Radar Tulungagung - Samsung Galaxy S26 Ultra kembali menjadi sorotan setelah kemampuan kameranya disebut mampu menghasilkan video sinematik layaknya kamera profesional. Namun, hasil tersebut tidak bisa didapatkan hanya dengan menekan tombol rekam. Ada sejumlah pengaturan dan teknik khusus yang perlu diterapkan agar kualitas video benar-benar maksimal.
Dalam sebuah video tutorial yang viral di kalangan kreator konten, Samsung Galaxy S26 Ultra disebut memiliki sejumlah fitur tersembunyi yang mampu mengubah hasil rekaman biasa menjadi lebih profesional. Bahkan, hanya dengan memanfaatkan ponsel tanpa tambahan peralatan mahal, pengguna diklaim dapat menghasilkan footage berkualitas tinggi.
Salah satu kunci utama untuk mendapatkan video sinematik dengan Samsung Galaxy S26 Ultra adalah penggunaan mode Samsung Log. Fitur ini memungkinkan kamera merekam lebih banyak informasi warna dan rentang dinamis sehingga proses color grading menjadi jauh lebih fleksibel saat editing.
Aktifkan Samsung Log untuk Hasil Maksimal
Pengguna disarankan menggunakan Pro Video Mode saat merekam video. Melalui mode ini, fitur Samsung Log dapat diaktifkan dengan mudah.
Saat pertama kali digunakan, hasil rekaman akan terlihat abu-abu dan kurang menarik. Namun kondisi tersebut justru menandakan bahwa kamera sedang merekam lebih banyak detail warna, highlight, dan bayangan yang nantinya dapat diolah saat proses editing.
Untuk memudahkan pemantauan eksposur, Samsung juga menyediakan fitur preview Rec.709 yang membuat tampilan video terlihat lebih normal meski tetap direkam dalam format log.
Pilih Resolusi 4K 24 FPS
Pengaturan berikutnya yang sangat penting adalah resolusi dan frame rate. Kreator konten merekomendasikan penggunaan resolusi 4K UHD dengan frame rate 24 fps.
Meski Samsung Galaxy S26 Ultra mampu merekam hingga resolusi 8K, penggunaan 4K dianggap lebih ideal. Selain ukuran file yang lebih kecil, kualitas gambar juga cenderung lebih baik terutama dalam kondisi minim cahaya.
Hal ini terjadi karena teknologi pixel binning yang digunakan pada mode 4K memungkinkan sensor menangkap lebih banyak cahaya dibandingkan saat merekam dalam mode 8K.
Gunakan Codec APV untuk Detail Lebih Tinggi
Samsung juga menghadirkan codec terbaru bernama Advanced Professional Video (APV). Teknologi ini dirancang untuk mempertahankan detail gambar lebih banyak dibanding codec standar.
Pengguna disarankan memilih pengaturan APV 4:2:2 LQ karena menawarkan keseimbangan terbaik antara kualitas gambar dan ukuran file. Sementara mode HQ memang memberikan kualitas lebih tinggi, tetapi ukuran file yang dihasilkan jauh lebih besar.
Dengan APV, proses color grading menjadi lebih leluasa karena data warna yang tersimpan lebih lengkap.
Matikan Penajaman Berlebih pada Video
Salah satu pengaturan tersembunyi yang direkomendasikan adalah Video Softening melalui aplikasi Camera Assistant.
Fitur ini dapat mengurangi efek sharpening atau penajaman buatan yang sering membuat video smartphone terlihat kurang natural. Dengan mengaktifkan Video Softening pada level High, hasil video akan terlihat lebih lembut dan menyerupai karakter kamera profesional.
Selain itu, pengguna juga dianjurkan membiarkan white balance tetap dalam mode otomatis. Pengaturan manual disebut berpotensi menimbulkan warna aneh atau tint yang mengganggu kualitas gambar.
Rahasia Komposisi agar Video Lebih Sinematik
Selain pengaturan kamera, faktor komposisi menjadi elemen penting dalam menciptakan video sinematik.
Lensa utama 1x menjadi pilihan terbaik karena memiliki sensor terbesar dan kemampuan menangkap cahaya paling baik. Untuk hasil optimal, perekaman sebaiknya dilakukan saat pagi hari setelah matahari terbit atau dua hingga tiga jam sebelum matahari terbenam.
Waktu tersebut menghasilkan pencahayaan yang lebih lembut, hangat, dan dramatis dibanding siang hari.
Penggunaan grid line juga disarankan untuk membantu penerapan rule of thirds. Teknik ini membuat subjek terlihat lebih menarik dan profesional dalam frame.
Kreator juga menyarankan penggunaan tiga lapisan visual, yakni foreground, subject, dan background untuk menciptakan kesan kedalaman gambar yang lebih kuat.
Waspadai Bug yang Bisa Merusak Rekaman
Di balik keunggulan kameranya, Samsung Galaxy S26 Ultra ternyata memiliki potensi masalah yang perlu diwaspadai.
Saat melakukan pengujian, kreator menemukan file video yang direkam dalam durasi sangat panjang mengalami kerusakan atau tidak bisa dibuka di perangkat editing. Menariknya, ukuran file yang bermasalah selalu berhenti pada angka sekitar 4,29 GB.
Karena itu, pengguna disarankan menghindari perekaman dalam satu sesi yang terlalu lama hingga Samsung memberikan penjelasan atau pembaruan sistem terkait masalah tersebut.
Editing Jadi Tahap Penentu
Tahap terakhir yang menentukan hasil video sinematik adalah proses editing. Rekaman Samsung Log perlu dikonversi terlebih dahulu ke format Rec.709 menggunakan LUT khusus agar warna kembali normal.
Setelah itu, kreator dapat menambahkan creative LUT, efek film halation, hingga motion blur untuk menghasilkan tampilan yang lebih sinematik dan profesional.
Dengan kombinasi pengaturan kamera yang tepat, komposisi yang baik, serta editing yang maksimal, Samsung Galaxy S26 Ultra mampu menghasilkan video berkualitas tinggi yang tidak kalah dengan kamera profesional.
Editor : Maylanni Diana Fitri