Radar Tulungagung – Setelah digunakan selama hampir dua minggu, Vivo X300 Ultra menunjukkan alasan mengapa smartphone ini disebut sebagai salah satu flagship kamera terbaik tahun ini. Tidak hanya menawarkan spesifikasi kelas atas, Vivo X300 Ultra juga menghadirkan pengalaman fotografi yang berbeda dibandingkan kebanyakan smartphone premium lainnya.
Sejak pertama kali digunakan, salah satu hal yang paling mencuri perhatian dari Vivo X300 Ultra adalah sektor kameranya. Smartphone ini tidak sekadar mengandalkan angka megapiksel besar, tetapi juga menghadirkan kombinasi sensor berukuran jumbo dan fitur videografi yang sangat lengkap.
Namun di balik semua keunggulannya, ada beberapa karakter unik yang membuat Vivo X300 Ultra terasa berbeda dan mungkin membutuhkan adaptasi bagi sebagian pengguna.
Kamera Ultrawide Jadi Bintang Utama
Jika biasanya kamera ultrawide menjadi lensa pelengkap dengan kualitas di bawah kamera utama, hal tersebut tidak berlaku pada Vivo X300 Ultra.
Smartphone ini dibekali sensor ultrawide berukuran 1/1,28 inci, ukuran yang bahkan setara dengan sensor kamera utama pada banyak flagship premium saat ini.
Keunggulan tersebut langsung terasa saat digunakan pada kondisi minim cahaya. Perpindahan dari kamera utama ke ultrawide nyaris tidak menunjukkan penurunan kualitas yang signifikan. Detail tetap terjaga, noise minim, dan pencahayaan tetap konsisten.
Kondisi ini membuat Vivo X300 Ultra menjadi salah satu smartphone dengan kamera ultrawide terbaik yang tersedia saat ini.
Lensa Utama 35 mm yang Tidak Biasa
Selain ultrawide, Vivo X300 Ultra juga memiliki karakter unik pada kamera utamanya.
Berbeda dari kebanyakan smartphone yang menggunakan focal length sekitar 23 mm hingga 24 mm, Vivo memilih focal length 35 mm untuk kamera utama.
Akibatnya, hasil foto maupun video terasa lebih dekat saat diarahkan ke objek. Bagi pengguna baru, hal ini mungkin terasa aneh pada awal penggunaan.
Namun keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Focal length 35 mm selama ini dikenal sebagai salah satu sudut pandang paling natural dan mendekati cara mata manusia melihat objek.
Karena itulah banyak fotografer profesional menyukai karakter lensa 35 mm untuk kebutuhan dokumentasi maupun street photography.
Modul Kamera Besar Punya Keuntungan Tersendiri
Modul kamera raksasa yang menjadi ciri khas Vivo X300 Ultra ternyata tidak hanya berfungsi sebagai pemanis desain.
Selama penggunaan harian, modul tersebut justru memberikan beberapa keuntungan tambahan. Salah satunya adalah posisi jari yang lebih nyaman saat menggenggam perangkat.
Ukuran modul yang besar juga membuat smartphone lebih stabil ketika diletakkan di meja. Bahkan pada kondisi tertentu, perangkat dapat berdiri sendiri tanpa bantuan penyangga tambahan.
Meski terlihat ekstrem, desain tersebut ternyata memiliki fungsi yang cukup membantu bagi pengguna yang sering membuat konten foto maupun video.
Fitur Videografi Kelas Filmmaker
Salah satu keunggulan terbesar Vivo X300 Ultra terletak pada kemampuan videografinya.
Aplikasi kamera bawaan menawarkan pengaturan yang sangat lengkap, mulai dari pemilihan sumber audio, kontrol noise reduction, pengaturan arah tangkapan suara, hingga mode video profesional yang menyerupai kamera sinema.
Pengguna dapat memilih sumber audio dari mikrofon internal, TWS, maupun mikrofon eksternal. Bahkan tersedia pengaturan karakter suara seperti omnidirectional, front pickup, rear pickup, hingga bidirectional.
Bagi kreator konten maupun videografer mobile, fitur tersebut menjadi nilai tambah yang jarang ditemukan pada smartphone lain.
Selain itu, Vivo juga mendukung perekaman video 4K 120 fps pada berbagai lensa sehingga memberikan fleksibilitas lebih saat proses editing.
Hasil Foto dan Zoom Tetap Jadi Andalan
Untuk urusan fotografi, Vivo X300 Ultra tetap mempertahankan reputasi seri X sebagai smartphone kamera premium.
Ketiga lensa yang dimiliki, mulai dari ultrawide, kamera utama, hingga telefoto, mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Kemampuan zoom menjadi salah satu fitur yang paling mengesankan. Objek yang sulit terlihat oleh mata telanjang masih dapat ditangkap dengan detail yang sangat baik melalui kamera telefoto.
Meski demikian, kamera selfie masih memiliki kelemahan saat digunakan merekam video pada kondisi low light. Tingkat noise cukup terasa dan dynamic range belum sebaik kamera belakang.
Baterai Awet, Tapi Bukan yang Terbaik
Selama penggunaan harian, daya tahan baterai Vivo X300 Ultra tergolong baik.
Pada penggunaan ringan seperti media sosial dan streaming video, perangkat mampu menghasilkan screen-on-time lebih dari enam jam.
Namun ketika kamera digunakan secara intensif, konsumsi daya meningkat cukup signifikan. Penggunaan dominan untuk fotografi dan videografi membuat screen-on-time turun ke kisaran empat jam.
Artinya, Vivo X300 Ultra memang lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman kamera dibandingkan daya tahan baterai ekstrem.
Layak untuk Penggemar Fotografi Mobile
Secara keseluruhan, Vivo X300 Ultra bukan sekadar smartphone flagship biasa. Perangkat ini lebih tepat disebut sebagai smartphone kamera profesional yang kebetulan masih nyaman digunakan sebagai ponsel harian.
Kamera ultrawide luar biasa, lensa utama 35 mm yang unik, kemampuan zoom impresif, serta fitur videografi yang sangat lengkap menjadi alasan utama mengapa perangkat ini menarik.
Meski masih memiliki beberapa kekurangan pada fitur AI dan kamera selfie low light, Vivo X300 Ultra tetap menjadi salah satu pilihan paling menarik bagi pengguna yang mengutamakan fotografi dan videografi mobile di kelas premium.
Editor : Maylanni Diana Fitri