MacBook Neo Jadi MacBook Termurah, Benarkah Bisa Kalahkan Laptop Windows?

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:00 WIB
MacBook Neo disebut sebagai MacBook termurah Apple dengan chip A18 Pro. Simak spesifikasi, kelebihan, kekurangan, dan peluang harganya di Indonesia. (Youtube. com)
MacBook Neo disebut sebagai MacBook termurah Apple dengan chip A18 Pro. Simak spesifikasi, kelebihan, kekurangan, dan peluang harganya di Indonesia. (Youtube. com)

JAKARTA - MacBook Neo menjadi perhatian setelah disebut sebagai MacBook termurah yang pernah dirilis Apple. Dengan harga global sekitar Rp10 juta, laptop ini menawarkan desain aluminium, chip A18 Pro, layar Retina, speaker berkualitas, dan performa yang dinilai cukup untuk kebutuhan harian.

MacBook Neo juga menarik karena membawa prosesor yang sebelumnya digunakan pada iPhone 16 Pro. Chip A18 Pro tersebut dipadukan dengan RAM 8 GB dan pilihan penyimpanan 256 GB atau 512 GB. Kombinasi ini membuat MacBook Neo terlihat berbeda di kelas laptop sekitar Rp10 juta.

Dalam video ulasan yang menjadi sumber artikel ini, MacBook Neo bahkan disebut mampu membuat laptop Windows ketar-ketir. Namun, harga menjadi faktor paling penting. Jika Apple Indonesia mampu menjual MacBook Neo di bawah Rp10 juta, laptop tersebut berpotensi menjadi pesaing serius di kelas menengah.

Baca Juga: Review MacBook Pro M5 2025: Spesifikasi Ngebut, Harga Jadi Sorotan, Layak Upgrade dari M1 hingga M3?

MacBook Neo Tawarkan Desain Premium

Salah satu daya tarik MacBook Neo adalah kualitas fisiknya. Meski menyasar segmen harga lebih terjangkau, Apple tetap menggunakan material aluminium sehingga kesannya tidak seperti laptop murah.

MacBook Neo tersedia dalam beberapa pilihan warna yang lebih ceria, termasuk varian Citrus. Seluruh model menggunakan layar 13 inci dan RAM 8 GB. Untuk penyimpanan, tersedia kapasitas 256 GB dan 512 GB.

Varian 512 GB memiliki tambahan Touch ID. Sementara itu, model 256 GB hanya menyediakan tombol pengunci biasa. Selisih harga kedua varian disebut sekitar Rp2 juta.

Baca Juga: 9 Laptop Gaming di Bawah Rp10 Juta, Ada RTX 3050 dan RAM 16 GB

Dari sisi port, Apple memang melakukan sejumlah penghematan. MacBook Neo memiliki dua USB-C, tetapi kemampuan keduanya berbeda. Salah satunya mendukung USB 3 dengan kecepatan hingga 10 Gbps, sedangkan lainnya hanya USB 2 dengan kecepatan 480 Mbps.

Laptop ini juga tidak memiliki Thunderbolt seperti MacBook kelas lebih tinggi. Dukungan layar eksternalnya maksimal satu monitor 4K 60 Hz.

Layar, Keyboard, dan Speaker Jadi Nilai Jual

MacBook Neo memakai layar Retina dengan resolusi di atas Full HD dan tingkat kecerahan hingga 500 nit. Reproduksi warnanya disebut mencapai sekitar 97-98 persen sRGB dengan cakupan P3 sekitar 70 persen.

Baca Juga: Ramah di Kantong, Berikut Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar di 2025, Mulai 2 Jutaan!

Namun, layar tersebut masih menggunakan refresh rate 60 Hz. Bezel juga terlihat lebih tebal dibandingkan MacBook Air atau MacBook Pro terbaru. Webcam masih ditempatkan pada bagian bezel sehingga desainnya terlihat lebih konvensional.

Keyboard menjadi salah satu bagian yang nyaman digunakan untuk mengetik. Sayangnya, Apple menghilangkan fitur backlit. Padahal, fitur tersebut sudah umum ditemukan pada sejumlah laptop Windows di kelas harga serupa.

Trackpad menjadi keunggulan lain. Tekanan terasa konsisten di berbagai bagian permukaan. Speaker juga dinilai sangat baik, dengan karakter suara yang tetap bertenaga meski MacBook Neo berada di kelas harga lebih rendah.

Baca Juga: Rekomendasi Laptop Terbaik dari ASUS dengan Baterai Tahan Lama untuk Kerja

Performa A18 Pro Cukup untuk Kerja Harian

Pengujian menunjukkan MacBook Neo mampu menjalankan CapCut dan Final Cut Pro untuk pengeditan video 4K. Preview dapat berjalan cukup lancar setelah seluruh footage selesai dimuat, meski masih terjadi patah-patah ketika menangani pekerjaan berat.

Kemampuan multitasking juga tergolong baik untuk RAM 8 GB. Beberapa aplikasi dapat dibuka bersamaan tanpa membuat laptop langsung mengalami freeze. Namun, performanya tetap berada di bawah MacBook dengan chip seri M.

Untuk rendering video 4K berukuran besar, MacBook Neo membutuhkan waktu sangat lama. Karena itu, laptop ini lebih cocok untuk mengetik, browsing, pekerjaan kantor, editing ringan hingga menengah, dan aktivitas pendidikan.

Baca Juga: 7 Langkah Ampuh dan Mudah Membersihkan Speaker HP dan Laptop dari Debu agar Suara Kembali Jernih

Kemampuan gaming juga terbatas. Ekosistem game macOS tidak selengkap Windows. Kapasitas 256 GB pun dinilai kurang ideal jika laptop digunakan untuk menyimpan banyak game berukuran besar.

Pada akhirnya, MacBook Neo punya keunggulan pada build quality, speaker, keyboard, trackpad, webcam, efisiensi chip, serta integrasi dengan iPhone. Kekurangannya terletak pada RAM 8 GB, storage terbatas, port yang minim, keyboard tanpa backlit, dan performa berat yang belum menyamai MacBook Air.

Jika harga resminya di Indonesia bisa ditekan di bawah Rp10 juta, MacBook Neo berpotensi menjadi salah satu laptop paling menarik di kelasnya. Namun, jika harganya sudah mendekati MacBook Air, pilihan dengan chip seri M menjadi pertimbangan yang lebih menarik.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : GadgetIn
apple MacBook Neo MacBook termurah A18 Pro laptop Windows