Radar Tulungagung - Samsung Galaxy S26 Ultra kembali menjadi sorotan setelah sejumlah reviewer teknologi mengulas pengalaman penggunaan perangkat flagship terbaru tersebut selama sekitar satu pekan. Salah satu fitur yang paling banyak dibicarakan adalah Privacy Display, teknologi layar baru yang disebut menjadi pembeda utama Samsung Galaxy S26 Ultra dibanding generasi sebelumnya.
Dalam pengujian harian, Samsung Galaxy S26 Ultra menunjukkan sejumlah peningkatan, terutama pada sisi software, kecerdasan buatan (AI), serta fitur privasi yang belum dimiliki smartphone lain di kelasnya.
Privacy Display Jadi Fitur Andalan
Fitur Privacy Display memungkinkan layar terlihat normal bagi pengguna yang berada tepat di depan perangkat, tetapi akan tampak lebih redup dan sulit dibaca dari sudut samping.
Teknologi ini bekerja menggunakan dua jenis piksel berbeda, yakni wide pixel yang menyebarkan cahaya lebih luas dan narrow pixel yang memfokuskan cahaya ke arah depan. Saat Privacy Display diaktifkan, hanya narrow pixel yang bekerja sehingga konten layar lebih terlindungi dari pandangan orang lain.
Pengujian menggunakan mikroskop bahkan menunjukkan adanya bagian piksel yang dimatikan saat fitur tersebut aktif.
Meski demikian, fitur ini memiliki konsekuensi. Resolusi efektif layar sedikit berkurang karena sebagian piksel tidak digunakan. Dampaknya, tampilan layar terlihat lebih redup dan warna menjadi sedikit kurang hidup ketika mode privasi berada pada level maksimal.
Namun karena dapat dinyalakan dan dimatikan kapan saja, efek samping tersebut dinilai tidak terlalu mengganggu penggunaan sehari-hari.
Performa Naik Signifikan
Di sektor performa, Samsung Galaxy S26 Ultra dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy yang menawarkan peningkatan cukup besar dibanding pendahulunya.
Berdasarkan pengujian benchmark, skor AnTuTu meningkat hingga sekitar 24 persen dibanding Galaxy S25 Ultra. Sementara itu, performa single-core pada Geekbench melonjak hingga 35 persen, sedangkan multi-core meningkat sekitar 18 persen.
Samsung juga mengklaim sistem pendingin vapor chamber yang lebih efisien. Hasil pengujian menunjukkan suhu perangkat saat menjalankan beban berat tetap berada di kisaran 43 hingga 44 derajat Celsius, mirip dengan generasi sebelumnya. Namun performa yang dihasilkan lebih tinggi dengan tingkat stabilitas yang tetap terjaga.
Kamera Lebih Matang Meski Tidak Revolusioner
Samsung turut meningkatkan aperture atau bukaan lensa pada kamera utama dan telefoto Galaxy S26 Ultra.
Perubahan ini memang tidak langsung terlihat mencolok dalam penggunaan biasa. Namun saat diperhatikan lebih detail, hasil foto menunjukkan warna yang lebih akurat dan tekstur yang lebih tajam dibanding Galaxy S25 Ultra.
Peningkatan juga terlihat pada kemampuan video, terutama saat kondisi minim cahaya. Kamera Galaxy S26 Ultra dinilai lebih rapi dalam mengelola sumber cahaya sehingga hasil rekaman tampak lebih bersih dan minim noise.
Meski demikian, sejumlah reviewer menilai peningkatan kamera kali ini lebih bersifat penyempurnaan daripada lompatan besar. Jika dibandingkan dengan beberapa flagship asal Tiongkok, Samsung masih dianggap kalah agresif dalam menghadirkan inovasi kamera.
Fitur AI Makin Berguna
Selain hardware, Samsung juga memperkuat pengalaman pengguna melalui fitur AI terbaru.
Salah satunya adalah Photo Assist yang kini mendukung perintah berbasis teks atau prompt. Pengguna bisa mengubah warna mata, mengganti gaya rambut, hingga menghapus objek tertentu hanya dengan instruksi sederhana dalam bahasa Indonesia.
Fitur Audio Eraser juga semakin fleksibel karena kini dapat digunakan pada video dari aplikasi pihak ketiga seperti YouTube, Instagram, dan TikTok.
Sementara itu, fitur Now Brief dan Now Bar terus berkembang dengan kemampuan memahami konteks percakapan. Sistem dapat memberikan jalan pintas ke galeri foto atau kalender sesuai isi chat yang sedang dibahas pengguna.
Layak Upgrade?
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy S26 Ultra menawarkan pengalaman premium yang semakin matang. Privacy Display menjadi fitur unggulan yang benar-benar berguna, bukan sekadar gimmick pemasaran.
Meski peningkatan kamera dan baterai tidak terlalu drastis dibanding generasi sebelumnya, kombinasi performa tinggi, fitur AI yang semakin cerdas, One UI yang matang, serta keberadaan S Pen tetap menjadikan perangkat ini salah satu flagship Android paling menarik saat ini.
Namun bagi pengguna Galaxy S25 Ultra, upgrade ke Samsung Galaxy S26 Ultra mungkin belum menjadi kebutuhan mendesak. Sebaliknya, pengguna yang datang dari perangkat berusia dua hingga empat generasi lebih lama akan merasakan peningkatan yang jauh lebih signifikan.
Editor : Maylanni Diana Fitri