Radar Tulungagung – Cara tambah KBLI di OSS menjadi salah satu informasi yang paling banyak dicari pelaku usaha, terutama mereka yang sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) tetapi ingin mengembangkan bisnis ke beberapa bidang usaha baru.
Melalui sebuah video tutorial yang beredar di YouTube, dijelaskan secara rinci cara tambah KBLI di OSS bagi pemilik NIB yang sudah terbit. Proses tersebut memungkinkan pelaku usaha menambahkan beberapa kategori usaha sekaligus tanpa perlu membuat NIB baru.
Penambahan KBLI di OSS penting dilakukan ketika usaha mengalami perkembangan. Misalnya, pelaku usaha yang semula hanya menjual satu jenis produk, kemudian menambah produk lain atau memperluas bidang usahanya. Dengan memperbarui KBLI, data usaha akan sesuai dengan aktivitas bisnis yang dijalankan.
Menambahkan KBLI pada NIB yang Sudah Terbit
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa langkah pertama adalah membuka browser dan masuk ke situs OSS berbasis risiko menggunakan akun yang telah terdaftar sebelumnya.
Setelah berhasil login, pengguna dapat melihat NIB yang telah diterbitkan. Selanjutnya, pemilik usaha masuk ke menu perizinan berusaha dan memilih pengembangan usaha.
Pada tahap ini, pengguna cukup memilih menu "Tambah Bidang Usaha". Proses tersebut digunakan untuk menambahkan KBLI baru tanpa harus mengubah NIB yang telah dimiliki.
Memilih KBLI Sesuai Jenis Usaha
Ketika berada pada halaman penambahan bidang usaha, pelaku usaha diminta memilih jenis kegiatan usaha sebagai kegiatan pendukung. Sebab, kegiatan utama sudah tercantum pada NIB sebelumnya.
Selanjutnya, pengguna memasukkan kode KBLI sesuai kategori usaha yang dijalankan. Contoh yang diberikan dalam tutorial adalah usaha industri kerupuk, keripik, peyek, dan makanan sejenis.
Setelah kode KBLI dipilih, sistem akan menampilkan rincian bidang usaha. Pelaku usaha disarankan membaca deskripsi yang muncul agar sesuai dengan aktivitas bisnis yang dilakukan.
Apabila sudah sesuai, pengguna dapat memilih ruang lingkup keseluruhan dan menyimpan data tersebut.
Mengisi Informasi Modal dan Produk
Tahapan berikutnya adalah melengkapi nama usaha, lokasi kegiatan, serta modal usaha yang digunakan.
Jika lokasi usaha baru masih berada di tempat yang sama dengan usaha utama, maka alamat yang sudah tercatat sebelumnya dapat digunakan kembali.
Pelaku usaha juga diminta menambahkan produk yang dihasilkan. Pada contoh tutorial, pemilik usaha memilih kategori aneka keripik. Pilihan ini dianggap lebih fleksibel karena memungkinkan pengembangan produk lain di masa mendatang.
Kapasitas produksi pun harus diisi, misalnya 50 ribu pieces dalam satu tahun. Setelah semua data lengkap, pengguna dapat menyimpan informasi tersebut.
Bisa Menambah Hingga Lima KBLI Sekaligus
Menariknya, tutorial tersebut menunjukkan bahwa penambahan KBLI tidak terbatas pada satu bidang usaha saja. Dalam contoh yang diberikan, pemilik usaha berhasil menambahkan lima KBLI sekaligus.
Prosesnya dilakukan dengan mengulang langkah yang sama, yakni memilih menu tambah bidang usaha, menentukan kode KBLI, serta melengkapi data produk dan modal usaha.
Setelah seluruh KBLI berhasil dimasukkan, pengguna hanya perlu memberikan persetujuan atas pernyataan mandiri yang tersedia di sistem OSS.
Selanjutnya, proses penerbitan perizinan berusaha dilakukan satu per satu hingga seluruh KBLI baru aktif.
Download NIB yang Sudah Diperbarui
Tahap terakhir adalah mengunduh kembali NIB yang telah diperbarui. Dokumen tersebut nantinya akan memuat seluruh KBLI yang baru ditambahkan.
Melalui tutorial tersebut, pelaku UMKM maupun pengusaha yang sedang mengembangkan usahanya dapat melakukan pembaruan data secara mandiri tanpa harus membuat NIB baru.
Dengan demikian, legalitas usaha tetap sesuai dengan kegiatan bisnis yang terus berkembang dan memudahkan pengurusan perizinan di kemudian hari.
Editor : M. Helmi Nurhisam