JAKARTA - Sepeda listrik Polygon Kalosi Cruz mulai menarik perhatian pecinta bike to work karena menawarkan kombinasi desain komuter modern, fitur pedal assist, dan jarak tempuh hingga 80 kilometer dalam sekali pengisian daya. E-bike ini disebut cocok untuk pekerja urban yang ingin mengurangi biaya bensin, parkir, dan kemacetan harian.
Tren penggunaan sepeda listrik di perkotaan memang terus meningkat. Selain lebih hemat, kendaraan ramah lingkungan ini dinilai praktis untuk mobilitas jarak dekat hingga menengah tanpa harus mengorbankan kenyamanan berkendara.
Reviewer otomotif dan sepeda dalam kanal Gayam Kenara menyebut Polygon Kalosi Cruz sebagai salah satu solusi terbaik bagi pengguna yang ingin beralih dari motor atau mobil ke kendaraan listrik harian.
Polygon Kalosi Cruz Andalkan Pedal Assist dan Baterai Besar
Polygon Kalosi Cruz hadir sebagai sepeda listrik tipe komuter dengan fitur pedal assist yang membantu pengendara saat mengayuh. Sistem tersebut membuat gowes terasa lebih ringan, terutama untuk perjalanan jauh menuju kantor atau aktivitas harian lainnya.
Sepeda ini menggunakan baterai 36 volt berkapasitas besar yang ditempatkan di bagian belakang rangka. Dalam pengujian penggunaan harian, baterainya disebut belum habis meski dipakai berkendara sekitar 10 kilometer setiap hari selama sepekan.
“Jadi kayak dibantuin gitu pedalnya, enak banget buat bike to work,” ujar reviewer dalam videonya.
Polygon juga menyematkan motor penggerak merek Bafang pada bagian roda belakang. Dengan dukungan motor tersebut, Kalosi Cruz mampu menempuh jarak maksimal hingga 80 kilometer dalam sekali pengecasan penuh.
Waktu pengisian daya baterainya berkisar antara empat sampai enam jam. Pengguna dapat mengisi daya langsung di sepeda atau melepas baterai untuk dicas di dalam rumah maupun kantor.
Desain Nyaman dan Cocok Dipakai Harian di Kota
Dari sisi desain, Polygon Kalosi Cruz mengusung konsep sepeda komuter modern dengan posisi berkendara santai. Geometri stang dibuat nyaman untuk perjalanan jauh tanpa membuat tangan cepat pegal.
Sepeda ini memakai ban berukuran 26 x 2,3 inci yang cukup tebal sehingga tetap nyaman digunakan di jalan perkotaan yang tidak rata. Sistem pengereman sudah menggunakan rem cakram mekanis Tektro dengan rotor 160 mm.
Frame dan fork dibuat menggunakan material steel yang dipadukan dengan velg alloy 36 hole. Bobot keseluruhan sepeda mencapai sekitar 22 kilogram karena adanya baterai dan motor listrik.
Fitur lain yang cukup menarik adalah lampu otomatis LED yang akan menyala saat kondisi gelap. Pengguna juga bisa mengaktifkannya secara manual melalui panel kontrol pada stang.
Tak hanya itu, Polygon Kalosi Cruz sudah mendukung koneksi Bluetooth dan aplikasi pendukung yang dapat memantau sensor cadence saat berkendara. Sepeda ini juga dilengkapi standar parkir, pelindung cipratan air, serta dudukan tambahan untuk membawa barang atau kursi anak.
Hemat Biaya Operasional Jadi Alasan Utama Pengguna Beralih
Popularitas sepeda listrik kini semakin meningkat karena dianggap lebih ekonomis dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Pengguna tidak perlu mengeluarkan biaya bensin maupun parkir harian yang terus naik.
Dalam ulasannya, reviewer mengaku mulai lebih sering memakai Polygon Kalosi Cruz untuk pergi ke kantor maupun sekadar berjalan santai ke pusat perbelanjaan. Selain hemat, penggunaan sepeda listrik juga membuat perjalanan terasa lebih santai tanpa stres menghadapi kemacetan.
“Harga sekitar Rp9 jutaan menurut saya sudah worth it untuk investasi kendaraan harian,” ujarnya.
Meski demikian, Polygon Kalosi Cruz tetap memiliki kekurangan pada bobotnya yang cukup berat jika motor assist dimatikan. Namun kondisi tersebut dianggap wajar karena sepeda membawa baterai besar dan motor listrik tambahan.
Perawatan sepeda listrik ini juga disebut tidak jauh berbeda dengan sepeda biasa. Pengguna hanya perlu menjaga bagian motor dan baterai agar tidak terkena tekanan air berlebihan saat mencuci.
Dengan fitur pedal assist, baterai tahan lama, dan desain nyaman untuk perkotaan, Polygon Kalosi Cruz menjadi salah satu pilihan menarik bagi masyarakat yang ingin mulai beralih ke kendaraan listrik untuk aktivitas sehari-hari.
Editor : Cholifatun Nisak