Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Samsung Galaxy A56 Masih Layak Dibeli pada 2026? Ini Kelebihan dan Kekurangannya Setelah Dipakai Selama Setahun

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:35 WIB
Samsung Galaxy A56 masih jadi incaran. Simak review lengkap performa, kamera, baterai, dan fitur setelah satu tahun penggunaan. (Pinterest)
Samsung Galaxy A56 masih jadi incaran. Simak review lengkap performa, kamera, baterai, dan fitur setelah satu tahun penggunaan. (Pinterest)

Radar Tulungagung – Satu tahun setelah resmi dipasarkan, Samsung Galaxy A56 masih menjadi salah satu smartphone kelas menengah yang banyak diperbincangkan. Meski saat pertama hadir sempat menuai kritik karena harga awalnya dianggap terlalu tinggi, kini perangkat tersebut justru dinilai semakin menarik di tengah tren kenaikan harga smartphone.

Saat peluncuran, varian RAM 8 GB dengan memori internal 128 GB dibanderol di kisaran Rp6 jutaan. Harga tersebut membuat banyak calon pembeli memilih menunggu penurunan harga. Kini, setelah satu tahun berlalu, Galaxy A56 telah terjual dalam jumlah besar di berbagai platform e-commerce dan masih menjadi alternatif menarik bagi pengguna yang menginginkan smartphone dengan dukungan software jangka panjang.

Lalu, apakah Samsung Galaxy A56 masih layak dibeli pada 2026? Berdasarkan pengalaman penggunaan selama satu tahun, perangkat ini masih menawarkan kombinasi performa, kamera, dan kualitas bodi yang sulit diabaikan.

Baca Juga: Vivo Y500 Resmi Global! HP Baterai 8100 mAh IP69K Ini Tawarkan Performa Kencang, Layar 1,5K 120Hz, Harga Bikin Penasaran

Software Jadi Senjata Utama

Keunggulan terbesar Galaxy A56 terletak pada One UI yang dikenal stabil dan nyaman digunakan. Optimalisasi software membuat chipset Exynos 1580 mampu memberikan pengalaman penggunaan harian yang lancar, mulai dari membuka aplikasi, berpindah antar menu hingga menjalankan multitasking.

Meski hanya menggunakan RAM 8 GB, performa tetap konsisten. Reload aplikasi jarang terjadi, kecuali sesaat setelah ponsel pertama kali dinyalakan ketika sistem masih melakukan proses inisialisasi.

Samsung juga masih mempertahankan komitmennya menghadirkan pembaruan software secara berkala. Galaxy A56 bahkan sudah menjalankan Android 16 dengan One UI 8 sehingga pengguna masih akan mendapatkan dukungan update dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga: Vivo Y75 5G Resmi Rilis Bawa Dimensity T810, Kamera 50 MP, Baterai 5000 mAh, Harganya Bikin Kaget!

Kamera Andal untuk Foto dan Video

Absennya kamera telefoto memang menjadi salah satu kekurangan Galaxy A56. Zoom digital belum mampu menghasilkan gambar yang memuaskan saat mengambil objek dari jarak jauh.

Namun, kekurangan tersebut tertutupi oleh kualitas kamera utama yang tetap impresif. Detail foto terlihat tajam dengan warna yang natural tanpa efek pemrosesan berlebihan. Kontras juga mampu memberikan hasil yang seimbang sehingga foto tampak hidup.

Bagi pengguna yang tidak terbiasa mengatur parameter kamera, Galaxy A56 menawarkan pengalaman point and shoot yang memuaskan. Cukup arahkan kamera dan tekan tombol rana, hasil foto sudah siap dibagikan ke media sosial.

Kemampuan videonya juga menjadi nilai jual utama. Perekaman video 4K 30 fps tersedia di seluruh kamera dengan stabilisasi yang baik sehingga cocok digunakan untuk kebutuhan konten maupun dokumentasi sehari-hari.

Performa Masih Memadai

Exynos 1580 memang bukan chipset tercepat di kelasnya. Namun untuk kebutuhan harian seperti media sosial, streaming, editing video ringan menggunakan CapCut hingga bermain Mobile Legends, performanya masih tergolong memuaskan.

Satu kekurangan yang masih disayangkan adalah belum tersedianya dukungan refresh rate 120 FPS untuk beberapa game, sehingga pengalaman bermain belum bisa dimaksimalkan.

Di sisi lain, update One UI 8 membawa kejutan berupa hadirnya Samsung DeX. Fitur tersebut memungkinkan Galaxy A56 dihubungkan secara nirkabel ke laptop atau monitor melalui Wireless Display sehingga memberikan pengalaman layaknya komputer desktop.

Baterai dan Build Quality Tetap Bersaing

Galaxy A56 masih mengandalkan baterai 5.000 mAh. Meski kapasitas tersebut mulai kalah besar dibanding beberapa pesaing, efisiensi daya yang ditawarkan tetap mampu menghasilkan screen-on-time sekitar enam jam untuk penggunaan normal tanpa gaming.

Jika digunakan bermain game dengan koneksi seluler aktif, daya tahan baterainya masih mampu bertahan sekitar lima jam.

Pengisian daya cepat 45 watt juga menjadi nilai tambah karena lebih cepat dibanding sejumlah smartphone Samsung seri flagship generasi sebelumnya yang masih mengandalkan fast charging 25 watt.

Dari sisi fisik, Galaxy A56 juga menunjukkan daya tahan yang baik. Setelah digunakan selama satu tahun, bodi tetap terlihat mulus, cat tidak mudah pudar, layar masih responsif, dan sensor sidik jari tetap bekerja optimal meski menggunakan tempered glass biasa.

Secara keseluruhan, Samsung Galaxy A56 masih menjadi salah satu smartphone kelas menengah yang layak dipilih pada 2026. Dukungan software panjang, kualitas kamera terutama untuk video, performa yang stabil, baterai awet, serta build quality premium membuat perangkat ini tetap relevan meski telah berusia satu tahun. Bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman penggunaan jangka panjang dibanding sekadar mengejar spesifikasi tinggi, Galaxy A56 masih menjadi pilihan yang patut dipertimbangkan.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Samsung Galaxy A56 #review Samsung A56 #Exynos 1580 #One UI 8 #Samsung A56 2026