Radar Tulungagung - Tutorial tambah KBLI di OSS 2026 terbaru menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari pelaku usaha setelah pemerintah memperbarui tampilan dan mekanisme sistem Online Single Submission (OSS). Perubahan antarmuka dan tambahan tahapan baru membuat banyak pemilik usaha kebingungan saat ingin menambah bidang usaha pada Nomor Induk Berusaha (NIB).
Melalui sebuah video tutorial yang beredar di YouTube, dijelaskan secara rinci cara tambah KBLI di OSS 2026 terbaru mulai dari pembuatan dokumen lokasi administrasi hingga penerbitan NIB yang telah diperbarui. Proses ini wajib dilakukan bagi pelaku usaha yang melakukan pengembangan bisnis agar jenis kegiatan usahanya sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Penambahan KBLI di OSS 2026 diperlukan ketika pemilik usaha menambah produk atau layanan baru. Misalnya, usaha toko pakaian yang kemudian membuka kafe kecil, bisnis skincare yang memperluas lini produk ke parfum dan sabun, hingga jasa desain yang berkembang menjadi konsultan bisnis.
Membuat Dokumen Lokasi Administrasi
Sebelum masuk ke situs OSS, pelaku usaha harus terlebih dahulu membuat dokumen lokasi administrasi. Dokumen ini dibuat melalui Google Maps dengan cara menentukan titik lokasi usaha, mengambil koordinat, lalu mencetak peta tersebut menjadi file PDF.
Selain dokumen lokasi administrasi, pemilik usaha juga diwajibkan menyiapkan foto tampak depan tempat usaha yang disimpan dalam format PDF. Berkas ini nantinya akan diunggah pada saat menambahkan lokasi usaha di sistem OSS.
Menambahkan Lokasi Usaha di OSS 2026
Setelah seluruh dokumen siap, pengguna dapat masuk ke situs OSS menggunakan akun masing-masing. Dari menu Perizinan Berusaha, pengguna memilih Kelola Usaha dan masuk ke bagian Lokasi Usaha.
Pada tahap ini, pengguna harus mengisi jenis lokasi, koordinat usaha, luas lahan, alamat lengkap, serta mengunggah dokumen lokasi administrasi dan foto tempat usaha. Setelah semua data terisi dengan benar, lokasi usaha dapat disimpan dan digunakan untuk proses berikutnya.
Cara Tambah KBLI di OSS 2026
Langkah berikutnya adalah masuk ke menu Kegiatan Usaha dan memilih Tambah Kegiatan Usaha. Pengguna kemudian memilih lokasi usaha yang telah dibuat sebelumnya.
Selanjutnya, pelaku usaha perlu mencari kode KBLI yang sesuai dengan jenis usaha melalui pencarian di internet atau referensi KBLI terbaru. Setelah kode ditemukan, pengguna dapat memasukkan bidang usaha tersebut ke dalam sistem OSS.
Nama usaha kemudian diisi sesuai kegiatan yang dijalankan. Setelah itu, sistem akan meminta pengguna melengkapi data operasional usaha, mulai dari tanggal mulai usaha, nilai investasi, jumlah tenaga kerja hingga estimasi penjualan tahunan.
Pada bagian produk atau jasa yang dihasilkan, pengguna cukup mengisi kapasitas produksi sesuai perkiraan. Data tersebut nantinya digunakan untuk menentukan tingkat risiko usaha.
Proses Penapisan Lingkungan Kini Melalui AMDALNet
Perubahan paling mencolok dalam OSS 2026 adalah adanya integrasi dengan sistem AMDALNet. Jika sebelumnya usaha berisiko rendah hanya memerlukan pernyataan mandiri, kini pengguna tetap harus melalui proses penapisan lingkungan.
Melalui tombol Proses Penapisan, pengguna akan diarahkan ke laman AMDALNet untuk melengkapi data kegiatan usaha. Setelah seluruh informasi tersimpan dan status penapisan berhasil, pengguna dapat kembali ke OSS.
NIB Baru Bisa Langsung Diterbitkan
Setelah semua tahapan selesai dan status perizinan berubah menjadi berhasil, pengguna cukup melakukan centang pada seluruh pernyataan yang tersedia lalu menekan tombol Proses dan Terbitkan.
NIB yang telah diperbarui dengan KBLI baru dapat langsung diunduh dalam format PDF. Meskipun tahapan dalam OSS 2026 lebih panjang dibanding sebelumnya, proses penambahan KBLI tetap bisa diselesaikan dalam waktu satu hari apabila seluruh dokumen telah disiapkan dengan lengkap.
Pelaku usaha diimbau untuk segera memperbarui KBLI apabila terdapat perubahan kegiatan usaha. Langkah tersebut penting agar legalitas usaha tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan memudahkan pengurusan perizinan di kemudian hari.
Editor : M. Helmi Nurhisam