JAKARTA - Tecno Pova 8 5G hadir dengan perubahan besar dibanding generasi sebelumnya. Harga naik, tetapi ponsel ini menawarkan baterai jumbo 8.000 mAh dan fitur Alive Matrix Display yang menjadi daya tarik utamanya.
Tecno Pova 8 5G menjadi salah satu ponsel yang menarik perhatian di kelas harga Rp3 jutaan. Kenaikan harga komponen membuat banderol generasi terbaru ini ikut terkerek cukup tinggi dibanding Pova 7 5G.
Dalam pengujian yang dilakukan kanal YouTube David, Tecno Pova 8 5G dinilai masih punya sejumlah keunggulan. Namun, performanya tidak menjadi bagian paling kuat dari ponsel ini.
Baca Juga: 8 HP RAM 12 GB Murah Terbaik 2026, Poco X7 5G hingga Tecno Camon 50 Pro, Spek Gahar Mulai Rp4 Jutaan
Harga Tecno Pova 8 5G Naik Signifikan
Pada generasi sebelumnya, Pova 7 5G dibanderol sekitar Rp3 juta untuk varian RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB. Varian 8 GB/256 GB hanya membutuhkan tambahan sekitar Rp200 ribu.
Kini, harga Tecno Pova 8 5G mengalami kenaikan cukup besar. Varian 8 GB/128 GB disebut mencapai sekitar Rp5 juta. Sementara varian 8 GB/256 GB membutuhkan tambahan sekitar Rp600 ribu.
Untuk menekan harga, tersedia varian RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB. Di pasar, unit tersebut masih bisa ditemukan sekitar Rp3,8 juta hingga Rp3,9 juta, terutama ketika mendapatkan harga promo.
Baca Juga: Review Tecno Spark 50: HP 1 Jutaan Berbaterai Badak 7000mAh, Tahan Seharian Tanpa Perlu Power Bank
Perlu dicatat, klaim RAM 12 GB pada varian tertentu merupakan kombinasi RAM 6 GB fisik dengan 6 GB extended RAM. Penyimpanan internalnya tetap 128 GB.
Baterai 8.000 mAh Jadi Andalan
Salah satu daya tarik terbesar Tecno Pova 8 5G adalah baterai berkapasitas 8.000 mAh. Kapasitas tersebut dipadukan dengan pengisian cepat 45 watt.
Dalam pemakaian seharian untuk Google Maps, bermain game, menggunakan koneksi seluler dan mengambil foto, baterainya masih menyisakan sekitar 38 persen.
Pengisian dayanya juga tergolong cepat. Dalam 30 menit, baterai bertambah hampir 40 persen. Pengisian selama satu jam mencapai sekitar 70 persen, sedangkan untuk penuh membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.
Dengan bobot 225 gram, ponsel ini memang terasa berbobot. Namun, kapasitas baterai yang besar membuat bobot tersebut masih dianggap cukup wajar.
Alive Matrix Jadi Pembeda
Selain baterai, Tecno menyematkan Alive Matrix Display di bagian belakang. Fitur ini berupa layar LED kecil yang dapat menampilkan animasi, notifikasi, timer, visualizer musik hingga gambar buatan pengguna.
Pengguna juga dapat mengatur tingkat kecerahan, durasi serta tampilan lampu. Untuk timer, fitur ini dapat tetap aktif ketika layar utama dikunci.
Namun, Alive Matrix belum sempurna. Saat digunakan untuk indikator pengisian daya, tampilannya tidak dapat terus menyala seperti yang diharapkan.
Dari sisi desain, Pova 8 5G mempertahankan karakter futuristis khas seri Pova. Varian Helios Orange memiliki warna krem atau peach dengan aksen oranye dan detail bernuansa emas.
Performa dan Kamera Bukan yang Terkuat
Tecno Pova 8 5G menggunakan MediaTek Dimensity 7100. Berdasarkan pengujian, skor AnTuTu yang diperoleh sekitar 780 ribu.
Performanya masih cukup untuk game ringan. Namun, ketika digunakan untuk game berat, performanya mulai terbatas. Frame rate dapat turun dan suhu ponsel bisa menembus 45 derajat Celsius lebih.
Layar IPS Full HD+ dengan refresh rate hingga 144 Hz juga belum mampu dimanfaatkan maksimal untuk gaming berat. Kecerahan layarnya dinilai cukup, tetapi tidak seterang sejumlah ponsel kelas menengah.
Untuk fotografi, ponsel ini mengandalkan kamera utama Sony LYT-600 50 MP. Hasil foto dalam kondisi terang maupun indoor dinilai cukup rapi dengan warna yang meyakinkan.
Kamera malam juga masih mampu menghasilkan foto dengan noise yang relatif terkendali. Sementara kamera depan dapat merekam hingga resolusi 2K, tetapi stabilisasi tidak tersedia pada mode tersebut.
Secara keseluruhan, Tecno Pova 8 5G lebih cocok bagi pengguna yang mengutamakan baterai 8.000 mAh, desain unik, dan fitur Alive Matrix. Jika mengejar performa gaming, kamera lebih lengkap, atau spesifikasi premium, ada pilihan lain di kelas harga yang sama.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : GadgetIn