Radar Tulungagung – Menentukan hari pelaksanaan hajatan masih menjadi pertimbangan penting bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama di Jawa. Baik untuk acara pernikahan, sunatan, maupun syukuran keluarga, pemilihan tanggal sering dikaitkan dengan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa keberkahan.
Pada Juli 2026, terdapat sejumlah hari yang dipercaya memiliki nilai baik berdasarkan perhitungan Primbon Jawa. Meski demikian, dalam ajaran Islam, seluruh hari pada dasarnya dapat digunakan untuk menggelar hajatan selama tidak bertentangan dengan syariat.
Tradisi memilih hari baik lebih dipahami sebagai bagian dari budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dijaga oleh banyak keluarga hingga sekarang.
Tanggal yang Dianggap Baik untuk Hajatan
Menurut perhitungan Primbon Jawa, beberapa tanggal yang kerap dipilih untuk menggelar acara penting selama Juli 2026 meliputi:
- Kamis, 2, 9, 16, 23, dan 30 Juli 2026.
- Rabu, 8, 15, 22, dan 29 Juli 2026.
- Jumat, 3, 10, 17, 24, dan 31 Juli 2026.
Tanggal-tanggal tersebut dipercaya memiliki energi positif yang mendukung kelancaran acara keluarga, mulai dari akad nikah hingga khitanan.
Filosofi Hari Menurut Primbon Jawa
Dalam kepercayaan Primbon Jawa, setiap hari mempunyai karakter yang berbeda.
Hari Rabu sering dihubungkan dengan keseimbangan, ketenteraman, dan keharmonisan. Karena itu, banyak pasangan memilih hari tersebut sebagai waktu pelaksanaan pernikahan.
Hari Kamis diyakini melambangkan kemudahan rezeki, keberuntungan, dan hubungan kekeluargaan yang baik sehingga cukup populer untuk acara sunatan maupun syukuran.
Sedangkan hari Jumat dianggap sebagai hari yang membawa keberkahan, keselamatan, serta doa-doa yang lebih mudah dipanjatkan. Tidak sedikit keluarga yang sengaja memilih hari ini sebagai waktu pelaksanaan acara besar.
Pandangan Islam Tentang Memilih Hari
Dalam Islam tidak ada kewajiban menentukan hari tertentu agar suatu hajatan dianggap berhasil atau membawa keberuntungan.
Namun, hari Jumat memang memiliki kedudukan yang istimewa karena dikenal sebagai hari terbaik bagi umat Islam. Banyak amalan sunnah dianjurkan dilakukan pada hari tersebut sehingga sebagian masyarakat merasa lebih mantap menggelar akad nikah atau khitanan pada hari Jumat.
Meski demikian, Islam mengajarkan bahwa keberhasilan sebuah acara tidak ditentukan oleh tanggal semata, melainkan oleh doa, ikhtiar, persiapan yang matang, serta tawakal kepada Allah SWT.
Tetap Utamakan Persiapan yang Matang
Selain mempertimbangkan hari baik menurut Primbon Jawa, keluarga juga disarankan memilih waktu yang memudahkan kehadiran tamu undangan, tidak berbenturan dengan agenda penting lainnya, serta memastikan seluruh kebutuhan acara telah dipersiapkan dengan baik.
Bagi masyarakat yang masih memegang tradisi Primbon, penanggalan tersebut dapat dijadikan sebagai pedoman budaya tanpa mengesampingkan ajaran agama.
Dengan perpaduan antara persiapan yang matang, doa, serta pelaksanaan pada waktu yang dianggap baik, hajatan seperti pernikahan, sunatan, maupun syukuran keluarga diharapkan dapat berlangsung lancar, penuh kebahagiaan, dan membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.
Editor : M. Helmi Nurhisam