalan raya, kecepatan maksimum disebut sempat mencapai lebih dari 40 km/jam.
Kemampuan tanjakan juga cukup baik. Saat melintasi flyover Roxy dan beberapa underpass di Jakarta, kecepatan sepeda masih bertahan di angka 22 km/jam dengan mode pedal assist level satu.
Menurut penguji, bantuan tenaga listrik membuat kayuhan terasa ringan meski menggunakan konfigurasi gear sederhana layaknya single speed.
Baterai 24 Volt Hampir Habis Setelah 81 Kilometer
Perjalanan dimulai dari kawasan Cempaka Putih menuju Alam Sutera dengan jarak sekitar 49 kilometer. Setelah beristirahat sejenak, perjalanan dilanjutkan kembali menuju titik awal dengan rute berbeda yang lebih singkat.
Saat perjalanan selesai, total jarak tempuh yang tercatat pada odometer mencapai 81 kilometer. Sementara indikator baterai menunjukkan tegangan tersisa sekitar 22 volt dengan dua bar daya.
Kondisi tersebut dinilai sudah mendekati batas cut off baterai yang berada di angka 21 volt. Artinya, kapasitas baterai yang digunakan masih belum ideal jika dipaksakan untuk perjalanan hingga 100 kilometer.
“Kalau ingin nyaman untuk 100 kilometer, kapasitas baterainya harus lebih besar,” jelasnya.
Penguji menyarankan penggunaan baterai 24 volt dengan kapasitas sekitar 24 Ah agar perjalanan jarak jauh lebih aman tanpa khawatir kehabisan daya di tengah jalan.
Meski begitu, baterai 19,2 Ah yang digunakan dalam pengujian dianggap sudah cukup impresif karena mampu membawa sepeda melaju lebih dari 80 kilometer dengan kombinasi jalan datar dan tanjakan.
Gowes Jarak Jauh Dinilai Lebih Nyaman dengan Sepeda Listrik
Selain soal performa motor dan baterai, kenyamanan berkendara menjadi poin utama dalam pengujian ini. Posisi duduk MTB yang sedikit condong disebut membuat perjalanan panjang terasa lebih nyaman.
Penggunaan pedal assist juga membantu mengurangi kelelahan selama gowes antarkota. Pengendara mengaku tetap bisa menikmati perjalanan tanpa tenaga terkuras seperti saat memakai sepeda konvensional.
“Kalau pakai sepeda biasa capeknya luar biasa,” katanya.
Pemilihan motor 250 watt dan baterai 24 volt juga dianggap lebih praktis karena tidak membuat sepeda terlalu berat. Pengguna tidak perlu membawa baterai besar yang menyulitkan mobilitas.
Hasil pengujian ini memperlihatkan bahwa sepeda listrik kini semakin layak digunakan untuk touring jarak jauh di jalur perkotaan. Dengan kombinasi motor efisien, pedal assist, dan kapasitas baterai yang tepat, perjalanan hingga puluhan kilometer bisa dilakukan dengan nyaman dan tetap hemat tenaga.
Baca Juga: 10 Sepeda Listrik Terbaik dari Xiaomi hingga Orbea, Ada yang Tembus Kecepatan 50 Km/Jam
Editor : Cholifatun Nisak