RADAR TULUNGAGUNG - Redmi Note 15 kembali menjadi perbincangan di kelas smartphone Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan setelah sejumlah pengguna membagikan pengalaman pemakaian jangka panjang. Meski saat pertama kali meluncur sempat menuai kritik karena masih menggunakan chipset Helio G100 dan belum mendukung jaringan 5G, Redmi Note 15 ternyata masih memiliki daya tarik tersendiri di pertengahan 2026.
Setelah digunakan selama kurang lebih tiga bulan, Redmi Note 15 dinilai menawarkan paket yang cukup lengkap untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari layar AMOLED melengkung, baterai besar 6.000 mAh, hingga desain premium yang membuatnya tampil lebih mahal dari harga sebenarnya.
Namun di balik berbagai kelebihannya, ada sejumlah kekurangan yang mulai terasa setelah penggunaan jangka panjang. Berikut ulasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan Redmi Note 15.
5 Kelebihan Redmi Note 15 Setelah 3 Bulan Pemakaian
1. Performa Helio G100 Masih Kompetitif
Saat pertama kali dirilis, penggunaan chipset MediaTek Helio G100 sempat menjadi sorotan karena dianggap hanya pembaruan kecil dari Helio G99. Namun kondisi pasar smartphone pada 2026 membuat persepsi tersebut mulai berubah.
Di kelas harga Rp2 jutaan, banyak pesaing masih menggunakan chipset Helio G81 atau Dimensity 6300 dengan konfigurasi memori yang lebih rendah. Sementara Redmi Note 15 menawarkan kombinasi Helio G100, RAM besar, penyimpanan lega, serta layar AMOLED yang membuatnya tetap menarik untuk penggunaan harian.
Aktivitas seperti membuka media sosial, multitasking ringan, hingga bermain game populer masih dapat dijalankan dengan lancar.
2. Baterai 6.000 mAh Tetap Relevan
Meski tren baterai 7.000 hingga 9.000 mAh mulai bermunculan, kapasitas 6.000 mAh pada Redmi Note 15 masih tergolong sangat memadai.
Dalam penggunaan normal, baterai mampu bertahan hingga seharian penuh untuk aktivitas chatting, streaming video, media sosial, dan sesekali bermain game. Pengisian daya 33 watt juga cukup membantu karena mampu mengisi baterai penuh dalam waktu sekitar 1,5 jam.
Kombinasi kapasitas besar dan efisiensi daya membuat pengguna tidak perlu terlalu sering membawa powerbank saat beraktivitas.
3. Layar AMOLED Curve Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu peningkatan terbesar dibanding generasi sebelumnya adalah penggunaan layar AMOLED melengkung atau curve display.
Desain layar ini membuat Redmi Note 15 terlihat lebih premium sekaligus memberikan pengalaman visual yang lebih luas. Tingkat kecerahan hingga 3.200 nits juga membuat layar tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari.
Selain untuk menonton film dan menikmati konten multimedia, refresh rate 120 Hz turut memberikan pengalaman navigasi yang lebih mulus.
4. Desain Premium di Kelas Menengah
Redmi Note 15 hadir dengan bodi yang relatif tipis meski membawa baterai berkapasitas besar. Ditambah pilihan warna dan finishing yang menarik, smartphone ini tampil lebih elegan dibanding beberapa pesaing di kelas harga serupa.
Banyak pengguna menilai desain menjadi salah satu alasan utama memilih perangkat ini. Sekilas, tampilannya bahkan terlihat seperti smartphone yang berada di segmen harga lebih tinggi.
5. Sensor Lengkap dengan Gyroscope Hardware
Kelebihan lain yang jarang dibahas adalah keberadaan gyroscope hardware. Sensor ini penting untuk game FPS yang memanfaatkan kontrol gerak serta fitur navigasi berbasis augmented reality seperti Live View pada Google Maps.
Keberadaan sensor ini membuat pengalaman penggunaan terasa lebih presisi dibanding smartphone yang hanya mengandalkan gyroscope virtual.
5 Kekurangan Redmi Note 15 yang Perlu Diketahui
1. Belum Mendukung Jaringan 5G
Kekurangan paling mencolok adalah absennya dukungan jaringan 5G. Meski jaringan 4G masih memadai saat ini, sebagian konsumen mulai mempertimbangkan smartphone 5G untuk penggunaan jangka panjang.
2. Tidak Ada Kamera Ultrawide
Redmi Note 15 hanya mengandalkan kamera utama tanpa lensa ultrawide. Kondisi ini cukup terasa saat ingin memotret pemandangan luas atau foto grup karena pengguna harus mengambil jarak lebih jauh.
3. Perekaman Video Masih Terbatas
Bagi pembuat konten, kemampuan video menjadi salah satu kelemahan utama. Redmi Note 15 hanya mendukung perekaman hingga 1080p 30 fps dan belum menyediakan opsi video 4K.
4. Tidak Ada Mode Pro untuk Video
Pengguna juga tidak bisa mengatur parameter video secara manual seperti ISO, shutter speed, fokus, maupun white balance. Semua pengaturan masih bergantung pada mode otomatis.
5. Iklan Masih Jadi Gangguan
Seperti smartphone Xiaomi lainnya, Redmi Note 15 masih menampilkan iklan pada beberapa aplikasi bawaan sistem. Meski bisa dikurangi melalui pengaturan, keberadaan iklan tetap menjadi salah satu hal yang paling sering dikeluhkan pengguna.
Secara keseluruhan, Redmi Note 15 masih menjadi salah satu pilihan menarik di kelas Rp2 jutaan pada Juni 2026. Dengan layar AMOLED melengkung, baterai awet, performa stabil, dan desain premium, smartphone ini menawarkan nilai yang cukup seimbang. Namun bagi pengguna yang mengutamakan jaringan 5G dan kemampuan kamera video, beberapa alternatif lain mungkin lebih layak dipertimbangkan.
Editor : Fadhilah Salsa Bella