JAKARTA - Samsung Galaxy A57 5G menjadi salah satu smartphone yang paling banyak dibicarakan sejak resmi hadir di pasar Indonesia. Meski mendapat banyak perhatian dan permintaan dari konsumen, sejumlah pengamat teknologi menilai Samsung terlalu nyaman dengan dominasinya di segmen menengah sehingga peningkatan yang dibawa Samsung Galaxy A57 5G terasa kurang menggairahkan.
Popularitas Samsung Galaxy A57 5G memang tidak perlu diragukan. Di tengah gempuran berbagai merek seperti iQOO, Poco, Redmi, Realme, Vivo, hingga Oppo, banyak konsumen tetap menjadikan Samsung sebagai pilihan utama saat mencari smartphone kelas menengah.
Namun, di balik tingginya minat pasar, muncul kritik bahwa Samsung Galaxy A57 5G hanya menawarkan peningkatan kecil dibanding pendahulunya, Galaxy A56.
Desain Jadi Upgrade Terbesar
Salah satu peningkatan paling terasa pada Samsung Galaxy A57 5G ada pada desain. Smartphone ini hadir dengan bobot sekitar 180 gram atau sekitar 10 persen lebih ringan dibanding Galaxy A56.
Selain lebih ringan, ketebalannya juga berkurang menjadi hanya 6,9 mm. Kombinasi bodi yang lebih tipis dan ringan membuat pengalaman menggenggam perangkat terasa jauh lebih nyaman.
Samsung juga mempertahankan material premium berupa Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang serta frame aluminium. Bahkan, sertifikasi ketahanan air ditingkatkan menjadi IP68 dari sebelumnya IP67.
Perubahan lain yang cukup mencolok adalah bezel layar yang kini jauh lebih tipis. Banyak pengguna menilai desain depan Galaxy A57 terlihat lebih modern dan mendekati smartphone flagship Samsung.
Performa Naik, Tapi Tidak Signifikan
Di sektor dapur pacu, Samsung Galaxy A57 5G menggunakan chipset Exynos 1680 yang merupakan penerus Exynos 1580 pada Galaxy A56.
Baca Juga: Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik 2026: Spek Gahar, Baterai Jumbo, dan Performa Ngebut untuk Harian
Meski secara benchmark menunjukkan peningkatan skor, perubahan performa di dunia nyata dinilai tidak terlalu besar. Struktur inti prosesor disebut hanya mengalami penyesuaian komposisi tanpa menghadirkan teknologi baru yang benar-benar revolusioner.
Untuk kebutuhan gaming, hasilnya juga belum terlalu memuaskan bagi gamer kompetitif. Mobile Legends masih belum berjalan stabil pada frame rate tinggi, sementara Genshin Impact hanya mampu bertahan di kisaran 40 fps dengan suhu perangkat yang cukup panas saat digunakan dalam waktu lama.
Padahal Samsung mengklaim sistem pendingin Galaxy A57 sudah lebih besar dibanding generasi sebelumnya.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik Juni 2026: Spek Gahar, Baterai Jumbo, dan Performa Ngebut
Kamera Masih Mirip Galaxy A56
Samsung Galaxy A57 5G tetap mengandalkan konfigurasi kamera utama 50 MP, kamera ultrawide 13 MP, dan kamera makro 5 MP.
Hasil foto yang dihasilkan memiliki karakter khas Samsung dengan warna cerah dan detail yang baik. Namun, ketika dibandingkan secara langsung dengan Galaxy A56, perbedaannya dinilai sangat tipis.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP 2 Jutaan Terbaik Juni 2026: Spek Gahar, Baterai Jumbo, dan Performa Ngebut
Peningkatan yang paling terasa justru hadir pada perekaman video. Transisi zoom saat merekam kini terlihat lebih halus dan profesional dibanding generasi sebelumnya yang masih terasa patah-patah.
Kamera depan maupun belakang juga mampu merekam video hingga resolusi 4K 30 fps dengan stabilisasi yang cukup baik untuk kebutuhan vlog maupun pembuatan konten media sosial.
Baterai dan Fitur Masih Serupa
Samsung masih mempertahankan baterai berkapasitas 5.000 mAh pada Galaxy A57 5G. Daya tahan yang ditawarkan tergolong cukup baik untuk penggunaan sehari-hari, namun belum mampu menyaingi beberapa pesaing yang sudah menggunakan baterai berkapasitas 6.000 hingga 7.000 mAh.
Untuk pengisian daya, smartphone ini mendukung fast charging 45 watt yang mampu mengisi daya hingga 64 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Fitur lain seperti NFC, stereo speaker, Bluetooth 6.0, WiFi 6E, sensor sidik jari dalam layar, serta dukungan pembaruan sistem operasi hingga enam tahun tetap menjadi nilai jual utama perangkat ini.
Worth It atau Tidak?
Menurut sejumlah pengulas teknologi, Samsung Galaxy A57 5G masih layak dipertimbangkan jika dibeli pada harga pasar saat ini yang berada di kisaran Rp6,8 juta hingga Rp7 juta.
Baca Juga: Siap Jegal Dominasi Calya dan Sigra, Nissan Gravite 2026 Resmi Meluncur dengan Harga Rp105 Jutaan
Harga tersebut dianggap lebih masuk akal dibanding banderol awal yang sempat menyentuh Rp8 jutaan. Dengan selisih sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta dari Galaxy A56, konsumen bisa mendapatkan desain yang lebih premium, lebih tipis, lebih ringan, serta sertifikasi ketahanan yang lebih baik.
Meski demikian, bagi pengguna yang mengutamakan performa gaming, kapasitas baterai besar, atau inovasi spesifikasi yang lebih agresif, sejumlah kompetitor seperti iQOO, Poco, Redmi, dan Realme masih menawarkan alternatif yang menarik di kelas harga yang sama.
Pada akhirnya, Samsung Galaxy A57 5G tetap menjadi pilihan aman bagi pengguna yang menginginkan smartphone serba bisa dengan dukungan software panjang dan kualitas produk yang sudah teruji. Namun, banyak pihak berharap Samsung kembali menghadirkan inovasi yang lebih berani agar tidak terlalu nyaman berada di puncak pasar smartphone kelas menengah.
Editor : Dyah Wulandari