Radar Tulungagung – Tren membeli smartphone flagship bekas semakin diminati pada 2026. Di tengah maraknya ponsel baru dengan harga Rp2 juta hingga Rp3 juta yang masih mengandalkan chipset kelas menengah ke bawah, banyak pengguna mulai melirik perangkat flagship lawas yang kini dijual dengan harga jauh lebih terjangkau.
Dalam sebuah ulasan terbaru, Google Pixel 6 disebut sebagai salah satu HP bekas paling worth it di kelas Rp2 jutaan. Bahkan perangkat ini dinilai mampu mengungguli Samsung Galaxy S21 5G dan Sony Xperia 1 III dari sisi pengalaman penggunaan maupun kualitas kamera.
Pandangan tersebut muncul karena banyak smartphone baru di rentang harga yang sama masih menggunakan spesifikasi yang dianggap sudah tertinggal. Sementara itu, mantan flagship yang dulunya dibanderol belasan juta rupiah kini bisa dimiliki dengan harga jauh lebih murah tanpa kehilangan banyak kemampuan premium.
Samsung Galaxy S21 5G, Layar Premium dengan Masalah Panas
Posisi ketiga ditempati Samsung Galaxy S21 5G. Saat pertama kali dirilis pada 2021, ponsel ini dijual di kisaran Rp13 juta hingga Rp14 juta. Kini harganya turun drastis menjadi sekitar Rp2 juta hingga Rp3 jutaan tergantung kondisi unit.
Keunggulan utama Galaxy S21 terletak pada layar Dynamic AMOLED 2X berukuran 6,2 inci dengan refresh rate adaptif 120Hz dan tingkat kecerahan tinggi. Desainnya juga tergolong ringkas dengan bobot hanya 169 gram sehingga nyaman digunakan dengan satu tangan.
Di sektor kamera, Samsung menyematkan kamera utama 12 MP dengan OIS, ultrawide 12 MP, serta telefoto 64 MP yang mendukung zoom berkualitas tinggi. Kemampuan perekaman videonya bahkan sudah mendukung resolusi 8K.
Namun di balik kelebihannya, Galaxy S21 memiliki kelemahan pada chipset Exynos 2100 yang dikenal cepat panas. Kondisi tersebut berdampak pada penurunan performa saat bermain game dan konsumsi daya yang cukup boros. Baterai 4.000 mAh yang dibawanya juga dinilai kurang mampu menunjang aktivitas berat sepanjang hari.
Sony Xperia 1 III, Surga Fotografer dengan Risiko Tinggi
Posisi kedua ditempati Sony Xperia 1 III yang saat peluncuran dibanderol sekitar Rp18 jutaan. Kini perangkat tersebut bisa ditemukan di marketplace dengan harga sekitar Rp3 juta hingga Rp4 jutaan.
Sony Xperia 1 III menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding smartphone lain. Layarnya menggunakan panel OLED 6,5 inci dengan resolusi 4K, refresh rate 120Hz, serta rasio 21:9 yang cocok untuk kebutuhan multimedia dan editing video.
Daya tarik utama ponsel ini berada pada sektor kamera. Sony membekalinya dengan tiga kamera Zeiss 12 MP yang didukung teknologi variabel focal length serta aplikasi Photography Pro dan Cinema Pro yang menyerupai antarmuka kamera profesional Sony Alpha.
Meski demikian, Xperia 1 III memiliki sejumlah kelemahan serius. Snapdragon 888 yang digunakan dikenal menghasilkan suhu tinggi. Saat digunakan merekam video 4K dalam waktu lama, perangkat berpotensi mengalami overheating dan menutup aplikasi kamera secara otomatis.
Selain itu, pengguna juga harus mewaspadai masalah green line yang cukup sering dilaporkan pada layar OLED perangkat ini. Biaya penggantian layar yang mahal menjadi risiko tambahan bagi calon pembeli.
Google Pixel 6 Jadi Pilihan Terbaik
Sementara itu, posisi pertama ditempati Google Pixel 6 yang disebut sebagai mantan flagship paling worth it di kelas harga Rp2 jutaan.
Keunggulan utama Pixel 6 terletak pada kombinasi hardware kamera dan kecerdasan buatan milik Google. Smartphone ini menggunakan sensor Samsung ISOCELL GN1 50 MP berukuran besar yang mampu menangkap cahaya lebih banyak dibanding banyak kompetitornya.
Hasilnya, kualitas foto malam hari, dynamic range, hingga reproduksi warna kulit menjadi salah satu yang terbaik di kelasnya. Bahkan banyak pengguna menilai kualitas kameranya masih mampu bersaing dengan smartphone terbaru yang harganya jauh lebih mahal.
Selain kamera, Pixel 6 juga menawarkan pengalaman Android murni yang ringan dan responsif. Chipset Google Tensor generasi pertama memang bukan yang paling kencang untuk bermain game, namun sangat optimal dalam menjalankan fitur berbasis AI dan fotografi komputasional.
Meski demikian, Pixel 6 bukan tanpa kekurangan. Sensor sidik jarinya tergolong lambat, kecepatan pengisian daya tidak secepat klaim pemasaran, serta terdapat risiko terkait IMEI karena perangkat ini tidak dipasarkan secara resmi di Indonesia.
Karena itu, calon pembeli disarankan memilih penjual terpercaya yang memberikan jaminan IMEI aktif dan legal.
Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, Google Pixel 6 dinilai sebagai pilihan terbaik bagi pengguna yang mengutamakan kualitas kamera, pengalaman Android murni, dan performa harian yang stabil tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Editor : Maylanni Diana Fitri