RADAR TULUNGAGUNG- Samsung Galaxy A57 Resmi Jadi Sorotan di Kelas Menengah Premium
Samsung Galaxy A57 kembali menjadi perbincangan di pasar smartphone Indonesia. Samsung Galaxy A57 disebut sebagai penyempurnaan dari generasi sebelumnya dengan membawa desain lebih tipis, efisiensi baterai lebih baik, serta peningkatan performa yang cukup stabil di kelas menengah premium. Harga perangkat ini kini berada di kisaran Rp5,9 juta hingga Rp6 jutaan tergantung varian penyimpanan.
Dalam ulasan pengguna, Samsung Galaxy A57 dinilai bukan sekadar pembaruan besar, melainkan evolusi yang fokus pada pengalaman penggunaan. Meski secara spesifikasi terlihat mirip dengan pendahulunya, Samsung mengklaim adanya optimalisasi di berbagai sektor seperti efisiensi daya, sistem pendingin, hingga software berbasis One UI 8.5.
Perangkat ini hadir dengan target pengguna yang lebih mengutamakan kenyamanan penggunaan sehari-hari dibanding sekadar angka spesifikasi di atas kertas.
Desain Tipis dan Premium Jadi Daya Tarik Utama Samsung Galaxy A57
Salah satu perubahan paling mencolok dari Samsung Galaxy A57 adalah desainnya yang lebih ramping. Dengan ketebalan hanya 6,9 mm dan bobot sekitar 170 gram, perangkat ini menjadi salah satu Galaxy A series paling ringan dan tipis yang pernah dirilis Samsung.
Material frame berbahan metal membuat kesan premium semakin kuat, meski bagian belakang masih menggunakan finishing glossy yang mudah meninggalkan sidik jari. Samsung juga memperkenalkan desain kamera baru bertajuk “ambient island design” yang memberikan tampilan lebih modern.
Layar menjadi salah satu keunggulan lain. Panel 120Hz dengan tingkat kecerahan tinggi membuat pengalaman visual tetap nyaman meski digunakan di bawah sinar matahari. Meski begitu, masih terdapat kekurangan kecil pada bezel bawah yang belum sepenuhnya simetris.
Performa dan Baterai Samsung Galaxy A57 Lebih Efisien dari Ekspektasi
Di sektor daya, Samsung Galaxy A57 dibekali baterai 5000 mAh yang secara angka terlihat standar di tahun 2026. Namun optimasi sistem membuat daya tahan baterainya cukup impresif. Dalam penggunaan normal, perangkat ini mampu bertahan seharian dengan sisa baterai sekitar 30–35 persen.
Pengisian daya 45W membutuhkan waktu sekitar 1 jam 15 menit untuk penuh. Meski bukan yang tercepat, efisiensinya dianggap cukup stabil untuk penggunaan harian. Dari sisi performa, chipset Exynos generasi terbaru mampu menjalankan game populer seperti AOV di 60 fps dengan suhu yang relatif stabil di kisaran 40 derajat Celsius.
Fitur AI dan One UI 8.5 Jadi Nilai Tambah Besar
Samsung Galaxy A57 menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 dengan berbagai fitur AI yang semakin lengkap. Beberapa fitur unggulan seperti object eraser, AI select, voice transcription, hingga asisten suara berbasis Bixby membuat pengalaman penggunaan lebih praktis.
Fitur keamanan juga menjadi nilai jual utama, termasuk Samsung Knox Vault dan Secure Folder yang memberikan perlindungan data lebih maksimal. Samsung juga menjanjikan update sistem hingga 6 tahun, menjadikannya salah satu yang paling panjang di kelasnya.
Kamera dan Kesimpulan: Penyempurnaan, Bukan Revolusi
Di sektor kamera, Samsung Galaxy A57 masih mempertahankan konfigurasi serupa dengan generasi sebelumnya. Hasil foto dinilai konsisten, terutama untuk kebutuhan media sosial. Namun masih ada catatan seperti keterbatasan telefoto dan sedikit color shifting pada kamera ultrawide di kondisi low light.
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 bukanlah revolusi besar, melainkan penyempurnaan yang fokus pada pengalaman pengguna. Dengan harga yang sudah mulai stabil di kisaran 5 jutaan, perangkat ini dinilai lebih masuk akal dibanding saat pertama kali rilis.
Samsung menyasar pengguna yang mengutamakan pengalaman, bukan sekadar angka spesifikasi. Dengan kombinasi desain tipis, baterai efisien, dan fitur AI yang semakin matang, Galaxy A57 menjadi salah satu pilihan menarik di kelas menengah premium tahun ini.
Editor : Cholifatun Nisak