Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Samsung Galaxy A57 Resmi Dibahas, Desain Makin Premium dan Ringan, Tapi Upgrade Dibanding A56 Dinilai Kurang Menggairahkan

Gita Dwi Nuraini • Minggu, 14 Juni 2026 | 20:40 WIB
Samsung Galaxy A57 hadir dengan desain lebih tipis dan premium. Namun, apakah upgrade dari Galaxy A56 benar-benar sepadan?(Gemini AI)
Samsung Galaxy A57 hadir dengan desain lebih tipis dan premium. Namun, apakah upgrade dari Galaxy A56 benar-benar sepadan?(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Samsung Galaxy A57 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta smartphone. Meski persaingan ponsel kelas menengah semakin ketat dengan kehadiran berbagai merek seperti Xiaomi, Poco, Realme, Vivo, hingga Oppo, nama Samsung tetap menjadi pilihan utama banyak konsumen.

Popularitas Samsung Galaxy A57 bahkan disebut sangat tinggi. Banyak pengguna yang penasaran dengan kemampuan penerus Galaxy A56 tersebut. Namun, di balik antusiasme pasar, muncul pertanyaan besar, apakah Samsung Galaxy A57 benar-benar membawa peningkatan signifikan dibanding generasi sebelumnya?

Secara umum, Samsung Galaxy A57 memang hadir dengan sejumlah pembaruan. Namun sebagian besar peningkatan justru berfokus pada desain, bukan performa atau kamera yang selama ini menjadi perhatian utama pengguna smartphone kelas menengah.

Baca Juga: OPPO Find X9 Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.025 mAh dan ColorOS 16 yang Makin Matang

Desain Lebih Tipis, Ringan, dan Premium

Salah satu perubahan paling mencolok pada Galaxy A57 terletak pada desain bodinya. Samsung berhasil memangkas bobot perangkat menjadi sekitar 180 gram atau lebih ringan sekitar 10 persen dibanding Galaxy A56.

Selain lebih ringan, ketebalannya juga berkurang menjadi hanya 6,9 mm. Kombinasi bodi tipis dan bobot ringan membuat pengalaman menggenggam ponsel terasa lebih nyaman untuk penggunaan harian.

Samsung juga mempertahankan material premium dengan penggunaan Gorilla Glass Victus Plus pada bagian depan dan belakang serta frame aluminium yang kokoh. Ketahanan terhadap air dan debu pun meningkat dari IP67 menjadi IP68, memungkinkan perangkat bertahan di kedalaman air hingga 1,5 meter selama 30 menit.

Perubahan lain yang cukup diapresiasi adalah bezel layar yang kini lebih tipis dibanding generasi sebelumnya. Tampilan depan terlihat lebih modern dan memberikan kesan premium yang selama ini banyak diharapkan pengguna seri Galaxy A.

Baca Juga: Rekomendasi HP RAM 16 GB Terbaik 2026: Performa Ekstrem Kalahkan Batas, Memori Monster, dan Spek Dewa Lini Flagship Termutakhir!

Performa Meningkat, Tapi Tidak Terlalu Jauh

Di sektor dapur pacu, Samsung Galaxy A57 dibekali chipset Exynos 1680 yang menjadi penerus Exynos 1580 pada Galaxy A56.

Meski secara angka terlihat sebagai peningkatan satu generasi, perubahan yang dihadirkan ternyata tidak terlalu revolusioner. Struktur inti prosesor masih serupa dengan hanya mengalami perubahan komposisi antara inti performa dan inti efisiensi.

Hasil benchmark memang menunjukkan skor yang lebih tinggi pada Galaxy A57, terutama untuk pengujian multicore. Namun peningkatan performa tersebut tidak terlalu terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Untuk kebutuhan gaming, Galaxy A57 masih belum mampu memberikan pengalaman terbaik di kelasnya. Beberapa game populer seperti Mobile Legends belum berjalan stabil di 120 FPS, sementara game berat seperti Genshin Impact hanya mampu menghasilkan frame rate di kisaran 40 FPS pada pengaturan menengah.

Suhu perangkat saat bermain game berat juga cukup tinggi dan dapat menyentuh angka 47 hingga 48 derajat Celsius.

Baca Juga: OPPO Find X9 Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.025 mAh dan ColorOS 16, Layak Jadi Flagship Paling Menarik 2026?

Kamera Masih Mirip Galaxy A56

Sektor kamera menjadi salah satu area yang dinilai minim perubahan. Samsung tetap mempertahankan konfigurasi kamera utama 50 MP, ultrawide 13 MP, dan kamera makro 5 MP.

Hasil foto yang dihasilkan disebut sangat mirip dengan Galaxy A56. Karakter warna khas Samsung yang cerah tetap dipertahankan, meski detail dan kualitas gambar tidak menunjukkan peningkatan signifikan.

Meski demikian, ada satu pembaruan menarik pada perekaman video. Sistem transisi zoom saat merekam kini terasa lebih halus dibanding Galaxy A56 yang sebelumnya terlihat patah-patah.

Kamera selfie juga mampu menghasilkan video 4K 30 FPS dengan dynamic range yang baik dan stabilisasi yang cukup memuaskan untuk kebutuhan konten media sosial.

Baca Juga: Rekomendasi HP RAM 12 GB Murah Terbaik 2026: Solusi Ponsel Anti Lemot dengan Memori Jumbo dan Performa Badak Termurah!

Baterai dan Harga Jadi Pertimbangan

Samsung Galaxy A57 masih mengandalkan baterai 5.000 mAh yang dipadukan dengan pengisian cepat 45 watt. Pengisian daya dari kosong hingga sekitar 64 persen dapat dicapai dalam waktu 30 menit.

Meski demikian, daya tahan baterainya dinilai standar untuk ukuran smartphone kelas menengah saat ini. Tidak ada lompatan besar dibanding Galaxy A56.

Dengan berbagai peningkatan yang ada, Galaxy A57 dianggap cocok bagi pengguna yang menginginkan desain lebih premium, tipis, dan ringan. Namun bagi pemilik Galaxy A56, perbedaan yang ditawarkan dinilai belum cukup besar untuk menjadi alasan kuat melakukan upgrade.

Di pasar Indonesia, Samsung Galaxy A57 saat ini mulai banyak dijual di kisaran Rp6,8 juta hingga Rp7 juta untuk varian RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. Harga tersebut dianggap lebih masuk akal dibanding harga awal yang sempat menyentuh Rp8 jutaan.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Samsung Galaxy A57 #Samsung Galaxy A56 #Review Samsung Galaxy A57 #Exynos 1680 #hp samsung terbaru