JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Modifikasi Polytron Fox 200 mulai menarik perhatian para pecinta motor listrik di Indonesia. Berbeda dengan kebanyakan ubahan yang berfokus pada peningkatan performa seperti penggantian baterai atau controller, proyek garapan bengkel Katros Garage ini justru mengedepankan tampilan visual bergaya retro yang tetap fungsional untuk penggunaan harian.
Motor listrik milik Angga tersebut hadir dengan konsep sederhana, namun berhasil mengubah karakter Polytron Fox 200 menjadi lebih unik. Perpaduan warna pastel, aksesori custom, serta detail kecil di berbagai bagian membuat tampilannya berbeda dari motor listrik standar yang banyak ditemui di jalan.
Konsep desain sebenarnya sudah dibawa langsung oleh pemilik motor. Selanjutnya, Katros Garage bertugas merealisasikan desain tersebut menjadi sebuah motor listrik bergaya retro modern yang tetap nyaman dipakai sebagai kendaraan harian.
Tampilan Retro dengan Sentuhan Warna Pastel
Hal pertama yang mencuri perhatian adalah kombinasi warna putih, biru, abu-abu muda, dan oranye yang diaplikasikan pada bodi motor.
Bagian lis lampu depan yang sebelumnya berwarna hitam dicat ulang menjadi putih agar senada dengan bodi utama. Sementara dek tengah mendapat sentuhan abu-abu terang yang memberikan nuansa khas skuter Jepang.
Tak hanya itu, panel bodi samping juga dicat ulang menggunakan aksen oranye sehingga memberikan kesan ceria tanpa terlihat berlebihan.
Menurut tim Katros, kombinasi warna tersebut sengaja dipilih agar motor tampil imut sekaligus menghadirkan nuansa retro yang tetap modern.
Wheel Dop Custom Jadi Pemanis
Pada sektor kaki-kaki, modifikasi dilakukan secara minimalis.
Velg, ban, dan spakbor masih menggunakan komponen bawaan pabrik. Perubahan hanya dilakukan dengan menambahkan wheel dop custom berbahan fiberglass di roda depan.
Wheel dop tersebut diberi grafis bernuansa biru, putih, dan oranye sehingga selaras dengan tema keseluruhan motor.
Untuk ukuran ban, Polytron Fox 200 menggunakan kombinasi ring 12 di depan dengan ban berukuran 90/90 dan ring 10 di belakang memakai ban 100/90.
Meski dinilai cukup unik, penggunaan ukuran ban yang berbeda depan dan belakang disebut membuat pilihan ban aftermarket menjadi lebih terbatas.
Baca Juga: Tips Dapat Beasiswa ke Belanda Meski Tanpa Prestasi, Alumni ITB Bongkar 4 Strategi Jitu
Rak Depan dan Belakang Dibuat Khusus
Karena aksesori aftermarket untuk Polytron Fox 200 masih sangat minim di pasaran, hampir seluruh tambahan aksesori dibuat secara custom.
Salah satunya adalah front rack berbahan pipa besi yang dipasang di bagian depan motor.
Rak tersebut mampu membawa barang hingga sekitar lima kilogram dan sekaligus menjadi dudukan pelat nomor.
Di bagian belakang, Katros juga membuat rear rack custom yang dapat membawa beban hingga 10 sampai 15 kilogram.
Sebagai pelengkap, bagian belakang tetap dilengkapi pegangan penumpang sehingga kenyamanan saat berboncengan tetap terjaga.
Jok dan Kokpit Tetap Simpel
Area jok tidak mengalami banyak perubahan.
Katros mempertahankan busa serta basis jok bawaan pabrik. Perubahan hanya dilakukan pada pelapis jok menggunakan kulit sintetis berwarna biru dengan tekstur khusus sehingga tampil lebih premium.
Sementara pada area kokpit hanya ditambahkan beberapa aksesori sederhana.
Grip gas menggunakan produk Katros berwarna biru agar selaras dengan tema motor.
Spion aftermarket model bullet dipilih untuk memperkuat kesan klasik, sedangkan dudukan ponsel menggunakan produk Motowolf yang dipasang oleh pemilik motor.
Fitur Polytron Fox 200 Tetap Lengkap
Selain tampilannya yang berubah, Polytron Fox 200 tetap mempertahankan seluruh fitur bawaan.
Motor listrik ini sudah menggunakan lampu LED depan dan belakang, panel instrumen digital penuh, mode berkendara D dan S, hingga fitur mundur (reverse) yang memudahkan saat parkir.
Bagasi di bawah jok juga menjadi salah satu keunggulannya karena mampu menampung satu helm beserta jas hujan dan beberapa barang tambahan.
Port USB untuk mengisi daya perangkat elektronik juga tersedia pada kompartemen depan sehingga semakin mendukung penggunaan sehari-hari.
Jadi Inspirasi Modifikasi Motor Listrik
Menurut Katros Garage, proyek ini membuktikan bahwa motor listrik tidak selalu harus dimodifikasi pada sektor performa.
Dengan permainan warna, penambahan aksesori custom, serta sentuhan detail yang tepat, Polytron Fox 200 tetap mampu tampil menarik tanpa mengubah karakter utamanya sebagai kendaraan harian.
Minimnya pilihan aksesori aftermarket memang menjadi tantangan tersendiri. Namun justru kondisi tersebut membuka peluang lahirnya berbagai komponen custom yang membuat setiap motor memiliki karakter berbeda sesuai keinginan pemiliknya.
Baca Juga: 7 Kesalahan Pendaftar Beasiswa LPDP yang Bikin Gagal Lolos, Mahasiswi Harvard Bongkar Penyebabnya
Editor : Cholifatun Nisak