Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Samsung Galaxy A57 Disebut Cuma Ganti Desain dari A56, Benarkah Masih Worth It Dibeli dengan Harga Hampir Rp7 Juta?

Gita Dwi Nuraini • Minggu, 14 Juni 2026 | 20:44 WIB
Samsung Galaxy A57 hadir dengan desain lebih tipis dan ringan. Namun, apakah upgrade yang dibawa sebanding dengan harganya?(Gemini AI)
Samsung Galaxy A57 hadir dengan desain lebih tipis dan ringan. Namun, apakah upgrade yang dibawa sebanding dengan harganya?(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Samsung Galaxy A57 menjadi salah satu smartphone yang paling banyak diperbincangkan di segmen menengah. Meski persaingan semakin ketat dengan kehadiran berbagai ponsel dari Xiaomi, Poco, Realme, Vivo, hingga iQOO, banyak konsumen tetap melirik seri Galaxy A karena reputasi dan kenyamanan ekosistem Samsung.

Namun, kehadiran Samsung Galaxy A57 justru memunculkan perdebatan baru. Pasalnya, sejumlah pengamat menilai peningkatan yang dibawa ponsel ini tidak terlalu signifikan dibandingkan pendahulunya, Galaxy A56.

Meski begitu, Galaxy A57 tetap menawarkan sejumlah pembaruan yang membuatnya lebih premium dari generasi sebelumnya.

Baca Juga: OPPO Find X9 Resmi Hadir, Bawa Baterai 7.025 mAh dan ColorOS 16 yang Makin Canggih, Layak Jadi Flagship Favorit 2026?

Desain Jadi Nilai Jual Utama Samsung Galaxy A57

Perubahan paling terasa pada Galaxy A57 ada di sektor desain. Ponsel ini hadir dengan bobot hanya 180 gram, sekitar 10 persen lebih ringan dibanding Galaxy A56.

Selain itu, Samsung juga membuat bodinya lebih ramping dengan ketebalan hanya 6,9 mm. Walaupun secara angka selisihnya terlihat kecil, pengalaman menggenggam perangkat terasa lebih nyaman berkat kombinasi desain yang lebih tipis dan ringan.

Samsung juga mempertahankan material premium berupa kaca Gorilla Glass Victus Plus di bagian depan dan belakang, dipadukan dengan frame aluminium. Tak hanya itu, sertifikasi ketahanan air meningkat menjadi IP68, lebih tinggi dibanding IP67 pada Galaxy A56.

Perubahan lain terlihat pada bezel layar yang kini lebih tipis. Tampilan depan terasa lebih modern dan menjadi salah satu peningkatan yang sudah lama dinantikan pengguna seri Galaxy A.

Baca Juga: Rekomendasi HP RAM 16 GB Murah Harga Sejutaan Terbaik 2026: Spek Gahar Rasa Flagship, Ada Layar Lengkung dan AMOLED 144 Hz!

Performa Naik, Tapi Tidak Terlalu Signifikan

Di sektor dapur pacu, Samsung Galaxy A57 menggunakan chipset Exynos 1680 yang menjadi penerus Exynos 1580 pada Galaxy A56.

Secara benchmark, performanya memang meningkat. Skor multicore lebih tinggi dan kemampuan pemrosesan lebih baik. Namun peningkatan tersebut dinilai belum cukup revolusioner karena arsitektur dasar chipset masih mirip dengan generasi sebelumnya.

Saat digunakan bermain game, hasilnya juga belum terlalu mengesankan. Mobile Legends belum mampu berjalan stabil pada 120 FPS, sementara game berat seperti Genshin Impact hanya berada di kisaran 40 FPS dengan pengaturan menengah.

Suhu perangkat saat menjalankan game berat juga terbilang tinggi, mencapai 47 hingga 48 derajat Celsius. Padahal Samsung mengklaim sistem pendingin pada Galaxy A57 sudah lebih besar sekitar 13 persen dibanding generasi sebelumnya.

Baca Juga: OPPO Find X9 Resmi Meluncur, Bawa Baterai 7.025 mAh dan ColorOS 16 yang Makin Matang

Baterai dan Pengisian Daya Masih Standar

Galaxy A57 tetap mengandalkan baterai berkapasitas 5.000 mAh. Dalam pengujian penggunaan harian, daya tahan baterainya tergolong standar untuk kelas menengah.

Streaming YouTube selama satu jam menghabiskan sekitar 6 hingga 7 persen baterai. Sementara penggunaan navigasi selama 1,5 jam menguras sekitar 11 persen daya.

Untuk pengisian daya, Samsung menyematkan fast charging 45 watt. Dalam waktu 30 menit, baterai mampu terisi hingga 64 persen. Namun proses pengisian dari 80 persen hingga penuh berlangsung lebih lambat sehingga total membutuhkan sekitar 1 jam 10 menit.

Kamera Mirip Galaxy A56

Di sektor fotografi, Samsung Galaxy A57 masih mempertahankan konfigurasi kamera utama 50 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP.

Hasil foto yang dihasilkan memiliki karakter khas Samsung dengan warna cerah dan detail yang baik. Namun jika dibandingkan langsung dengan Galaxy A56, perbedaannya sangat tipis.

Peningkatan paling terasa justru saat merekam video. Proses perpindahan zoom terlihat lebih halus dan natural dibandingkan generasi sebelumnya.

Kamera selfie juga mampu menghasilkan video 4K 30 FPS dengan dynamic range yang baik serta stabilisasi yang cukup memuaskan untuk kebutuhan konten media sosial.

Masih Worth It Dibeli?

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 menawarkan peningkatan yang lebih banyak berfokus pada desain dibanding performa atau kamera.

Bagi pengguna yang menginginkan smartphone Samsung dengan bodi lebih ringan, tipis, premium, dan dukungan update software panjang, Galaxy A57 tetap menjadi pilihan menarik.

Namun jika melihat selisih harga yang terlalu jauh dari Galaxy A56, banyak pihak menilai konsumen perlu mempertimbangkan ulang. Apalagi saat ini Galaxy A56 masih menawarkan spesifikasi yang sangat mirip dengan harga yang lebih terjangkau.

Dengan harga pasar sekitar Rp6,8 juta hingga Rp7 juta, Samsung Galaxy A57 masih layak dipertimbangkan. Tetapi jika dijual mendekati Rp8 juta, konsumen bisa menemukan alternatif lain yang menawarkan fitur dan performa lebih unggul di kelasnya.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Samsung Galaxy A57 #Samsung Galaxy A56 #Review Samsung Galaxy A57 #Exynos 1680 #hp samsung terbaru