RADAR TULUNGAGUNG- Sepeda listrik Tailing GF52 mencuri perhatian setelah diuji menempuh perjalanan hingga 102 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh. Pengujian dilakukan dengan rute Tangerang Selatan menuju PIK 2 pulang-pergi dan hasilnya disebut masih aman tanpa kendala berarti selama perjalanan berlangsung.
Uji jarak tempuh ini dilakukan untuk membuktikan kemampuan baterai sepeda listrik dalam penggunaan harian maupun perjalanan jauh. Selama perjalanan, pengendara melewati kondisi jalan perkotaan yang macet dengan kecepatan rata-rata sekitar 30 hingga 40 km/jam menggunakan mode gigi dua.
Hasilnya, Tailing GF52 berhasil menyelesaikan perjalanan lebih dari 100 kilometer hanya dengan satu kali pengisian baterai. Temuan ini menjadi sorotan karena banyak pengguna masih meragukan kemampuan sepeda listrik untuk mobilitas jarak jauh.
Baca Juga: 5 Sepeda Listrik Terbaik Harga Rp3 Jutaan, Uwinfly hingga iBike Punya Kecepatan Tembus 60 Km/Jam
Tailing GF52 Diuji dari Tangerang Selatan ke PIK 2
Pengujian dimulai dari kawasan Tangerang Selatan menuju Pantai Indah Kapuk atau PIK 2. Pengendara sengaja menggunakan kecepatan normal layaknya pemakaian sehari-hari agar hasil tes lebih realistis.
Dalam perjalanan awal selama sekitar 20 menit, sepeda listrik ini sudah menempuh jarak 9,1 kilometer. Pengendara juga menyebut kondisi lalu lintas cukup padat sehingga perjalanan beberapa kali terhambat kemacetan.
Meski begitu, performa sepeda listrik tetap dinilai stabil. Tailing GF52 juga dilengkapi fitur yang cukup lengkap seperti speedometer LCD, lampu sein, lampu jauh-dekat, hingga indikator kecepatan dan jarak tempuh digital.
Setelah satu jam perjalanan, kendaraan mencapai Green Sedayu Mall dengan total jarak sekitar 25 kilometer. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju PIK 2 hingga total jarak mencapai 50 kilometer.
“Gua enggak expect ternyata sepeda listrik ini berhasil sampai ke PIK dengan selamat tanpa ada kekurangan sekalipun,” ujar pengendara dalam video pengujian tersebut.
Sekali Cas Diklaim Bisa Tempuh 102 Kilometer
Usai mencapai PIK 2, perjalanan dilanjutkan kembali menuju titik awal di Tangerang Selatan. Selama perjalanan pulang, kondisi kendaraan disebut masih nyaman digunakan meskipun pengendara sudah berada di jalan selama beberapa jam.
Saat tiba di kawasan Daan Mogot City, indikator perjalanan menunjukkan masih tersisa sekitar 23 kilometer daya tempuh. Hal itu memperlihatkan baterai masih memiliki cadangan energi meski kendaraan telah digunakan cukup jauh.
Pengujian akhirnya selesai setelah total perjalanan menyentuh angka 102 kilometer dalam waktu sekitar lima jam perjalanan sejak siang hingga malam hari.
Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik utama Tailing GF52 karena sebagian besar sepeda listrik di kelas serupa rata-rata hanya menawarkan jarak tempuh sekitar 40 hingga 60 kilometer dalam sekali pengisian.
Dengan hasil ini, Tailing GF52 mulai dilirik sebagai alternatif kendaraan harian yang lebih hemat biaya operasional dibanding motor berbahan bakar bensin.
Kenyamanan Jadi Nilai Tambah untuk Mobilitas Harian
Selain jarak tempuh, faktor kenyamanan juga menjadi perhatian selama pengujian berlangsung. Pengendara mengaku tubuhnya tidak terlalu lelah meski harus berkendara selama berjam-jam di tengah cuaca panas dan kondisi lalu lintas padat.
Hal itu disebut berkat kombinasi jok yang nyaman, sistem suspensi yang empuk, serta pengereman yang dinilai responsif. Pengalaman tersebut membuat sepeda listrik ini dianggap cocok untuk penggunaan harian, termasuk kebutuhan bekerja maupun aktivitas belanja.
“Dari jok, suspensi, pengereman semuanya nyaman banget,” ungkap pengendara saat menutup pengujian.
Tren penggunaan sepeda listrik sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan. Selain biaya pengisian daya yang lebih murah dibanding bensin, kendaraan listrik juga dinilai lebih praktis untuk mobilitas perkotaan.
Dengan kemampuan menempuh lebih dari 100 kilometer dalam sekali cas, Tailing GF52 menjadi salah satu model yang mulai menarik perhatian konsumen yang membutuhkan kendaraan listrik jarak jauh tanpa harus sering melakukan pengisian ulang baterai.
Editor : Cholifatun Nisak