Radar Tulungagung - Kompetisi pasar smartphone di kelas menengah semakin memanas setelah Infinix resmi meluncurkan senjata gaming teranyar mereka, Infinix GT30 Pro, di pasar Indonesia. Kehadiran ponsel ini langsung menjadi pusat perhatian dan memicu perbincangan hangat di berbagai komunitas gadget tanah air. Bagaimana tidak, Infinix berani mendobrak tradisi dengan merilis HP gaming berspesifikasi monster yang dijual mulai dari Rp 3.999.000 untuk varian RAM 8GB/256GB, hingga Rp 4.999.000 untuk kasta tertingginya dengan RAM 12GB/512GB.
Langkah berani yang diambil melalui peluncuran Infinix GT30 Pro ini dinilai sebagai strategi jitu untuk merusak pasar ponsel gaming premium yang selama ini didominasi merek-merek mahal. Dengan menawarkan jargon sistem performa penuh tanpa frame drop, ponsel ini siap memenuhi ekspektasi tinggi para pemain game kompetitif. Menariknya, Infinix juga menyediakan paket penjualan edisi khusus berhadiah Gift Box eksklusif yang bekerja sama dengan Mobile Legends Development League (MDL).
Di dalam paket Gift Box mewah tersebut, pengguna langsung dimanjakan dengan ekosistem gaming yang sangat lengkap. Pembeli akan mendapatkan casing magnetik khusus (MagCase), kabel data Type-C to Type-C, serta kipas pendingin MagCharge Cooler eksternal. Kehadiran jajaran aksesori ini menegaskan komitmen sang produsen untuk memberikan pengalaman bermain game yang totalitas dan siap tempur langsung dari dalam kotak penjualan.
Desain Mecha Futuristik dan Layar AMOLED Flagship 144Hz
Urusan estetika visual, Infinix GT30 Pro membawa pendekatan desain bertema mecha futuristik yang sangat kental dengan kultur gaming. Ponsel ini menawarkan varian warna Dark Flare yang mengkilap layaknya kaca dengan aksen garis silang merah bergaya crosshair game tembak-tembakan. Bagi pengguna yang menyukai tampilan lebih kalem namun tetap sangar, tersedia varian Shadow Ash berwarna abu-abu solid dengan sentuhan garis hijau stabilo pada area tombol daya dan modul kamera belakang.
Nuansa gaming pada bodi plastik ponsel ini kian terasa berkat fitur lampu LED Mechanical Light Waves di panel belakang. Lampu LED minimalis berwarna putih ini bisa berkedip secara dinamis mengikuti ritme musik, proses pengisian daya, hingga menjadi lampu indikator notifikasi masuk. Beralih ke sisi depan, layarnya tampil memukau menggunakan panel AMOLED 1.5K berukuran 6,78 inci dengan refresh rate mencapai 144Hz, tingkat kecerahan maksimal 1600 nits, serta dilapisi kaca tangguh Corning Gorilla Glass 7i.
Sensasi Tombol Trigger Sakti dan Performa Dimensity 8350
Dapur pacu Infinix GT30 Pro mempercayakan kekuatannya pada chipset MediaTek Dimensity 8350 Ultimate. Menariknya, jeroan ini sudah dipadukan dengan memori internal berbasis UFS 4.0 serta RAM LPDDR5X yang biasa diadopsi oleh ponsel-ponsel flagship mahal. Kombinasi performa mesin yang gahar ini sukses menghasilkan skor performa benchmark AnTuTu yang fantastis, yakni menyentuh angka 1,4 juta poin.
Untuk mendongkrak kenyamanan bermain game, disematkan fitur fisik bernama GT Trigger di bingkai kanan bodi. Fitur ini merupakan tombol sentuh kapasitif yang berfungsi sebagai tombol L/R tambahan untuk kebutuhan shortcut instan saat membidik musuh atau membuka menu item. Berjalan di atas sistem operasi XOS 15 berbasis Android 15, ponsel ini juga membawa asisten cerdas AI Magic Box yang menyediakan fitur Auto Pickup barang otomatis serta Accelerate Dialog untuk mempercepat alur cerita di dalam game berat seperti Genshin Impact.
Uji Batasan Suhu Mesin dan Kejutan Kamera Depan 4K
Di balik performanya yang super kencang, pengguna tetap harus memperhatikan manajemen suhu dari Infinix GT30 Pro. Saat dipaksa bekerja keras menjalankan game dengan beban grafis ekstrim, mesin ponsel ini akan mengalami gejala penurunan daya (throttling) dan suhunya bisa melonjak hingga 48 derajat Celcius. Oleh sebab itu, penggunaan kipas pendingin eksternal bawaan sangat diwajibkan agar frame rate tetap stabil dan telapak tangan tidak kepanasan.
Meskipun fokus utamanya adalah sektor performa, kemampuan kamera utama 108MP pada gawai ini tergolong mumpuni untuk fotografi malam hari, walau performa lensa ultrawide 8MP miliknya dirasa kurang tajam. Kejutan terbesar justru lahir dari kamera depan beresolusi tinggi yang sudah mampu merekam video hingga kualitas 4K pada 30 fps dengan tingkat stabilisasi visual yang sangat baik. Ditopang baterai besar 5.500 mAh dengan pengisian daya cepat 45W, dukungan wireless charging 30W, serta sertifikasi tahan tebaran air IP64, perangkat ini menjadi pilihan paling mematikan di kelas harganya.
Editor : Maylanni Diana Fitri