Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Samsung Galaxy A57 Makin Murah, Kini Turun Rp1,5 Juta! Masih Worth It Dibeli atau Kalah Menarik dari Galaxy A56?

Gita Dwi Nuraini • Minggu, 14 Juni 2026 | 20:56 WIB
Samsung Galaxy A57 kini turun Rp1,5 juta. Simak kelebihan, kekurangan, performa, kamera, dan apakah masih worth it dibeli.(Gemini AI)
Samsung Galaxy A57 kini turun Rp1,5 juta. Simak kelebihan, kekurangan, performa, kamera, dan apakah masih worth it dibeli.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Samsung Galaxy A57 kembali menjadi sorotan setelah harganya mengalami penurunan cukup signifikan hanya beberapa minggu setelah peluncuran. Smartphone kelas menengah terbaru dari Samsung ini kini mulai dijual di kisaran Rp6 jutaan, jauh lebih rendah dibanding harga awal saat pertama kali dirilis.

Turunnya harga Samsung Galaxy A57 membuat banyak calon pembeli kembali melirik perangkat ini. Pasalnya, sejak awal kemunculannya, Galaxy A57 menuai respons beragam. Di satu sisi, desainnya dianggap lebih premium dan modern dibanding pendahulunya. Namun di sisi lain, peningkatan spesifikasi yang ditawarkan dinilai tidak terlalu besar.

Samsung Galaxy A57 hadir sebagai penerus Galaxy A56 dengan sejumlah pembaruan yang berfokus pada desain dan kenyamanan penggunaan. Pertanyaannya, apakah penurunan harga tersebut membuat Samsung Galaxy A57 kini semakin layak dibeli?

Baca Juga: Rekomendasi HP RAM 16 GB Murah Harga 2 Jutaan Terbaik 2026: Spek Dewa Rasa Sultan, Ada Layar 144 Hz Hingga Monster Baterai 7.000 mAh!

Desain Jadi Nilai Jual Utama

Salah satu peningkatan paling terasa pada Samsung Galaxy A57 ada pada sektor desain. Smartphone ini hadir dengan bodi yang lebih tipis dan ringan dibanding Galaxy A56.

Bobotnya berkurang sekitar 20 gram sehingga terasa lebih nyaman saat digunakan dalam waktu lama. Selain itu, Samsung juga menghadirkan desain modul kamera baru yang terinspirasi dari lini flagship Galaxy S26 Series.

Frame metal yang digunakan semakin memperkuat kesan premium. Bezel layar juga dibuat lebih tipis sehingga tampilan depan terlihat lebih modern meski bagian dagu masih tampak sedikit lebih tebal dibanding sisi lainnya.

Samsung turut mempertahankan sertifikasi IP68 yang membuat perangkat tahan terhadap debu dan air. Fitur ini masih menjadi salah satu keunggulan yang jarang ditemukan secara konsisten di kelas menengah.

Baca Juga: Samsung Galaxy A07 2026 Resmi Meluncur, HP Samsung 2 Jutaan dengan Baterai 6000mAh, AI Canggih, dan Update Android Hingga 6 Tahun

Performa Meningkat, Tapi Tidak Terlalu Jauh

Galaxy A57 ditenagai chipset Exynos 1680 yang menggantikan Exynos 1580 pada Galaxy A56. Berdasarkan pengujian benchmark, peningkatan performa berada di kisaran 10 persen.

Meski demikian, peningkatan tersebut belum mampu menghadirkan lompatan besar dalam pengalaman penggunaan sehari-hari. Saat digunakan bermain game seperti Mobile Legends dan Genshin Impact, performanya masih tergolong baik, tetapi belum menjadi yang terbaik di kelas harga yang sama.

Untuk game berat, frame rate masih belum sepenuhnya stabil. Kondisi ini membuat Galaxy A57 lebih cocok untuk pengguna umum dibanding gamer yang mengutamakan performa tinggi.

Samsung juga mengklaim sistem pendingin atau vapor chamber diperbesar hingga 13 persen. Namun dalam penggunaan intensif, suhu perangkat tetap dapat meningkat hingga lebih dari 40 derajat Celsius.

Baca Juga: Rekomendasi HP RAM 16/512 GB Kelas Flagship Terbaik: Investasi Gadget Masa Depan Ultra-Lancar untuk Multitasking dan Grafis Ekstrem!

Kamera dan Software Jadi Andalan

Di sektor kamera, Samsung Galaxy A57 masih mengandalkan kamera utama 50 MP, ultrawide, serta lensa makro. Secara spesifikasi, konfigurasi ini hampir identik dengan Galaxy A56.

Meski demikian, ada peningkatan pada pengalaman perekaman video. Perpindahan antar lensa saat merekam kini terasa lebih halus sehingga lebih nyaman digunakan untuk membuat konten.

Kamera depan dan belakang sama-sama mendukung perekaman hingga resolusi 4K 30 fps. Hasil videonya juga dikenal stabil berkat dukungan Optical Image Stabilization (OIS).

Dari sisi software, Galaxy A57 langsung menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16. Samsung juga menjanjikan dukungan pembaruan sistem operasi dan keamanan hingga enam tahun, salah satu yang terbaik di kelas menengah.

Fitur kecerdasan buatan (AI) seperti Voice Transcription, Object Eraser, Circle to Search, hingga AI Edit Suggestion turut menjadi nilai tambah yang memperkaya pengalaman pengguna.

Baterai Awet dan Harga Mulai Masuk Akal

Samsung Galaxy A57 dibekali baterai 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 45 watt. Dalam pengujian penggunaan sehari penuh, perangkat mampu mencatat screen-on-time lebih dari tujuh jam.

Daya tahan tersebut sedikit lebih baik dibanding Galaxy A56, meski selisihnya tidak terlalu signifikan.

Yang paling menarik saat ini adalah harga pasarannya. Jika saat peluncuran dibanderol hingga Rp8 jutaan, kini varian 8/256 GB sudah bisa ditemukan di kisaran Rp6,8 juta. Sementara versi RAM lebih besar dijual sekitar Rp7,5 juta.

Dengan harga yang semakin kompetitif, Samsung Galaxy A57 kini menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang mengutamakan desain premium, software stabil, dukungan update panjang, serta keamanan Samsung Knox.

Namun bagi pengguna yang lebih mengejar performa gaming atau spesifikasi tinggi di atas kertas, sejumlah pesaing dari merek lain masih menawarkan nilai yang lebih agresif di kelas harga serupa.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Samsung Galaxy A57 #Samsung Galaxy A56 #Harga Samsung Galaxy A57 #Review Samsung Galaxy A57 #Samsung One UI 8.5