RADAR TULUNGAGUNG- Redmi Note 15 kembali menjadi sorotan setelah sejumlah pengguna mulai membagikan pengalaman pemakaian jangka panjang. Salah satunya datang dari ulasan penggunaan Redmi Note 15 selama tiga bulan penuh yang mengungkap sisi terang dan gelap dari smartphone kelas menengah ini. Menariknya, Redmi Note 15 yang sempat dianggap “biasa saja” saat rilis kini justru kembali diperhitungkan di pasar 2026.
Dalam penggunaan harian, Redmi Note 15 dinilai menawarkan paket yang cukup seimbang antara performa, baterai, dan layar. Meski tidak semeriah generasi sebelumnya dari lini Redmi Note, perangkat ini perlahan menemukan kembali peminatnya. Terutama karena kombinasi fitur yang masih kompetitif di tengah banyaknya smartphone baru di kelas harga Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan.
Setelah tiga bulan pemakaian, Redmi Note 15 menunjukkan karakter sebagai smartphone all-rounder yang tidak terlalu menonjol di satu sektor, tetapi stabil di banyak aspek. Hal ini membuatnya kembali dilirik oleh pengguna yang mengutamakan fungsi harian dibanding gimmick teknologi.
Performa Helio G100 Masih Relevan
Di sektor performa, Redmi Note 15 mengandalkan chipset Helio G100 yang sempat menuai kritik saat pertama kali dirilis karena dianggap tidak jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Namun kondisi pasar saat ini mengubah persepsi tersebut.
Di tahun 2026, banyak kompetitor di kelas harga serupa masih menggunakan chipset entry seperti Helio G81 atau Dimensity 6300 dengan konfigurasi RAM dan memori lebih rendah. Dalam konteks ini, Redmi Note 15 justru terlihat lebih menarik karena menawarkan RAM dan storage lebih besar serta layar AMOLED yang jarang ditemukan di kelasnya.
Untuk penggunaan harian seperti media sosial, multitasking, hingga streaming, performanya masih tergolong lancar dan stabil. Penyimpanan UFS 2.2 juga membantu mempercepat proses loading aplikasi dan file.
Baterai 6000 mAh Tahan Seharian
Sektor baterai menjadi salah satu nilai jual utama Redmi Note 15. Dengan kapasitas 6000 mAh, perangkat ini mampu bertahan hingga sekitar 19–20 jam penggunaan aktif.
Aktivitas seperti browsing, scrolling media sosial, menonton video, hingga gaming ringan dapat dijalankan tanpa khawatir cepat kehabisan daya. Dukungan fast charging 33 watt membuat pengisian ulang dari kondisi kosong ke penuh hanya memakan waktu sekitar 1,5 jam.
Kombinasi ini menjadikan Redmi Note 15 tetap relevan bagi pengguna aktif yang membutuhkan perangkat tahan lama tanpa harus sering mencari charger atau powerbank.
Layar AMOLED Curved Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu peningkatan paling terasa ada pada sektor layar. Redmi Note 15 sudah menggunakan panel AMOLED dengan desain curved display yang memberikan kesan lebih premium dibanding generasi sebelumnya yang masih flat.
Layar 6,77 inci dengan refresh rate 120 Hz dan tingkat kecerahan hingga 3.200 nits membuat pengalaman visual terasa imersif, bahkan saat digunakan di luar ruangan. Konten multimedia seperti film dan YouTube terasa lebih nyaman dilihat.
Namun, desain lengkung ini juga membawa kompromi. Beberapa pengguna mengalami ghost touch di bagian tepi layar saat penggunaan satu tangan, meskipun sudah dibantu fitur penyesuaian sentuhan dari sistem HyperOS.
Kekurangan: 5G, Kamera, hingga Iklan
Meski punya banyak keunggulan, Redmi Note 15 tetap memiliki sejumlah kekurangan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah absennya dukungan jaringan 5G, yang mulai menjadi standar baru di kelas menengah.
Selain itu, tidak adanya kamera ultrawide juga menjadi catatan penting bagi pengguna yang sering memotret objek luas atau foto grup. Dari sisi video, perangkat ini juga belum mendukung resolusi 4K dan masih terbatas di 1080p 30 fps.
Fitur kamera lainnya pun terbatas, terutama pada mode video yang tidak menyediakan pengaturan manual seperti ISO atau white balance. Hal ini membuat hasil rekaman kurang fleksibel dalam kondisi pencahayaan tertentu.
Tidak ketinggalan, keberadaan iklan di sistem antarmuka juga masih menjadi catatan klasik pada perangkat Xiaomi, termasuk Redmi Note 15.
Editor : Cholifatun Nisak