RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – BYD Seal semakin banyak menarik perhatian masyarakat Indonesia sebagai salah satu mobil listrik premium dengan harga yang kompetitif. Setelah digunakan selama satu tahun, seorang pemilik BYD Seal Premium 2024 membagikan pengalaman lengkapnya, mulai dari biaya operasional, perawatan, hingga alasan mengapa ia masih berminat membeli mobil BYD di masa mendatang.
Mobil yang dibeli saat Indonesia International Motor Show (IIMS) 2024 itu telah menempuh jarak hampir 10.000 kilometer. Selama pemakaian tersebut, pemilik mengaku cukup puas dengan performa, efisiensi, serta fitur-fitur yang terus diperbarui melalui pembaruan perangkat lunak (software update).
Pengalaman menggunakan BYD Seal selama satu tahun juga menunjukkan bahwa mobil listrik ini mampu menekan biaya kepemilikan secara signifikan dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Kualitas Eksterior dan Interior Tetap Terjaga
Selama satu tahun pemakaian, kondisi eksterior BYD Seal dinilai masih sangat baik. Cat bodi tetap mengilap berkat perlindungan coating yang dilakukan sejak awal pembelian. Beberapa aksesori tambahan seperti emblem hitam, cover spion, dan handle pintu berwarna hitam juga membuat tampilannya semakin sporty.
Kerusakan yang ditemukan hanya tergolong ringan, seperti bagian emblem belakang yang mulai memudar serta lecet kecil pada cover spion. Sementara itu, velg hanya mengalami baret akibat penggunaan sehari-hari.
Masuk ke kabin, perubahan paling terasa terdapat pada jok pengemudi yang mulai sedikit melar akibat intensitas pemakaian. Selain itu, tuas lampu sein juga mulai terasa lebih longgar dibandingkan saat pertama kali digunakan. Namun secara keseluruhan, kualitas interior masih dinilai sangat baik tanpa masalah berarti.
Baca Juga: BYD Dolphin Pakai Pelek Ring 18 dan Ban Premium, Tampilan Mobil Listrik Makin Sporty
Software Update Jadi Nilai Plus
Salah satu keunggulan yang paling dirasakan selama satu tahun adalah hadirnya berbagai pembaruan software langsung dari BYD.
Kini pengguna dapat mengakses mobil melalui aplikasi smartphone, mulai dari membuka dan mengunci pintu, menyalakan AC, memantau posisi kendaraan melalui GPS, hingga menggunakan ponsel sebagai kunci digital melalui fitur NFC.
Selain itu, head unit juga mendapatkan pembaruan dengan hadirnya BYD Store yang memungkinkan pengguna mengunduh aplikasi seperti YouTube, browser, hingga karaoke secara resmi tanpa perlu memasang aplikasi pihak ketiga.
Meski demikian, pemilik juga mengkritik beberapa perubahan antarmuka yang dinilai justru kurang praktis, terutama pada pengaturan ventilated seat yang kini membutuhkan langkah lebih banyak dibanding sebelumnya.
Performa Tetap Memuaskan
Meski telah digunakan selama satu tahun, performa BYD Seal masih dianggap sama seperti saat pertama kali diterima.
Akselerasi tetap responsif, handling tetap nyaman, dan posisi duduk rendah menjadi salah satu kelebihan yang disukai pemilik. Suspensi juga dinilai cukup empuk sehingga tetap nyaman digunakan untuk perjalanan harian maupun melintasi jalan yang kurang mulus.
Ban kendaraan juga telah menjalani rotasi saat servis berkala pertama sehingga kondisi kaki-kaki tetap optimal.
Biaya Operasional Sangat Hemat
Bagian paling menarik dari pengalaman menggunakan BYD Seal adalah biaya operasionalnya.
Dengan jarak tempuh sekitar 10.000 kilometer dalam satu tahun, konsumsi listrik diperkirakan mencapai sekitar 1.666 kWh. Dengan tarif listrik rumah sekitar Rp1.699 per kWh, total biaya pengisian daya hanya sekitar Rp2,8 juta selama setahun.
Servis berkala juga masih gratis berkat program free service dari BYD selama empat tahun, selama pengguna tidak melewati jadwal servis yang telah ditentukan.
Sementara itu, pajak tahunan mobil ini hanya sekitar Rp173 ribu, termasuk biaya administrasi dan pengiriman dokumen.
Jika dijumlahkan, total biaya operasional tahunan—tidak termasuk coating, modifikasi, maupun aksesori—hanya sekitar Rp3 juta atau rata-rata Rp250 ribu per bulan.
Masih Tertarik Membeli BYD Lagi
Meski mengaku sedikit menyesal karena harga BYD Seal kini mengalami diskon cukup besar dibanding saat pertama kali diluncurkan, pemilik tetap mengaku puas dengan pengalaman menggunakan mobil listrik tersebut.
Menurutnya, kualitas baterai Blade Battery berbasis LFP buatan BYD memberikan rasa percaya diri untuk penggunaan jangka panjang, meski garansi baterai hanya delapan tahun dan bukan seumur hidup seperti yang ditawarkan beberapa merek lain.
Dengan biaya operasional yang rendah, performa memuaskan, serta fitur yang terus berkembang melalui pembaruan software, BYD Seal dinilai tetap menjadi salah satu pilihan menarik bagi konsumen yang ingin beralih ke mobil listrik.
Baca Juga: BYD Atto 1 Dynamic Dimodifikasi Ekstrem, Air Suspension hingga Big Brake Kit Jadi Sorotan
Editor : Cholifatun Nisak