RADAR TULUNGAGUNG- Samsung Galaxy A57 5G kembali menjadi sorotan setelah seorang reviewer membagikan 20 temuan penting dari pengalaman pemakaian langsung. Dalam ulasan tersebut, Samsung Galaxy A57 5G disebut bukan sekadar upgrade biasa, melainkan perangkat yang lebih menonjol pada pengalaman penggunaan ketimbang spesifikasi di atas kertas. Penurunan harga di pasar juga membuat perangkat ini kembali ramai diburu konsumen di kelas menengah premium.
Menurut pengujian pengguna, Samsung Galaxy A57 5G kini dibanderol sekitar Rp5,9–6 jutaan untuk varian 8/256 GB di sejumlah e-commerce. Penurunan harga ini dinilai membuat value perangkat semakin kompetitif. Meski pada awal peluncuran sempat dianggap terlalu mahal, kondisi saat ini justru membuatnya kembali relevan di segmen smartphone 5G kelas menengah.
Dalam penggunaan sehari-hari, Samsung Galaxy A57 5G menunjukkan peningkatan signifikan terutama pada efisiensi baterai, performa chipset, serta fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Pengguna juga menilai perangkat ini lebih cocok untuk kebutuhan produktivitas dan content creation dibandingkan gaming berat.
Harga Mulai Stabil dan Desain Lebih Premium
Dari sisi desain, Samsung menghadirkan bodi lebih tipis 6,9 mm dengan bobot sekitar 170 gram. Material frame metal membuat Samsung Galaxy A57 5G terasa seperti perangkat flagship, meski bagian belakang masih menggunakan finishing glossy yang mudah meninggalkan sidik jari.
Layar Super AMOLED 120Hz tetap menjadi salah satu keunggulan utama. Tingkat kecerahan tinggi membuatnya tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari langsung. Namun, bezel bawah yang belum simetris masih menjadi catatan kecil bagi pengguna.
Performa, Baterai, dan Efisiensi Exynos 1680
Pada sektor performa, Samsung Galaxy A57 5G dibekali chipset Exynos 1680 yang menawarkan peningkatan NPU untuk kebutuhan AI. Skor AnTuTu disebut berada di kisaran 1,3 juta, cukup untuk penggunaan harian dan multitasking.
Baterai 5000 mAh menjadi salah satu kejutan terbesar. Dalam pengujian lapangan, perangkat mampu bertahan dari pagi hingga malam dengan sisa daya sekitar 20–35%. Penggunaan seperti streaming YouTube, navigasi, hingga gaming ringan hanya menguras daya secara efisien.
Pengisian daya 45W juga tergolong cepat di kelasnya, dengan waktu pengisian sekitar 1 jam lebih sedikit dari kondisi 20% ke penuh. Fitur bypass charging turut membantu menjaga kesehatan baterai saat bermain game sambil mengisi daya.
One UI 8.5 dan Fitur AI yang Semakin Lengkap
Samsung Galaxy A57 5G menjalankan One UI 8.5 berbasis Android 16 dengan dukungan pembaruan hingga 6 tahun. Sistem ini dinilai stabil, ringan, dan kaya fitur personalisasi.
Beberapa fitur unggulan berbasis AI menjadi daya tarik utama, seperti voice transcription offline, AI select, edit suggestion, hingga find the look untuk identifikasi outfit dari gambar. Fitur modes & routines juga membantu otomatisasi penggunaan perangkat sesuai aktivitas harian pengguna.
Samsung juga menyematkan fitur keamanan seperti Secure Folder dan private album yang memperkuat perlindungan data pengguna.
Kamera, Video, dan Pengalaman Konten
Di sektor kamera, Samsung Galaxy A57 5G membawa sensor utama 50 MP dengan hasil foto yang konsisten untuk media sosial. Meski tidak memiliki lensa telefoto, kemampuan zoom digital hingga 10x masih bisa digunakan dalam kondisi tertentu.
Perekaman video sudah mendukung 4K dengan stabilisasi yang cukup baik. Perpindahan antar lensa juga terasa lebih mulus dibanding generasi sebelumnya. Namun, kualitas ultra-wide masih menjadi catatan karena mengalami penurunan detail di kondisi low light.
Kesimpulan Pengguna
Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A57 5G dinilai bukan sebagai peningkatan revolusioner, melainkan penyempurnaan dari generasi sebelumnya. Fokus utama perangkat ini adalah efisiensi, stabilitas, dan pengalaman penggunaan jangka panjang.
Editor : Cholifatun Nisak