Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Wuling Air EV Dimodifikasi Ekstrem, Cok Sasis hingga Air Suspension, Biayanya Hampir Sebeli Mobil Lagi

Cholifatun Nisak • Jumat, 3 Juli 2026 | 22:30 WIB
Wuling Air EV dimodifikasi ekstrem dengan cok sasis, air suspension, pelek Works Jepang hingga biaya modifikasi hampir setara membeli mobil baru.
Wuling Air EV dimodifikasi ekstrem dengan cok sasis, air suspension, pelek Works Jepang hingga biaya modifikasi hampir setara membeli mobil baru.

 

JAKARTA, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COMWuling Air EV kembali mencuri perhatian, kali ini bukan karena teknologi kendaraan listriknya, melainkan modifikasi ekstrem yang membuat tampilannya berubah total. Mulai dari bodi custom, penggunaan air suspension, hingga ubahan sasis, mobil listrik mungil tersebut sukses menjadi pusat perhatian para pecinta modifikasi.

Pemilik mobil, Haryo, mengaku sengaja membangun Wuling Air EV miliknya dengan konsep berbeda dari kebanyakan modifikasi kendaraan listrik. Ia menginginkan tampilan bergaya racing yang dipadukan sentuhan VIP Style sehingga mobil terlihat lebih lebar, rendah, namun tetap menarik dipandang.

Tak tanggung-tanggung, biaya modifikasi yang dikeluarkan bahkan hampir setara membeli satu unit Wuling Air EV lagi. Sebagian besar komponen didatangkan langsung dari Jepang, sementara sejumlah bagian bodi dibuat secara custom di workshop miliknya sendiri.

Modifikasi Bodi Dibuat Lebih Lebar

Bagian depan menjadi sektor pertama yang mendapat perubahan besar. Kap mesin menggunakan material karbon, sementara bumper depan dipotong dan dibentuk ulang agar tampak lebih lebar dibandingkan versi standar.

Lampu sein bawaan bahkan harus dikorbankan demi mendapatkan desain bumper yang lebih agresif. Kini fungsi lampu sein hanya mengandalkan lampu pada spion.

Selain itu, seluruh bodi dibalut stiker putih solid dengan konsep ala mobil Tamiya. Warna putih dipadukan grafis sederhana sehingga tetap menonjolkan bentuk pelek dan over fender yang menjadi daya tarik utama.

Biaya pemasangan stiker dan pengecatan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp7 juta.

Over Fender Custom dan Cok Sasis Jadi Sorotan

Perubahan paling mencolok terdapat pada sektor samping. Fender asli dipotong, kemudian dibuat ulang agar bodi lebih lebar.

Radius pelebaran mencapai sekitar lima sentimeter di depan dan enam sentimeter di belakang. Side skirt juga dibuat khusus agar menyatu sempurna dengan over fender.

Seluruh paket body kit custom tersebut menghabiskan dana hampir Rp20 juta.

Namun pekerjaan paling sulit justru terjadi saat melakukan cok sasis. Karena merupakan mobil listrik, banyak tukang las enggan mengerjakannya menggunakan las listrik.

Akhirnya proses modifikasi dilakukan menggunakan las karbit yang dinilai lebih aman meski membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama.

Pelek Works Langsung Didatangkan dari Jepang

Sektor kaki-kaki juga mendapat perhatian serius. Haryo memilih menggunakan pelek Works yang dibeli langsung dari Jepang.

Menariknya, ia sampai harus membeli dua set pelek karena ukuran awal tidak sesuai dengan konsep yang diinginkan.

Pelek depan menggunakan ukuran lebar delapan inci dengan offset ET28, sedangkan belakang memakai lebar sembilan inci dengan offset nol.

Harga satu set pelek belakang diperkirakan mencapai sekitar Rp40 jutaan, sedangkan pelek depan berada di kisaran Rp30 jutaan.

Untuk mendukung tampilannya, mobil memakai ban berukuran 165/45 di depan dan 165/50 di belakang.

Baca Juga: Gugatan Hak Asuh Anak Ruben Onsu Berlanjut, Kuasa Hukum Bongkar Alasan Tolak Join Meeting dengan Sarwendah

Air Suspension dan BBK Bikin Tampilan Semakin Ekstrem

Supaya mobil bisa tampil sangat rendah saat diparkir, Haryo memasang sistem air suspension merek Ideal.

Saat posisi terendah, bibir bodi hanya berjarak sekitar dua setengah jari dari permukaan jalan.

Sementara sistem pengereman juga ditingkatkan menggunakan Big Brake Kit (BBK) empat piston agar seimbang dengan konsep racing yang diusung.

Bagian belakang tak kalah menarik. Spoiler, diffuser, hingga bumper belakang dibuat secara custom sehingga menghasilkan kesan lebih lebar tanpa menghilangkan karakter asli Wuling Air EV.

Interior Dipenuhi Aksesori DAD

Masuk ke dalam kabin, nuansa VIP Style langsung terasa.

Hampir seluruh aksesori menggunakan produk DAD, mulai cover setir, dashboard, door trim, arm rest, tempat penyimpanan hingga kaca spion.

Mobil juga dipasangi sunroof Webasto ukuran medium yang langsung didatangkan dari Jepang.

Meski kabinnya terlihat mungil dari luar, ruang kepala masih terasa lega bahkan untuk pengemudi dengan tinggi sekitar 169 sentimeter.

Garansi Hilang Demi Modifikasi

Salah satu hal yang menarik adalah keputusan Haryo tetap melakukan modifikasi meski harus kehilangan garansi kendaraan.

Ia mengaku sempat berkonsultasi dengan pihak Wuling mengenai pemasangan sunroof dan berbagai aksesori tambahan.

Menurut penjelasan yang diterimanya, modifikasi di luar jaringan resmi membuat garansi kendaraan tidak lagi berlaku.

Meski demikian, Haryo memilih tetap melanjutkan seluruh proses modifikasi karena ingin mewujudkan konsep impiannya tanpa setengah-setengah.

Ia juga mengungkapkan bahwa tambahan berbagai perangkat listrik seperti air suspension, audio, dan sunroof membuat jarak tempuh mobil mengalami penurunan dari sekitar 300 kilometer menjadi kurang lebih 200 kilometer dalam sekali pengisian daya.

Meski demikian, selama digunakan sejak 2023, Wuling Air EV tersebut belum pernah mengalami masalah berarti dan tetap menjadi salah satu mobil listrik modifikasi paling unik yang mencuri perhatian komunitas otomotif.

 

Editor : Cholifatun Nisak
#Modifikasi Wuling Air EV #Air Suspension #Cok Sasis #Wuling Air EV #mobil listrik