JAKARTA – Redmi Note 15 yang sempat dirilis di Indonesia awal tahun lalu disebut mengalami penurunan antusiasme pasar dibanding generasi sebelumnya. Tidak seperti seri Redmi Note terdahulu yang selalu mencuri perhatian, Redmi Note 15 justru dinilai kurang mendapat hype. Kini setelah tiga bulan pemakaian, sejumlah pengalaman pengguna mulai mengungkap kelebihan sekaligus kelemahan perangkat ini dalam penggunaan harian.
Desain dan Kenyamanan Redmi Note 15
Dalam penggunaan jangka panjang, Redmi Note 15 menawarkan kenyamanan genggam yang cukup baik. Hal ini terutama berkat desain layar melengkung 3D yang membuat perangkat terasa lebih tipis dan ergonomis saat digenggam. Dengan bobot sekitar 183 gram, smartphone ini juga relatif ringan sehingga tidak membuat tangan cepat lelah saat digunakan dalam waktu lama.
Namun, di balik desain tersebut, terdapat catatan penting terkait material. Bodinya masih berbahan plastik yang membuatnya rentan terhadap goresan. Meski Xiaomi mengklaim perangkat ini memiliki ketahanan jatuh melalui teknologi tertentu, pengguna tetap disarankan menggunakan casing tambahan untuk menjaga kondisi fisik perangkat.
Selain itu, sertifikasi IP64 yang disematkan hanya memberikan perlindungan terhadap cipratan air ringan. Artinya, pengguna masih harus berhati-hati dalam penggunaan sehari-hari, terutama di lingkungan basah.
Layar Curved AMOLED 120Hz Jadi Daya Tarik Utama
Sektor layar menjadi salah satu nilai jual utama Redmi Note 15. Panel AMOLED berukuran 6,77 inci dengan refresh rate 120 Hz memberikan pengalaman visual yang mulus, baik saat scrolling media sosial maupun menonton video.
Tingkat kecerahan hingga 3.200 nits membuat layar tetap terlihat jelas meski digunakan di bawah sinar matahari langsung. Bezel yang tipis dan simetris juga menambah kesan premium pada perangkat ini.
Namun, penggunaan layar melengkung justru menghadirkan masalah baru setelah pemakaian jangka panjang. Beberapa pengguna melaporkan terjadinya ghost touch, terutama saat perangkat digunakan dengan satu tangan. Meskipun sudah terdapat fitur pengaturan area sentuh di HyperOS serta fitur white touch untuk mengatasi kondisi tangan berkeringat, gangguan tersebut masih sesekali muncul.
Kamera 108 MP: Oke untuk Foto, Lemah di Video
Pada sektor kamera, Redmi Note 15 dibekali sensor utama 108 MP yang mampu menghasilkan foto dengan detail tinggi dan warna yang cukup natural. Hasil foto di siang hari terlihat konsisten, dengan dynamic range yang cukup seimbang antara area terang dan gelap. Untuk kebutuhan media sosial seperti Instagram, kamera ini masih sangat layak digunakan.
Namun, kelemahan mulai terlihat pada sektor video. Xiaomi diketahui menghilangkan lensa ultrawide, sehingga kemampuan pengambilan gambar menjadi terbatas, terutama untuk foto pemandangan atau grup. Selain itu, absennya stabilisasi OIS maupun EIS membuat hasil video sangat bergantung pada kestabilan tangan pengguna.
Akibatnya, perekaman video saat bergerak menghasilkan getaran yang cukup mengganggu. Untuk mendapatkan hasil yang lebih layak, pengguna terpaksa menurunkan resolusi ke Full HD 30 fps.
Pada kondisi malam hari, performa kamera juga mengalami penurunan signifikan. Noise cukup terlihat dan detail gambar berkurang karena keterbatasan mode malam manual yang tidak lagi disediakan.
Performa Harian Stabil, Tapi RAM Jadi Batasan
Dari sisi performa, Redmi Note 15 masih mampu menjalankan aktivitas harian dengan lancar. Aplikasi dapat dibuka dengan cepat, sementara penyimpanan UFS 2.2 membantu mempercepat proses loading data.
Namun, varian RAM 6 GB menjadi kendala utama dalam pemakaian jangka panjang. Manajemen memori yang cukup ketat membuat aplikasi sering reload ketika pengguna berpindah aktivitas, terutama saat multitasking.
Audio dan Baterai Jadi Nilai Plus
Di sisi audio, perangkat ini sudah dibekali stereo speaker dengan dukungan Dolby Atmos. Kualitas suara dinilai cukup baik di kelas harganya, dengan volume tinggi yang tetap seimbang tanpa distorsi berlebihan.
Sementara itu, baterai 6.000 mAh menjadi salah satu keunggulan utama. Dalam penggunaan intensif, perangkat ini mampu bertahan hingga 19–20 jam. Pengisian daya 33 watt membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk penuh, masih tergolong standar di kelasnya.
Fitur tambahan seperti NFC, infrared blaster, dan sensor fingerprint dalam layar juga berfungsi dengan baik selama pemakaian tiga bulan.
Editor : Cholifatun Nisak